drh. Chaidir, MM | Om Telolet Om | AKHIRNYA kita menutup tahun 2016 dengan jenaka. Seseorang pasti putus saraf tertawanya atau terserang sakit gigi akut bila tidak tertawa melihat tingkah-polah
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Om Telolet Om

Oleh : drh.chaidir, MM

AKHIRNYA kita menutup tahun 2016 dengan jenaka. Seseorang pasti putus saraf tertawanya atau terserang sakit gigi akut bila tidak tertawa melihat tingkah-polah "Om Telolet Om". Tak disangka tak diduga, kejenakaan itu melintasi benua, padahal bermula hanya dari keisengan anak-anak, begitu simpel, begitu sederhana, bahkan begitu tak bermakna. Tapi sesuatu yang tak bemakna itu mendunia secara tak masuk akal, absurd.

Dunya kahe kata orang India. It's the world kata orang Inggris. Begitulah dunia kata kita. Virus "Om Telolet Om" itu menyebar supercepat ke seluruh dunia, seketika menjadi kegilaan dan perbincangan di mana-mana. Seperti banyak diberitakan, "Om Telolet Om" itu sendiri sebenarnya bermula dari Jepara, sejumlah anak-anak di pinggir jalan raya iseng menanti kedatangan bus antar provinsi. Ketika bus sudah mendekat, mereka dengan antusias meneriakkan kata "Om Telolet Om", dan klakson bernada telolet itu pun dibunyikan oleh pengemudi bus dengan senang hati. Anak-anak melompat-lompat berteriak kegirangan. Itu saja.

Siapa sangka, aktivitas sederhana ini ternyata menyedot perhatian masyarakat luas (setelah ada yang memposting di media sosial). Frasa "Om Telolet Om" kemudian mampu menduduki peringkat pertama di trending topic dunia. Angka tweet-nya juga terus bertambah seiring banyaknya Disc Jockey (DJ) kenamaan dunia turut menyuarakan "Om Telolet Om" di akunnya masing-masing. Selebritas kelas dunia seperti Zedd, DJ Snake, The Chainsmokers dan banyak lagi, tak mau ketinggalan. Seleb Korea, personel EXO, Sehun salah satunya. Di media sosial beredar sebuah video yang memperlihatkan Sehun sedang meneriakkan frasa "Om Telolet Om" dengan antusias.

Klub raksasa sepakbola Spanyol, Real Madrid, mem-posting "Om Telolet Om" di akun Facebook-nya. Madrid mengunggah foto sang superstar Cristiano Ronaldo yang sedang mengangkat trofi Piala Dunia Antarklub, yang baru diraih klub itu di Jepang, disertai kalimat, "Halo Indonesia, Om Telolet Om." Mereka menyapa supporters-nya di Indonesia dengan senyum "Om Telolet Om".

Audun Kvitland, seorang turis Norwegia pencipta lagu Nasi Padang dengan gembira menciptakan pula lagu yang berjudul Om Telolet Om. Dia mengaku terinspirasi dari trending topic yang mendunia dalam beberapa hari terakhir ini. Lagu Om Telolet Om ini bisa kita akses melalui media sosial.

Dari Los Angeles diberitakan, demam "Om Telolet Om" menghinggapi pula pemimpin Amerika Serikat, Donald Trump. Frasa "Om Telolet Om" menghujani bagian komentar foto Presiden Terpilih Amerika Serikat itu di Instagramnya. Status resmi selebrasi Presiden terpilih Donald Trump, secara kocak ditanggapi lebih dari 18 ribu komentar yang sebagian besar bertuliskan "Om Telolet Om".

DJ kondang AS Snake dan Dillon Francis meramaikan dengan mengisi komentar di foto Instagram Donald Trump. Mereka menulis "Om Telolet Om". Beberapa netizen bahkan memelesetkan kata "telolet" ke dalam jargon Trump, "Make America Great Again (MAGA)" diubah menjadi Make America Telolet Again, atau Make Telolet Great Again. Arti bebas jargon asli Trump itu kira-kira, "Bikin Amerika Kembali Berjaya". Tapi virus telolet Indonesia memplesetkan jargon itu menjadi "Buat Amerika Kembali Telolet" atau "Buat Telolet Kembali Berjaya". Berarti selama ini Amerika belum "Telolet" atau sudah "Telolet" tapi belum berjaya...hahaha…ampun DJ.

Virus "Om Telolet Om" dalam penyebarannya menjadi meaningful (sarat makna), tiba-tiba menjadi bahasa planet, dipakai sebagai alat komunikasi yang sangat unik dan dinikmati dengan penuh kejenakaan lintas benua. Tidak ada yang perlu dirisaukan dengan virus Om Telolet Om, dia justru bisa mencairkan ketegangan-ketegangan yang akhir-akhir ini banyak mewarnai kehidupan kita akibat perbedaan persepsi dalam aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, dan juga agama. Mispersepsi menyebabkan misinterpretasi, yang kemudian menimbulkan misunderstanding satu sama lain, dan tentu saja berujung fitnah. Berat. Letih kita memikulnya. Padahal kegembiraan dan kebahagiaan ternyata bisa muncul dari hal-hal sederhana, yang ringan-ringan saja. Om Telolet Om.

kolom - Riau POS 26 Desember 2016
Tulisan ini sudah di baca 390 kali
sejak tanggal 26-12-2016

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat