drh. Chaidir, MM | Kolektor Kecebong | BERUDU alias cebong alias kecebong tiba-tiba menjadi buah bibir. Gerangan mimpi apakah anak-anak itu? Mungkin mereka mimpi berenang sepuas-puasnya di kubangan luas tak bertepi, atau mungkin mimpi waktu tak bergerak, sehingga memberi peluang bagi mereka untuk selamanya tak kehilangan masa kanak-kanak
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Kolektor Kecebong

Oleh : drh.chaidir, MM

BERUDU alias cebong alias kecebong tiba-tiba menjadi buah bibir. Gerangan mimpi apakah anak-anak itu? Mungkin mereka mimpi berenang sepuas-puasnya di kubangan luas tak bertepi, atau mungkin mimpi waktu tak bergerak, sehingga memberi peluang bagi mereka untuk selamanya tak kehilangan masa kanak-kanak yang menyenangkan. (Kan ada pepatah, "Besar berudu di kubangan, besar buaya di lautan"). Bila waktu bergerak, maka berudu itu akan mengalami metamorfosis menjadi katak.

Ini bukan dongeng, atau berita hoax, tapi kisah nyata. Tidak banyak di antara satwa lemah sejenis di seluruh dunia yang bernasib baik seperti kecebong Indonesia. Kecebong Indonesia beruntung karena digemari oleh Presiden Jokowi. Opo ora hebat? Seperti pernah menjadi viral di media maya, Presiden Jokowi ternyata oh ternyata, memiliki hobi yang terbilang aneh bin ajaib: suka memelihara kecebong dan katak. Hobi tersebut sudah bermula sejak menjabat sebagai Walikota Solo dan tetap dijalani saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Konon, karena kesibukannya sebagai Presiden, hobi tersebut tak lagi bisa dilanjutkan.

Kecebong yang dipelihara Presiden Jookowi tentu saja bermetamorfosis menjadi katak. Dan katak-katak inilah yang mengeluarkan suara. Dengan mendengar suara kodok itu, terlebih saat hujan, Presiden Jokowi mengaku merasakan ketenangan. "Supaya kalau malam ada suara kodok, kwang-kwong, kwang-kwong, kwang-kwong. Kan enak, jadinya fresh otaknya," ujar Presiden Jokowi, suatu ketika.

Sang putera bungsu Kaesang Pangarep (22), suatu kali buka rahasia hobi aneh ayahandanya di acara Mata Nawa (24/2/2016 lalu). "Bapak itu dua minggu sekali suka ambil kecebong di kolam. Dipelihara, jadi lebih banyak," tutur Kaesang kepada pembawa acara Najwa Shihab. "Dipindahin, nanti jadi kodok," tutur Kaesang yang disambut tawa penonton Mata Najwa di studio.

Sebenarnya, tidak ada yang baru di bawah matahari. Dalam fenomena biologi, perubahan bentuk tersebut dari dulu sampai sekarang belum berubah. Telur-telur katak menetas jadi kecebong, kira-kira delapan pekan kemudian kakinya mulai tumbuh; seiring tumbuhnya kaki, ekor kecebong mulai mengecil dan bersembunyi. Sebagian menyebut ekornya dimakan oleh kecebong yang mulai lupa akan ekornya. Ketika sistem paru-paru mulai berkembang, insangnya mulai menghilang. Maka dunia kecebong tinggal sejarah, mereka berubah menjadi katak dewasa yang bisa hidup di dua dunia, di air maupun di darat. Metamorfosis dari kecebong menjadi katak itu sifat permanen, sekali menjadi katak mereka tak bisa berubah kembali menjadi kecebong.

Begitulah kehidupan kecebong. Dalam Ensiklopedi Indonesia, kecebong disebut sebagai larva hewan amfibia; biasanya berekor hidup di air dan bernafas dengan insang; kecebong adalah anak katak. Hampir seluruh satwa amfibia Indonesia diwakili oleh katak dan kodok, yang menunjukkan keragaman ukuran, bentuk, dan perilaku. Satwa ini sering muncul dalam cerita rakyat dan seni, juga menjadi bagian penting ekosistem lahan basah dan bernilai sangat penting bagi manusia. Mereka menolong mengatur pertumbuhan hama pertanian serta menjadi petunjuk kesehatan lingkungan.

Lalu apa hubungannya dengan topi hitam bertuliskan "Kolektor Kecebong" yang digunakan oleh Kaesang dalam beberapa kunjungan bersama ayahnya, apakah dimaksudkan untuk merepresentasikan hobi sang ayahanda mengoleksi kecebong atau menyindir pencitraan diplomasi sang ayah, atau menyindir haters alias pembenci Jokowi di medsos yang sering menyebut Jokowi sebagai kecebong? Multitafsir.

Menariknya, Kamus Indonesia-Inggris dan Inggris-Indonesia, Edisi Ketiga Yang Diperbaharui karya John M. Echols dan Hassan Shadily (2014), menyebut kecebong itu memiliki dua makna, pertama, jelas, adalah anak katak itu; kedua, bermakna sebagai obrolan, sebagai percakapan ramah-tamah (chitchat, small talk). Disebutkan, orang yang mengecebong berarti orang yang memberi iming-iming (lure with sweet talk). Mengecebongkan berarti membual tentang sesuatu (boast of something). Dan, pengecebong adalah pembual, mulut ember (blabber-mouth). Tafsir mana yang kita pakai? Kirim aku topinya, Kaesang, Please.

Dipublikasikan oleh

Erba Vidya Cikta

Erba Vidya Cikta


kolom - Riau pos 10 Juli 2017
Tulisan ini sudah di baca 208 kali
sejak tanggal 10-07-2017

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat