drh. Chaidir, MM | Story Arcandra Tahar | RASA-RASANYA tak pernah terbayangkan oleh Arcandra Tahar remaja, kisah perjalanan karirnya kelak di kemudian hari laksana permainan roller coaster, meluncur kencang terbalik-balik dengan jeritan histeris penumpang, menegangkan, memabukkan, tapi kemudian mendarat mulus dengan perasaan lega. Boleh jad
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Story Arcandra Tahar

Oleh : drh.chaidir, MM

RASA-RASANYA tak pernah terbayangkan oleh Arcandra Tahar remaja, kisah perjalanan karirnya kelak di kemudian hari laksana permainan roller coaster, meluncur kencang terbalik-balik dengan jeritan histeris penumpang, menegangkan, memabukkan, tapi kemudian mendarat mulus dengan perasaan lega. Boleh jadi, kisah unik lintasan karir seperti ini, hanya story milik Arcandra sendiri di dunia.

Tanpa didramatisasi, kisahnya memang sudah dramatis. Betapa tidak. Di luar prediksi umum, Arcandra Tahar tiba-tiba saja dilantik sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral oleh Presiden Jokowi pada reshuffle cabinet 27 Juli lalu. Menteri ESDM adalah sebuah posisi yang sangat berengsi dalam perjalanan bangsa Indonesia karena perut bumi kita kaya dengan aneka tambang, seperti minyak dan gas bumi, nikel, emas, tembaga, batubara, dan sebagainya.

Siapa sangka, jabatan itu hanya dipangkunya selama 20 hari. Presiden Jokowi seperti tanpa beban memberhentikannya setelah terjadi kontroversi hebat soal status kewarganegaraannya. Tak ada yang menyangsikan sama sekali bahwa Arcandra Tahar asli putra Minang, tapi ada bukti yang sangat sahih dia juga berstatus sebagai warga negara Amerika Serikat.

Kontroversi itu menjadi viral. Arcandra Tahar dituduh tidak memiliki rasa nasionalisme terhadap tanah tumpah darahnya ketika demikian saja menerima tawaran Amerika Serikat untuk menjadikannya sebagai warga negara. Ada pihak yang lantas membandingkannya dengan Prof BJ Habibie yang sukses luar biasa di Jerman, tetapi tetap tidak tergoda untuk menjadi warga negara Jerman. Ungkapan-ungkapan di media social menjadi liar, Arcandra dianggap menipu, berbohong terhadap bangsa Indonesia perihal status kewarganegaraannya, dan berbagai komentar lainnya.

Ketika dia diberhentikan oleh Presiden Jokowi, Arcandra Tahar menerimanya dengan lapang dada. Sekurang-kuragnya itu yang terbaca di media massa. Bila dibawa ke logika umum masyarakat di rantau Sumatera, Arcandar Tahar beserta keluarganya tentu sangat malu. Obrolan di kedai kopi menyebut, Arcandra berada dalam posisi "sikua capang sikua capeh, sikua tabang sikua lapeh" (seekor terbang seekor lepas), maksudnya, burung yang sudah di tangan lepas semua. Ada juga yang menyebut, Arcandra akan terlunta-lunta, kehilangan jabatan dan kewarganegaraan di Amerika, dan kehilangan jabatan dan kewarganegaraan di Indonesia. Bila dibawa ke tradisi Jepang tempo dulu, Arcandra mestinya sudah harakiri.

Uniknya (gila), mengejutkan media dan netizen, tidak sampai dua bulan setelah Arcandra dicopot dari kedudukannya sebagai Menteri ESDM, dia kembali dilantik oleh Presiden Jokowi pada 14/10 beberapa hari lalu, kali ini sebagai Wakil Menteri ESDM tandem dengan Ignatius Jonan sebagai Menteri ESDM. Tak pernah ada tradisi, seorang menteri yag telah diberhentikan diangkat kembali oleh Presiden yang sama menjadi orang kedua pada bidang yang sama. Presiden Jokowi ini ada-ada saja.

Tapi tunggu dulu. Presiden Jokowi tentu punya alasan yang sangat kuat untuk mengangkat kembali Arcandra Tahar walaupun hanya sebagai Wakil Menteri ESDM. Presiden pasti tidak sembarang rekrut. Arcandra Tahar adalah seorang doktor Ocean Engineering yang sangat mengerti teknologi perminyakan dunia. Bahkan ia pemilik hak paten desain teknologi floating platform di Amerika Serikat. Dan di Amerika, dia adalah salah satu bintang yang diperhitungkan. Bukankah sayang bila putra asli bangsa Indonesia yang cemerlang seperti ini tidak direkrut?

Presiden Jokowi seperti diberitakan, menyebut alasan dipilihnya Jonan dan Arcandra karena keduanya merupakan sosok pemberani, memiliki kompetensi dan keduanya mempunyai karakter yang keras kepala untuk melakukan reformasi di kementerian ESDM. Hal ini memberi indikasi, reformasi di tubuh Kementerian ESDM kelihatannya selama ini banyak hambatan. Menariknya, para netizen menyambut gembira terkait pelantikan kembali Arcandra dan Jonan.

Presiden Jokowi boleh menyebut Arcandra dan Jonan adalah sang pemberani, tapi sesungguhnya Presiden Jokowi sendirilah sang pemberani itu yang berani mengubah tradisi untuk sebuah kebaikan dan komitmen reformasi. Betul atau tidak hanya Presiden sendirilah yang tahu.

kolom - Riau Pos 17 Oktober 2016
Tulisan ini sudah di baca 161 kali
sejak tanggal 17-10-2016

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat