drh. Chaidir, MM | Jebakan Betmen  | LAZIMNYA istilah
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Jebakan Betmen

Oleh : drh.chaidir, MM

LAZIMNYA istilah "Jebakan Betmen" dipakai oleh anak-anak Kaskus untuk menyebut jebakan link bagi pengunjung awam yang tergoda melihat situs yang ditawarkan, biasanya berupa situs promosi, afiliasi, porno, cheat game, dan sebagainya, bahkan ada pula yang mengarah kepada situs yang mengagetkan dan menakutkan. Isi situs link tersebut berbeda sama sekali dengan judul link-nya. Secara harfiah, jebakan betmen merupakan istilah metamorfosis untuk kondisi-kondisi konyol yang tak terduga.

Jebakan tersebut dinamakan menurut tokoh superhero DC Comics karena terinspirasi dari film Batman. Sang superhero memiliki gua persembunyian atau markas yang diberi nama "Batcave". Gua ini dibangun sedemikian rupa, memiliki banyak jebakan untuk mencegah musuhnya menyelinap masuk. Pada sisi lain, Batman dan Robin sendiri, seperti kita tonton, gampang sekali kena tipu, dan gampang masuk ke jebakan yang dibuat oleh musuhnya.

Istilah "Kaskus" itu sendiri adalah sebuah situs forum komunitas maya, merupakan singkatan dari Kasak Kusuk. Kedengarannya iseng sekali. Namun dalam perjalanan waktu, komunitas ini menjadi tersbesar dan nomor satu di Indonesia dewasa ini. Padahal bermula dari sekadar hobi sebuah komunitas kecil. Kaskus disebut dikunjungi sedikitnya 15.000.000 page view setiap harinya. Pengguna Kaskus umumnya berasal dari kalangan remaja hingga orang dewasa yang berdomisili di Indonesia maupun di luar Indonesia.

Kini, Jebakan Betmen menjadi populer dan menarik sebagai bahan guyonan dan sekaligus gunjingan dalam berbagai komunitas di masyarakat, tak ketinggalan di bidang politik dan ekonomi. Kita seringkali berhadapan dengan "kekalahan-kekalahan" yang tak perlu, yakni suatu kondisi dimana kita, terkadang secara konyol terperangkap pada kondisi dimana seharusnya kita bisa dengan mudah mencegah atau menghindarinya, andai saja kita lebih waspada sebelumnya. Tapi apa daya, nasi sudah jadi bubur, persis seperti penyesalan ketika kita mengklik "iklan" link Kaskus tersebut. Masuk mudah, hanya sekerdip mata, tapi untuk keluar bukan main susahnya, bahkan segala penjuru seakan tertutup.

Menyaksikan pilgub DKI Jakarta 2017 yang superheboh, tak ubahnya laksana memasuki gua Batcave milik Batman yang penuh jebakan itu. Umpan-umpan yang sangat menarik dan cantik terpasang dimana-mana, gampang disambar oleh mereka yang masih lugu atau mereka yang lalai, atau sekedar ingin mencoba-coba. Di permukaan banyak kemudahan dalam berbagai bentuk yang menjanjikan, tapi didalamnya penuh jebakan sehingga yang sudah masuk tidak mudah untuk keluar. Ingin keluar, berarti menjilat ludah sendiri. Adakalanya bak buah simalakama pula, keluar mati ibu, tetap di dalam perangkap mati bapak.

Dari tiga paslon yang bertanding di putaran pertama, entah paslon mana yang memasang Jebakan Betmen, atau lebih tepatnya entah paslon mana yang terkena Jebakan Betmen. Agus Harimurti dan SBY misalnya, pada awalnya dihujat dan dicaci maki karena dianggap memecah suara, kini justru setelah Agus Harimurti secara kesatria mengakui kekalahannya, dia (dan juga SBY) disanjung dan dipuji justru oleh kedua kubu kompetitornya. Demikian juga para pengamat yang terpolarisasi dalam beberapa kubu kepentingan, memuji strategi SBY yang berada di belakang Agus Harimurti. Hanya SBY sajalah yang tahu apakah keadaan ini betul-betul hasil dari sebuah strategi, ataukah hanya sebuah blessing in disguess.

Pada lintasan lain, mantan Ketua KPK Antasari yang masuk ke pusaran politik di tengah hiruk-pikuk pilgub DKI Jakarta, terkondisikan pula berada dalam sebuah kongkurensi dengan SBY. Melihat gelagat Pilgub DKI Putaran kedua, jangan-jangan Antasari bakal terkena Jebakan Betmen. Pertanyaannya, gerangan siapakah sutradara Batman-nya? Kita tonton sajalah.



Dipublikasikan oleh

Erba Vidya Cikta

Erba Vidya Cikta




kolom - Riau Pos 20 Februari 2017
Tulisan ini sudah di baca 254 kali
sejak tanggal 20-02-2017

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat