drh. Chaidir, MM | Poeta Nascitur | PEPATAH Latin itu lengkapnya berbunyi:
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Poeta Nascitur

Oleh : drh.chaidir, MM

PEPATAH Latin itu lengkapnya berbunyi: "Poeta nascitur, non fit". Penyair itu dilahirkan, tidak dibentuk. Seseorang bisa saja menjadi politisi karbitan, asal ada uang semua bisa diatur. Tetapi untuk menjadi seorang penyair, jangan harap, segunung emas pun tak akan ada pengaruhnya.

Pujangga Kahlil Gibran menulis sebuah catatan puitis. "....Penyair adalah raja tanpa tahta, yang duduk di singgasana abu, dan mencoba membangun khayalan dari abu itu. Penyair adalah burung yang membawa keajaiban, dia lari dari kerajaan surga lalu tiba di dunia ini untuk bernyanyi semerdu-merdunya dengan suara bergetar...Bila kita tak memahaminya dengan cinta dan hati, dia akan kembali mengepakkan sayapnya dan terbang ke negeri asalnya...."

Beberapa penulis memberi batasan, penyair adalah seseorang yang menulis karya puisi. Mereka adalah penguasa kata-kata. Karangan itu biasanya dipengaruhi oleh tradisi budaya dan intelektual, dan ditulis dalam suatu bahasa tertentu. Beberapa kalangan menganggap bahwa puisi yang terbaik memiliki ciri-ciri yang luas, tidak lekang oleh waktu, dan memiliki gambaran umum bagi seluruh umat manusia. Kalangan lainnya lebih mementingkan kualitas dari fakta dan keindahan yang terkandung dalam puisi tersebut.

Penyair tak pernah minta diberi anugerah, tetapi masyarakat punya hak untuk mengekspresikan kekaguman dan penghargaannya. Herta Müller (56), novelis dan penyair perempuan bangsa Romania, pemenang Nobel Sastra 2009, tak pernah mengharapkan penghargaan atas karangannya yang menggambarkan kehidupan berat di Romania pada masa pemerintahan diktator Nicolae Ceausescu. Pada 8 Oktober 2010 beberapa hari lalu, Herta Müller menerima penghargaan tertinggi itu dari Akademi Swedia. Atau juga novelis Le Clezio, yang tak pernah bermimpi mendapat Nobel Sastra pada 2008. Dia dianggap luar biasa dengan novelnya yang berkisah tentang kebudayaan yang hilang di gurun Afrika Utara.

Kita juga memiliki kebanggaan di bidang kesusastraan. Sebagai sebuah negeri pujangga yang memiliki tradisi panjang dalam dunia karang-mengarang. Riau punya cara memberikan apresiasi terhadap karya penyair dan senimannya. Gagasan brilian itu dicetuskan oleh Yayasan Sagang. Dan tokoh di balik semua itu adalah penyair dan budayawan Rida K Liamsi. Yayasan Sagang secara konsisten telah memberikan anugerah Sagang untuk penyair dan seniman terbaik Melayu selama 14 tahun semenjak anugerah Sagang diberikan untuk pertama kalinya pada 1996. Pada Anugerah Sagang ke-15 di tahun 2010 ini Yayasan Sagang akan memberikan pula anugerah khusus (special achievement) yang diberi nama Anugerah Sagang Kencana.

Anugerah Sagang seperti yang dilakukan secara konsisten dan semakin berkualitas oleh Yayasan Sagang sangat besar artinya dalam memotivasi para penyair, seniman/budayawan kita untuk menghasilkan karya-karya unggul, membanggakan, dan bernilai tinggi di hati masyarakat. Kita senantiasa memerlukan sentuhan kesusastraan dan kesenian yang berkualitas sebagai sitawar sidingin untuk perilaku masyarakat kita yang terperangkap dalam sebuah sindrom anomi.

kolom - Riau Pos 18 Oktober 2010
Tulisan ini sudah di baca 1242 kali
sejak tanggal 18-10-2010

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat