drh. Chaidir, MM | David vs Goliath | SESAAT sebelum debat kandidat cagub DKI Jakarta 13/1 malam, aku menulis status di akun FB
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

David vs Goliath

Oleh : drh.chaidir, MM

SESAAT sebelum debat kandidat cagub DKI Jakarta 13/1 malam, aku menulis status di akun FB "Penasaran menunggu debat kandidat pilgub DKI sebentar lagi (bukan masalah dukung mendukung); kira-kira bagaimana ya Agus Harimurti (yang masih bisa dibilang belia dalam dunia politik) berhadapan dengan kandidat lain yang kaya pengalaman: Basuki Tjahaja Purnawa (incumbent, pasti sangat menguasai masalah) dan Anies Baswedan (guru besar dan mantan menteri). Saya teringat nasihat Prof Mehrabian, dalam debat seperti itu berlaku rumus "3V" (Vocal, Verbal dan Visual) masing-masing pengaruhnya 7 persen, 38 persen, dan 55 persen. Tiga hal tersebut sangat menentukan".

Dipandu moderator cantik dan brilian, Ira Koesno, debat tersebut berlangsung seru. Dalam pandanganku panggung debat ini lebih hidup dan menegangkan daripada debat capres 2014 lalu. Satu dan lain hal disebabkan oleh "Ahok Factor" (yang semua orang sudah paham), turun gunungnya mantan menteri Anis Baswedan, dan last but not least, kemunculan mendadak Agus Harimurti seorang anak muda yang masih dianggap bau kencur dalam dunia politik.

Adalah wajar bila berbagai media pada tanggal 14/1 menyebut Ahok unggul dalam debat tersebut disusul Anies dan kemudian Agus, atau Anies unggul disusul Ahok kemudian Agus. Dengan kata lain, Agus diberi ponten rangking ketiga dari tiga kandidat. Secara substansial realitasnya memang demikianlah yang terlihat di panggung.

Seperti diprediksi, Basuki Tjahaja Purnama yang populer dengan panggilan Ahok, sangat menguasai data dan permasalahan. Wajar. Sebab Ahok adalah incumbent yang ditempa oleh pahit getir (atau bahkan dihajar) berbagai persoalan di ibukota. Dengan demikian Ahok memiliki jurus yang mangkus untuk menangkis berbagai persoalan. Oleh Karena itu Ahok terlihat paling rileks dalam debat tersebut.

Sementara Anies Baswedan sudah sejak lama mendapatkan predikat sebagai intelektual dan akademisi terpandang di tanah air, sampai kemudian terpilih menjadi Rektor Universitas Paramadina pada 2007 (rektor termuda di Indonesia pada masanya). Ia kemudian dipercaya pula duduk dalam Kabinet Kerja Presiden Jokowi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2014). Verbal ability dan communication ability Anies tidak disangsikan lagi.

Siapa Agus Harimurti? Pada awalnya ketika namanya tiba-tiba muncul sebagai salah seorang kandidat, dia dianggap anak bawang. Tapi penampilannya yang cerdas, tenang dan santun, cukup memikat. Beberapa jajak pendapat menjelang penutup tahun 2016 lalu menyebut elektabilitasnya berada di atas Ahok dan Anies. Litbang Kompas menyiarkan hasil surveinya pada tanggal 21 Desember 2016 (Harian Kompas halaman pertama). Hasilnya, elektabilitas pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni tercatat paling tinggi, yakni 37,1 persen. Posisi itu dibayangi ketat oleh pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnawam-Djarot Saiful Hidayat yang mendapat 33 persen. Di posisi ketiga pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan potensi keterpilihan 19,5 persen. Yang belum menentukan pilihan 10,4. Nah lo..

Tapi hasil berbeda ditunjukkan oleh LSI pimpinan Denny JA. Hasil survei yang dikutip dari Twitter @LSI_Lembaga (15/12/2016), menunjukkan bila Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta berlangsung hari ini (ketika survei dilakukan), sebanyak 31,8 persen responden memilih Ahok-Djarot, pasangan Agus-Sylvi dipilih 26,5 persen responden, dan Anies-Sandi mendapat dukungan 23,9 persen. Sedangkan, responden yang menyatakan tidak tahu atau masih merahasiakan pilihannya mencapai 17,8 persen.

Agus-Sylvi ternyata tak bisa diabaikan. Namun demikian tetap saja, dalam masalah debat publik, Agus dianggap sulit mengimbangi Ahok dan Anies. Tapi Denny JA (dalam www.inspirasi.co) punya pendapat yang menarik, bahwa debat cagub DKI lebih menguntungkan Agus. Itu bukan karena Agus unggul dalam kualitas debat, tapi Agus melampaui ekspektasi publik. Sementara Anies dan Ahok, kemampuannya yang baik itu sudah diduga dan diketahui publik.

Persepsi publik sebelum debat yang under estimate (anggap remeh) terhadap kemampuan Agus justru menguntungkannya. Buktinya, sebuah survei cepat yang dibuat Hanta Yuda (Poll Tracking) yang disiarkan TV One setelah debat, Agus Harimurti tetap unggul nomor satu. Weleh weleh...akankah seperti David vs Goliath dalam cerita kenabian itu? Kita saksikan dua debat berikutnya tanggal 27/1 dan 10/2. Mendebarkan.



Dipublikasikan oleh

Erba Vidya Cikta

Erba Vidya Cikta





kolom - Riau Pos 16 Januari 2017
Tulisan ini sudah di baca 163 kali
sejak tanggal 16-01-2017

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat