drh. Chaidir, MM | Awas Zombie | PERNAH dengar zombie? Zombie adalah istilah yang digunakan untuk mayat hidup dalam film horor ataupun film fantasi yang sangat menakutkan. Zombi digambarkan sebagai mayat yang tidak berpikiran dan sangat bernafsu memangsa manusia, khususnya otak manusia yang dijadikan target santapan utamanya. Film
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Awas Zombie

Oleh : drh.chaidir, MM

PERNAH dengar zombie? Zombie adalah istilah yang digunakan untuk mayat hidup dalam film horor ataupun film fantasi yang sangat menakutkan. Zombi digambarkan sebagai mayat yang tidak berpikiran dan sangat bernafsu memangsa manusia, khususnya otak manusia yang dijadikan target santapan utamanya. Film Zombie seperti itu, yang barangkali pernah kita tonton, itu adalah fiksi belaka.

Tapi, tahukah tuan dan puan bahwa zombie seperti yang ada dalam film itu, sekarang benar-benar sudah ada dalam kehidupan nyata. Zombie dalam realita kehidupan itu, sekarang bikin gaduh dunia, bukan mayat yang hidup kembali, tapi orang hidup yang berperilaku seperti zombie dalam film, setelah mereka mengonsumsi narkotika jenis baru yang disebut flakka.

Video yang menjadi viral, misalnya, menayangkan korban-korban flakka, sangat mengerikan, membuat bulu kuduk berdiri. Di antaranya, seorang pria berlari dengan cepat dan menabrakkan diri ke kaca belakang mobil dengan brutal. Badannya tertancap di potongan-potongan kaca. Ia tak mengaduh kesakitan meski sekujur tubuhnya penuh dengan pecahan kaca. Pria itu kemudian malah bangkit dan kembali berlari, menaiki atap mobil yang sedang berjalan. Ia terus bertahan sampai akhirnya terjatuh karena tak kuat menahan laju mobil. Tuhuhnya yang berlumuran darah terpental menabrak tembok. Ia belum merasa kesakitan, bahkan kembali bangkit, berlari, dan kembali menabrakkan dirinya.

Hal itu terjadi karena orang yang mengonsumsi flakkta merasa dirinya tidak seperti manusia, mereka seperti orang gila akibat perasaan kesenangan yang berlebihan, juga sekaligus perilaku waspada yang berlebihan, agresivitas tinggi, dan tak sadarkan diri. Seperti diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso (Buwas) pengguna flakka berkelakuan sangat agresif seperti zombie atau mayat hidup. Flakka ternyata peredarannya sudah masuk Indonesia. "Kemarin laboratorium kami mengecek sebuah paket sitaan narkoba dan ternyata itu Flakka. Memang sudah masuk Indonesia," ujar Buwas di sela menghadiri acara pelantikan kader anti narkoba di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, 21 Juli 2017 (Tempo.co).

Seperti dikutip media, pada kesempatan yang sama Buwas menuturkan,masuknya Flakka ini makin mempersuram kasus peredaran narkoba di Indonesia. Apalagi disadari, ada kondisi yang sangat memprihatinkan. Baru-baru ini BNN menggagalkan peredaran narkoba jenis Sabu yang dikirim dari Cina sejumlah satu ton, tapi yang lolos jauh lebih banyak. Seperti dilaporkan Tempo.co, "Sebelum puasa kami kecolongan karena lima ton sabu sudah berhasil masuk dan diedarkan di Indonesia," ujar Buwas. Buwas menuturkan, data yang diterima pihaknya dari pemerintah Cina, sabu yang diproduksi di Cina dan dikirim ke Indonesia pada tahun 2016 mencapai 250 ton. Itu baru Cina saja. Padahal, menurut Buwas sedikitnya 10 negara lain ikut mengirim narkoba ke Indonesia. "Narkoba jadi bukan lagi sekedar alat untuk bisnis, tapi sengaja untuk hancurkan generasi," ujarnya.

Sekarang kita paham kenapa Presiden Filipina Rodrigo Duterte main tembak dalam perang melawan pedagang narkoba di negerinya. Dari berbagai berita di media massa, Presiden Duterte telah menghabisi tidak kurang dari 8.000 pengedar narkoba. Duterte mengatakan ia berada di jalur yang benar dan tidak melanggar hak asasi manusia, dan tidak pernah menginstruksikan polisi menembak mereka yang tidak menolak ditangkap. Presiden Duterte mengatakan awal tahun kemarin, ia hanya akan menghentikan penindakan, yang telah menewaskan ribuan tersangka narkoba, kalau pedagang narkoba menghentikan perdagangan mereka.

Di negeri kita, kendati tidak dalam bahasa dan cara yang brutal, Presiden Jokowi telah minta jajaran kepolisian untuk bertindak tegas menembak saja para pengedar narkoba. Tidak hanya Presiden, kegeraman kita pun terasa sampai di ubun-ubun berhadapan dengan sepak terjang para pengedar narkoba yang semakin menggila. Semakin gencar operasi pemberantasan yang dilakukan aparat, semakin peredaran itu membabi buta. Tak ada taku-takutnya, tak ada mati-matinya. Bahkan di penjara pun bandar dan pengedar narkoba ini mahir kucing-kucingan. Fakta seputra flakka yang diungkapkan Buwas semakin membuat kita bertambah miris terhadap masa depan generasi muda kita.

Dipublikasikan oleh

Erba Vidya Cikta

Erba Vidya Cikta


kolom - Riau pos 24 Juli 2017
Tulisan ini sudah di baca 211 kali
sejak tanggal 24-07-2017

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat