drh. Chaidir, MM | Realisasikan Segera Jangan Tunda | WALAU kami murid Sekolah Rakyat nun di sana di sebuah dusun terpuruk di kaki Bukit Barisan di hulu Batang Rokan, tapi beberapa di antara kami hafal di luar kepala sebuah kalimat kata-kata mutiara dalam Bahasa Inggris yang tertera di sampul buku kami (padahal Bahasa Indonesia saja tidak lurus...hehe.
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Realisasikan Segera Jangan Tunda

Oleh : drh.chaidir, MM

WALAU kami murid Sekolah Rakyat nun di sana di sebuah dusun terpuruk di kaki Bukit Barisan di hulu Batang Rokan, tapi beberapa di antara kami hafal di luar kepala sebuah kalimat kata-kata mutiara dalam Bahasa Inggris yang tertera di sampul buku kami (padahal Bahasa Indonesia saja tidak lurus...hehe...). "Don’t wait till tomorrow what you can do it today."

Guru kami Engku Guru Sholat – dengan pronounce gaya kampungnya, entah tepat entah tidak wallahualam - mengajar kami cara mengeja bahasa bule tersebut. Tak jadi soal, yang penting kami hafal dan mengerti maksudnya. "Jangan tunggu sampai besok, apa yang dapat kamu kerjakan hari ini." Elaborasinya, menurut Engku Guru, tugas apapun yang diberikan oleh orangtua dan guru, jangan bilang nanti atau besok, kerjakan langsung, supaya tidak lupa. Sederhana sekali.

Orang-orang jadul pasti banyak yang paham frasa tersebut. Mudah dipahami maksudnya. Namun nasihat yang sederhana itu bukan main susah dalam implementasinya. Paradigmanya justru terbalik, kalau bisa tunda mengapa harus dikerjakan hari ini; hari ini kita bersenang-senang dulu, soal pekerjaan banyak yang mengerjakan; esok kan masih ada hari; negara banyak yang urus, dan seterusnya, dan seterusnya, masih banyak pembenaran frasa lebay bin alay.

Akhirnya, akibat lalai suka menunda-nunda pekerjaan, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada umumnya selalu menumpuk di akhir Tahun Anggaran. Semua Organisasi Perangkat Daerah – OPD (dahulu SKPD) berpacu melaksanakan kegiatan di akhir tahun seperti seminar-seminar, pengadaan barang habis pakai, FGD, bimtek, perjalanan dinas, bahkan kunjungan studi banding ke luar negeri. Semua dipaksakan pada akhir tahun supaya realisasi APBD tidak jeblok-jeblok amat.

Staf bagian keuangan yang harus memverifikasi berita acara penyelesaian pekerjaan dan memroses administrasi keuangan untuk pembayaran kegiatan, terpaksa bekerja dari pagi sampai pagi alias 24 jam nonstop. Beban pekerjaan menumpuk tak lagi manusiawi. Semua nyerempet-nyerempet bahaya, vivere vericoloso. Namun ada pula ungkapan orang Inggris yang ngeri-ngeri sedap, "more risk more money" (semakin besar risiko semakin tinggi nilai uangnya).

Istilah "menghabiskan anggaran" di akhir Tahun Anggaran sudah lama dikenal oleh publik. Publik paham, kesibukan luar biasa di perkantoran di akhir tahun diterjemahkan sebagai mengejar jam tayang alias mengejar target. Ada kegiatan-kegiatan yang bila tak terlaksana dalam tahun anggaran berjalan bisa dianggarkan kembali, tapi ada yang tidak bisa dianggarkan kembali karena sudah kadaluwarsa atau ada kegiatan lain yang lebih mendesak. Di samping itu daya serap APBD yang rendah di sebuah OPD, menyebabkan pimpinan OPD yang bersangkutan dianggap memiliki kinerja yang rendah, kecuali ada alasan manajerial yang dapat dipahami oleh atasan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tidak bisa dipungkiri, beberapa pekerjaan fisik yang sifatnya konstruksi memerlukan waktu pelaksanaan yang relatif lama, misalnya pekerjaan pembangunan gedung, jalan, jembatan, dan pekerjaan-pekerjaan sejenis. OPD terkait tentu harus menyusun perencanaan pelaksanaan konstruksi dengan akurat dan menyusun schedule akurat. Semua pekerjaan yang bukan proyek tahun jamak, paling lambat harus selesai masa pemeliharaannya minggu pertama Desember, minggu kedua digunakan untuk opname pekerjaan dan penyusunan berita acara penyelesaian masa pemeliharaan, untuk kemudian diajukan untuk pembayaran pelunasan biaya pemeliharaan.

Bila pemeliharaan sudah harus selesai minggu pertama Desember (bila masa pemeliharaan 30 hari kalender), maka fisik pekerjaan konstruksi tersebut sudah harus selesai 100 persen pada minggu pertama November. Berapa lama waktu pelaksanaannya? Tergantung, bila waktu pelaksanaannya enam bulan misalnya, maka pekerjaan secara kontraktual harus sudah mulai awal Mei; bila masa pelaksanaan tujuh bulan berarti awal April sudah mulai kerja.

Bila awal April sudah mulai kerja, maka proses tender sudah harus dilakukan pada akhir Februari. Dan keseluruhan dokumen lelang pekerjaan tentu sudah harus siap pada minggu kedua Februari. Dan besok pagi (Rabu) kita sudah memasuki bulan Februari 2017. Dan sebenarnya setiap OPD sudah harus menghitung mundur waktu pelaksanaan APBD 2017, bila tak mau menyesal di kemudian hari.

Seluruh OPD memang harus bekerja keras untuk meningkatkan kinerja. Tak ada alasan untuk menunda-nunda pekerjaan. Bila fungsi manajemen pemerintahan berjalan dengan baik, setiap OPD akan dapat melaksanakan tugas pokoknya dengan baik. Bagi habis tugas secara proporsional, sehingga mesin OPD berjalan secara optimal. Semua digerakkan untuk ikut memikul beban tugas, dengan demikian semua ikut bertanggung jawab. Era kucing-kucingan dalam mempersiapkan dokumen penyelesaian pekerjaan di akhir tahun anggaran sudah harus ditinggalkan.

Setiap OPD harus memiliki kesadaran (consciousness) bahwa dalam era tatakelola yang baik atau good governance (atau lebih hebat lagi, good corporate governance) setiap organisasi harus mengembangkan budaya keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), responsbilitas (responsibility) dan kewajaran atau sportivitas (fairness). Setiap pimpinan OPD yang umumnya sudah melalui fit and proper test atau assessment, tentu sudah memahami dengan baik komponen-komponen tersebut, apalagi di tengah tumbuhnya kesadaran publik terhadap keterbukaan informasi. OPD jangan menyelenggarakan tugas dan melaksanakan APBD dengan baik sesuai jadwal karena ketakutan diawasi KPK dan aparat penegak hokum, tapi harus tumbuh dari sebuah kesadaran bahwa APBD itu adalah untuk kepentingan publik. Kerjakan sekarang juga, Bro. Bismillah...


Dipublikasikan oleh

Erba Vidya Cikta

Erba Vidya Cikta




kolom - Koran Riau 31 Januari 2017
Tulisan ini sudah di baca 285 kali
sejak tanggal 31-01-2017

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat