drh. Chaidir, MM | RITOS, Uji Coba E-Government | PEMBANGUNAN Riau Town Square and Convention Centre (Ritos) di kawasan Purna MTQ Nasional yang terletak di jantung kota Pekanbaru, nampaknya belum ada tanda-tanda segera akan (kembali) dimulai. Padahal seperti disiarkan berbagai media lokal di Pekanbaru tahun 2015 lalu, proyek raksasa ini semustinya
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

RITOS, Uji Coba E-Government

Oleh : drh.chaidir, MM

PEMBANGUNAN Riau Town Square and Convention Centre (Ritos) di kawasan Purna MTQ Nasional yang terletak di jantung kota Pekanbaru, nampaknya belum ada tanda-tanda segera akan (kembali) dimulai. Padahal seperti disiarkan berbagai media lokal di Pekanbaru tahun 2015 lalu, proyek raksasa ini semustinya telah berlanjut pembangunannya pada tahun itu. Namun, sampai berlalunya tahun 2015, dan sekarang sudah menghitung hari pula menjelang berakhirnya tahun 2016, beritanya senyap seperti batu jatuh ke lubuk.

Tetapi proyek itu rupanya belum "game oover", buktinya, beberapa hari lalu (14/11), Sekda Provinsi Riau Ahmad Hijazi, angkat bicara bahwa perjanjian tentang proyek pembangunan Ritos sedang dikaji dan dievaluasi atas perintah Gubernur Riau. Diakuinya secara jujur, melanjutkan pembangunan Ritos tak semudah seperti membalik telapak tangan. Kita paham. Memikul amanah melanjutkan megaproyek itu tentulah seperti menating minyak yang penuh.

Pemprov Riau terkesan sangat berhati-hati, dan sikap itu memang menjadi sebuah keniscayaan. Maklum, pengembangan dilakukan dengan sistem Bangun Guna Serah (BGS) dengan melibatkan pihak ketiga sehingga sama sekali tidak didanai melalui APBD Riau, tetapi aset yang dihitung sebagai penyertaan modal Pemprov Riau dalam kerjasama dengan Pihak Ketiga (PT Bangun Megah Mandiri Propetindi - PT BMMP), atau apapun bentuk perjanjiannya, merupakan aset yang sangat tinggi nilai ekonominya dan kawasan itu merupakan aset strategis. Lokasi dimana Ritos akan dibangun dianggap bersejarah karena pernah menjadi arena MTQ Nasional yang dibuka oleh Presiden Soeharto. Oleh karena itu, menurut beberapa pemikiran yang berkembang di masyarakat, pengembangan lokasi haruslah bernuansa religius.

Di samping itu, kehati-hatian penting karena pembangunan proyek tersebut menyangkut pengerahan dana yang sangat besar (1,5 trilun rupiah), tapi belum-belum sudah mangkrak. Karena tak pernah lagi terdengar kabar beritanya, Ritos hampir dilupakan masyarakat. Oleh karena itu wajar bila Sekda Provinsi Riau sangat berhati-hati. Hak, kewajiban dan manfaatnya tentu harus dihitung secara cermat. "Perjanjian yang ada kita review. Kelemahan ritos dan kita (Pemprov Riau) sedang disesuaikan dengan aspek hukum. Apakah ada yang wanprestasi, ini yang harus kita dorong," tutur Sekda Provinsi, Ahmad Hijazi seperti dikutip berbagai media.

Seperti diketahui, Ritos yang berada dalam kawasan Bandar Serai Raja Ali Hali merupakan kawasan bisnis berupa hotel bintang lima, pusat olahraga seperti bowling dan kolam renang, mal atau pusat perbelanjaan dan sarana pendukung lainnya. Ritos dibangun di atas lahan seluas 35 ribu meter persegi (3,5 Hektar) dari total 13 hektar areal Bandar Serai.

Secara konsep, dengan sistem BGS, Pemprov Riau akan mendapatkan banyak manfaat. Konon dalam hitungan-hitungannya, Pemprov Riau akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp1,5 miliar per tahunnya. Belum lagi kompensasi 0,2 persen dari setiap ruangan Ritos yang disewa. Pengembangan Ritos memang diharapkan bisa menjadi daya tarik dalam pembangunan perekonomian di Pekanbaru khususnya dan di Riau pada umumnya. Pengembangan pusat bisnis Ritos disebut tidak akan merusak dan mengganggu proses kesenian dan kebudayaan di kawasan Purna MTQ tersebut seperti yang sudah dilakukan selama ini (berdekatan dengan Ritos ada Anjung Seni Idrus Tintin yang sudah berdiri jauh sebelumnya, dan sering menyelenggarakan pagelaran seni nasional dan internasional).

Ritos juga menjanjikan penyerapan tidak kurang 5.000 tenaga kerja (sekitar 75 persen akan direkrut dengan mengutamakan pekerja lokal). Hal ini tentu saja membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, diantaranya badan pengelola, karyawan hotel dan mal, kelistrikan, transportasi, perawat klinik, kuliner, pengamanan, cleaning service, perparkiran, dan lainnya. Tak bisa dipungkiri, Ritos akan mengangkat perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, evaluasi terhadap kelanjutan Ritos memang harus dihitung secara cermat, jauh dari subjektivitas kepentingan sempit, apalagi politisasi.

Secara sederhana kita berasumsi, hasil evaluasi tentu ada beberapa kemungkinan. Pertama, proyek itu dilanjutkan tanpa ada catatan sama sekali; kedua, dilanjutkan dengan beberapa amandemen perjanjian; dan ketiga, proyek dihentikan. Namun keputusan mana pun yang diambil, pastilah bersifat strategik. Maknanya, keputusan tersebut adalah keputusan strategic yang hanya bisa diambil oleh top level management dalam sebuah organisasi.

Sekda Provinsi sebagai staf tertinggi pasti tidak akan gegabah dalam menyusun alternative keputusan bersama instansi teknis terkait. Namun, karena menyangkut manajemen yang kompleks dari sebuah megaproyek, maka menjadi suatu keniscayaan menggunakan pendekatan sistem informasi manajemen pendukung pengambilan keputusan (decision supporting system) yang berbasis komputer. Secara sederhana, ada fakta-fakta lapangan yang relevan, yang dikonversi menjadi data yang valid dan akurat, data tersebut kemudian disusun dan diolah secara sistematis berbasis computer menjadi suatu sistem informasi, selanjutnya menyusun aternatif yang matang bagi pengambilan keputusan.

Sistem informasi pendukung pengambil keputusan yang berbasis komputer diperlukan untuk meminimalisir faktor kesalahan manusia dalam pengambilan keputusan karena rumitnya sebuah pekerjaan, serta mencegah kerugian yang lebih besar. Dan sistem informasi pendukung pengambilan keputusan ini sesungguhnya sesuatu yang biasa saja dalam sebuah system informasi manajemen yang menjadi bagian dari e-government yang sudah menjadi tekad Pemprov Riau untuk melaksanakannya. Saatnya uji coba.

kolom - Koran Riau 29 Nopember 2016
Tulisan ini sudah di baca 317 kali
sejak tanggal 29-11-2016

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat