drh. Chaidir, MM | Menyiasati Boros Energi | TIDAK bisa dipungkiri, tersedianya sumberdaya energi dan berbagai fasilitas lain, merupakan instrumen penting untuk penunjang jalannya roda pemerintahan secara efektif. Manajemen pemerintahan yang efektif bermakna, semua perencanaan yang disusun terlaksana tepat sasaran, tepat waktu, tepat mutu dan
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Menyiasati Boros Energi

Oleh : drh.chaidir, MM

TIDAK bisa dipungkiri, tersedianya sumberdaya energi dan berbagai fasilitas lain, merupakan instrumen penting untuk penunjang jalannya roda pemerintahan secara efektif. Manajemen pemerintahan yang efektif bermakna, semua perencanaan yang disusun terlaksana tepat sasaran, tepat waktu, tepat mutu dan tepat "saku". Artinya, segala sesuatu yang direncanakan tercapai sesuai sasaran dan sesuai jadwal; hasilnya sesuai dengan kualitas yang diharapkan (tidak asal jadi); dan biaya yang dikeluarkan sesuai pula dengan anggaran (uang yang ada dalam saku).

Sumber daya energi dan berbagai fasilitas birokrasi yang tersedia, idealnya digunakan secara optimal untuk menunjang penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi organisasi birokrasi sehingga fungsi minimal dalam hal pemberdayaan dan pelayanan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan perencana dan ekspektasi publik.

Namun sudah menjadi rahasia umum, budaya hemat energi di kalangan pegawai birokrasi belum sepenuhnya terwujud. Yang sering kita temui adalah pemborosan penggunaan sumber daya energi, bahkan seringkali tanpa disadari akibat suatu kebiasaan yang kurang baik. Sebenarnya banyak yang sudah memiliki kesadaran hemat energi dan menggunakan fasilitas negara hanya untuk pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi lebih banyak lagi yang belum memiliki kesadaran. Apalagi kemudian para pimpinan terkesan kurang ambil perhatian dan kurang memberikan keteladanan.

Gejala umum yang terlihat: boros dalam penggunaan energi, lalai, banyak peralatan yang idle alias mubazir, tidak pandai merawat, kurang anggaran pemeliharaan, fasilitas kedinasan digunakan untuk keperluan pribadi. Dalam hal belanja pegawai misalnya, yang patut dibeli tak dibeli, yang tak patut dibeli malahan dibeli. Kebutuhan energi juga tak terencana dengan baik dan peralatan serta fasilitas yang ada tidak pula terdata dengan baik.

Inefisiensi alias borosnya pemanfataan sumber daya energi dan penyalahgunaan fasilitas kedinasan yang dimiliki oleh sebuah organisasi/instansi, sekurang-kurangnya disebabkan oleh tujuh hal, pertama, rendahnya kesadaran; kedua, minimnya pengawasan; ketiga minimnya keteladanan; keempat, rendahnya kompetensi sumber daya manusianya; kelima, belum adanya standar operasional prosedur (SOP); keenam, endahnya disiplin; ketujuh, lemahnya data.

Dan kelemahan itu sebenarnya terkait dengan lemahnya penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam institusi birokrasi kita pada umumnya. Seperti disebut Hendrik Fayol, fungsi manajemen itu terdiri dari fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengawasan. Secara singkat dikenal dengan istilah POCCC (Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling). Untuk efektifnya pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pemerintahan (termasuklah efisiensi pemanfaatan energi dan fasilitas kedinasan dan peralatan lainnya), perlu disentuh dengan POCCC-nya Fayol tersebut.

Dengan pendekatan fungsi manajemen terhadap berbagai aspek tugas pokok pemerintahan, maka seluruh sumber daya organisasi akan bisa digunakan secara efisien, dan dengan demikian sasaran akan tercapai secara efektif. Membunuh seekor nyamuk dengan Meriam misalnya, tindakan ini sangat efektif bahkan mungkin satu peluru Meriam akan membunuh ratusan nyamuk sekaligus. Tetapi tindakan tersebut tentu saja tidak efisien. Terlalu besar sumber daya fisik organisasi yang digunakan untuk sebuah sasaran yang sangat tidak seberapa.

Maka, gerakan penghematan energi dan penggunaan fasilitas kedinasan harus dikaitkan dengan penyelenggaraan praktik manajemen yang baik, tidak sekedar penghematan dengan dalih karena anggaran sedang defisit. Misalnya, penghematan atau rasionalisasi (baca: pengurangan) anggaran terpaksa dilakukan karena berkurangnya kucuran anggaran dari pemerintah pusat berupa Dana Bagi Hasil (DBH) atau dipangkasnya Dana Alokasi Umum (DAU) yang menjadi hak daerah. Gerakan penghematan energi dan penggunaan fasilitas kedinasan iitu berkaitan erat dengan penyadaran (conciousnness), bukan karena keterpaksaan akibat berkurangnya penerimaan pemasukan anggaran.

Namun demikian, kebijakan hemat energi dan efisiensi penggunaan peralatan tidak bisa dilakukan secara sporadis hanya melalui himbauan atau ajakan. Langkah efisiensi harus terencana dengan baik. Langkah awal yang harus dilakukan adalah tersedianya data yang valid tentang sumber daya fisik sebuah organisasi, yakni manusia (man), uang (money), peralatan (materials), dan mesin (machines, termasuklah disisni sumber daya energi). Keempat sumber daya tersebut digerakkan oleh sumber daya konseptual yang sangat penting yaitu informasi.

Artinya, informasi yang tidak lengkap akibat sangat amburadulnya data, akan menyebabkan organisasi tidak mengetahui secara persis posisi keberadaan sumber daya fisik yang dimiliki termasuk kebutuhan minimal sumber daya energi yang diperlukan untuk keperluan berjalannya tugas pokok dan fungsi organisasi.

Kelihatannya sepele, tapi data yang tak akurat dan valid akan membuat kebijakan gerakan efisiensi tidak tepat sasaran. Gerakan efisiensi akan menjadi tidak terarah tidak fokus. Lain yang harus dihemat lain yang dikurangi, alias lain yang gatal lain yang digaruk. Oleh Karena itu langkah pertama yang harus dilakukan dalam upaya penghematan penggunaan sumber daya energi dan penggunaan fasilitas kedinasan adalah dengan melakukan pendataan secara faktual sumber daya fisik yang dimiliki oleh sebuah institusi secara cermat. Sebelum menggunakan teknologi informasi kita bisa memulai dengan manual.

kolom - Koran Riau 25 Oktober 2016
Tulisan ini sudah di baca 162 kali
sejak tanggal 25-10-2016

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat