drh. Chaidir, MM | KISSMe Please | DALAM Bahasa Inggris
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

KISSMe Please

Oleh : drh.chaidir, MM

DALAM Bahasa Inggris "kiss me please" maksudnya kira-kira, ciumlah aku. Di dunia Barat sana, ungkapan itu biasa saja. Pornokah ulasan ini? Tunggu dulu, perhatikan baik-baik dan pelan-pelan. "KISSMe" dan "kiss me" serupa tapi tak sama. Serupa karena huruf-huruf dan pronounce-nya persis sama, tak sama karena cara penulisan dan maksudnya beda. Dimanakah letak tak samanya? Maka jangan kemana-mana Bro, lanjutkan saja baca ulasan ini.

Ini soal rencana pembangunan flyover (jalan layang) Arengka, persisnya di simpang empat Jalan Tuanku Tambusai Soekarno Hatta, simpang mal SKA, Pekanbaru. Seperti diberitakan berbagai media di Pekanbaru akhir tahun lalu, pembangunan flyover yang dirancang mirip flyover Semanggi Jakarta oleh Pemerintah Provinsi Riau, dibatalkan karena faktor tidak tersedianya lahan dalam luas yang memadai. Padahal Detailed Engineering Design (DED) pembangunan flyover tersebut sudah ada.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman kepada Riau Pos (23/12). "Jadi flyover yang di simpang Mal SKA tersebut tidak seperti flyover yang ada di Jalan Sudirman (Pekanbaru). Flyover yang akan dibuat lebih besar seperti Jembatan Semanggi yang ada di Jakarta, sehingga membutuhkan lahan yang cukup luas," ujar Gubernur.

Fungsi flyover tersebut di samping akan mengurai kemacetan lalu-lintas juga digadang-gadang akan menjadi salah satu ikon Pekanbaru ibukota Provinsi Riau. Namun salah satu kendalanya menurut gubernur adalah, sekarang sudah ada bangunan baru yang sedang dibangun oleh pihak swasta tepat di dekat persimpangan tersebut, yaitu Living World, sebuah pusat perbelanjaan dan pusat bisnis modern di Pekanbaru.

Pertanyaannya, mana yang lebih penting atau mana yang harusnya didulukan, flyover-kah atau Living World? Menjawab pertanyaan ini sama sulitnya dengan menjawab pertanyaan (secara serius) mana yang lebih dulu ayam atau telur? Masing-masing ada argumentasinya. Keduanya, flyover dan Living World, adalah investasi untuk mengangkat kesejahteraan ekonomi masyarakat. Hanya saja flyover merupakan investasi pemerintah, sedang Living World adalah investasi swasta.

Pembangunan flyover secara sederhana memang bertujuan untuk mengatasi kemacetan (memperlancar lalu-lintas) sekaligus memberikan kebanggaan bagi kota, tapi pada sisi lain bermakna akan memperlancar arus orang dan barang sehingga dengan demikian perdagangan akan lebih bergairah dan pada gilirannya akan memperlancar pelayanan kebutuhan masyarakat.

Pembangunan flyover di sebuah kota juga akan memberi kesan pemerintah serius membangun infrastruktur dasar, dan hal ini akan menjadi daya tarik bagi sektor swasta untuk melakukan investasi. Investasi pihak swasta akan membuka lapangan pekerjaan. Semakin berkembang investasi swasta semakin banyak lapangan pekerjaan tersedia.

Pemerintah tidak bisa menyediakan lapangan pekerjaan kecuali melalui penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang jumlahnya amat sangat terbatas dan menyediakan lapangan kerja semusim bagi pekerja-pekerja proyek pemerintah.

Pembangunan Living World adalah investasi pihak swasta yang kita butuhkan (investasi swasta inilah yang diharapkan dari pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah). Pengaruhnya akan sangat besar terhadap perekonomian kota, bahkan daerah secara umum. Keberanian pihak swasta melakukan investasi memberi sinyal, pihak swasta meyakini kebijakan pembangunan kota dinilai sudah kondusif. Sebaliknya, bila pihak swasta tidak tertarik untuk berinvestasi di sebuah kota, itu artinya kota tersebut tidak menarik dan tidak memiliki potensi atau ada sesuatu yang salah dalam strategi pengembangan kota.

Jadi kalau ditanya mana yang lebih dibutuhkan, flyover atau Living World? Kedua-duanya diperlukan dan dibutuhkan. Kedua flyover (di perempatan Arengka Panam dan di perempatan Mal SKA) diharap tetap dibangun dan Living World segera menuntaskan proyeknya, bahkan diharapkan akan ada bangunan-bangunan sejenis di berbagai sudut kota Pekanbaru yang menciptakan banyak lapangan kerja.

Agaknya, rencana pembangunan flyover itu perlu perencanaan ulang, tidak perlu terlalu ambisius menyontoh flyover Semanggi di Jakarta, bangun saja seperti dua buah flyover yang sudah ada di Jalan Jend Sudirman, Pekanbaru, yang penting flyover tersebut fungsional. Dengan demikian keberadaan Living World tak perlu dipersoalkan.

Ke depan Pemerintah Provinsi dan pemerintah Kabupaten/Kota perlu melakukan pendekatan "KISSMe" dalam melakukan koordinasi sehingga keseluruhan program pembangunan bisa berjalan dengan optimal. KISSMe yang dimaksud adalah akronim dari Komunikasi, Integrasi, Sinergi, Simplifikasi dan Mekanisme. Pada dasarnya proses koordinasi mempunyai unsur penting tersebut dalam pelaksanaanya (Sulistyowati, dkk. 1999).

Fungsi komunikasi dalam organisasi akan memadukan secara terorganisasi berbagai aktifitas (Kadarman dan Udaya, 1992). Fungsi integrasi akan menyatukan tindakan-tindakan berbagai badan, instansi, unit, sehingga merupakan suatu kebulatan pemikiran dan kesatuan tindakan yang terarah pada suatu sasaran yang telah ditentukan dan disepakati bersama (Sugandha, 1991). Sinkronisasi diperlukan sebagai upaya untuk menyesuaikan, menyelaraskan kegiatan-kegiatan, tindakan-tindakan pada unit-unit sehingga diperoleh keserasian dalam pelaksanaan tugas atau kerja.

Dan bila itu semua dilakukan secara terorganisasi dengan akal sehat untuk menemukan cara-cara yang lebih baik dan lebih mudah dalam menjalankan suatu tugas, itulah yang disebut simplifikasi. Dan terakhir komponen KISSMe menurut Shortell dan Mintberg dalam Arifin (2000), mengemukakan lima mekanisme koordinasi kegiatan suatu organisasi antara lain saling menyesuaikan (mutual adjustment), supervisi langsung (direct supervision), standarisasi prosedur kerja, standarisasi output dan outcome, serta standarisasi keterampilan kerja.

Dengan KISSMe koordinasi akan lancar dan semua kerja akan "menjadi" secara manajerial.

kolom - Koran Riau 10 Januari 2017
Tulisan ini sudah di baca 355 kali
sejak tanggal 10-01-2017

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat