drh. Chaidir, MM | Berharap Tuah Lampu Aladin - 
(Bersempena Hari Jadi ke-59 Provinsi Riau) | ORANG-ORANG tahun tinggi, tak akan begitu akrab dengan metafora dongeng
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Berharap Tuah Lampu Aladin - (Bersempena Hari Jadi ke-59 Provinsi Riau)

Oleh : drh.chaidir, MM

ORANG-ORANG tahun tinggi, tak akan begitu akrab dengan metafora dongeng "Lampu Aladin". Tapi bagi orang-orang tahun rendah, istilah "Lampu Aladin" pasti tak asing baginya. Nyalakanlah lampu itu, kemudian baca abrakadabra, simsalabim, maka dewi kayangan dan emas berlian akan wujud di depan mata. Semua cita-cita jadi nyata dalam sekejap mata.

Namanya juga dongeng. Lampu Aladin di era supercanggih seperti sekarang, bernama Informasi Teknologi alias IT. Khayalan tentang suatu benda yang bisa mengubah apa saja dalam sekejap mata seperti dongeng Lampu Aladin itu telah menjadi nyata dalam wujud kemudahan yang diberikan oleh kemajuan ilmu pengetahuan. IT telah mengubah dunia secara permanen. Teknologi informasi yang menggunakan perangkat komputer bisa mempermudah dan mempercepat pekerjaan.

Dalam bentuk yang paling sederhana saja, pengiriman surat-menyurat di era "tempo doeloe" yang menghabiskan waktu berbulan-bulan, kini hanya dalam hitungan detik. Surat yang dikirim dari Jakarta ke New York misalnya, dalam beberapa detik saja sudah sampai ke alamat. Pembuatan laporan panjang bertabel-tabel yang dulu harus diketik berulang-ulang menghabis waktu dan tenaga, kini sangat mudah, tinggal "copy paste". Detil perencanaan gedung bertingkat yang dulu rumit dan sulit, melalui digital engineering segalanya menjadi mudah dan cepat. Betul kata Albert Einstein, ilmu membuat hidup menjadi mudah.

Oleh karena itulah dalam beberapa tahun terakhir ini, manajemen korporasi dan pemerintahan modern di seluruh dunia pasti menggunakan IT. Banyak keputusan strategis yang menyangkut masa depan perusahaan-perusahaan raksasa dibuat oleh manajemen strategis, menjadikan IT sebagai solusi. Alasannya sederhana, volume pekerjaan semakin banyak dan rumit, sementara itu semua pemain industri harus berkompetisi untuk memberikan kepuasan pada pelanggan, dan itu ukurannya adalah pelayanan cepat dan tepat dengan produk yang bermutu. Semua entitas korporasi bersaing untuk menekan biaya produksi, tapi harus menghasil produk yang lebih berkualitas, sehingga harga bersaing.

Organisasi pemerintahan juga terpaksa menyesuaikan diri. Pendekatan tata kelola yang baik (Good Governance), bahkan sekarang sementara organisasi pemerintahan pun menggunakan pendekatan tata kelola perusahaan yang baik (GCG - Good Corporate Governance), intinya sebenarnya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada publik. Pemerintahan (Pemda dan DPRD) itu adalah milik publik, maka mereka terpaksa, mau tidak mau harus menjunjung asas fidusia. Prinsip-prinsip trasparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan kewajaran (Tranparency, Accountability, Responsibility and Fairness) yang menjadi prinsip GCG akan bisa optimal dengan menggunakan IT.

Dengan menggunakan IT, secara internal semua pekerjaan pemerintahan akan menjadi lebih mudah (manusiawi), lebih akurat (terukur, tidak spekulatif), lebih tepat (fokus sesuai sasaran program) dan cepat (lebih cepat lebih baik). Secara eksternal semua program menjadi transparan dan bisa dipertanggung jawabkan secara administratisi dan substansi sehingga layak audit (auditable).

Dengan latar belakang urgensi IT tersebut, maka pemilihan tema IT dalam peringatan hari jadi ke 59 Provinsi Riau 9 Agustus 2016 ini, sudah tepat. Tema "Kita Tingkatkan Kinerja Pemerintahan Daerah terhadap Pelayanan Publik Melalui Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Teknologi" sangat realistis menjawab kebutuhan manajerial pemerintahan daerah. Di tengah persoalan pembangunan daerah yang kian sistemik, penggunaan IT (e-government) sudah menjadi conditio sina qua non.

Persoalan besar yang dihadapi Riau saat ini (umumnya juga di daerah lain) adalah terjadinya perbedaan persepsi antara entitas stakeholder daerah, terutama antara dua mitra sejajar pemerintahan daerah (pemerintah daerah dan DPRD di provinsi dan di kabupaten/kota). Secara normative, pemerintahan daerah setiap tahun memiliki agenda tetap melaksanakan serangkaian acara, diawali dengan musrenbang, pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), KUA-PPAS Perubahan, RAPBD Perubahan, RAPBD (murni). Secara simultan pula, dalam periode Maret-Juni, pemerintah daerah dan DPRD membahas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) pelaksanaan kegiatan pemerintah daerah dalam tahun sebelumnya, dan membahas pertanggung jawaban pelaksanaan APBD hasil audit BPK. Itu semua kegiatan yang tidak boleh tidak harus dilaksanakan patuh (compliance) terhadap jadwal yang sudah ditetapkan oleh undang-undang.

Namun dari berbagai perkembangan yang bisa kita baca di media massa, pemerintah daerah dan DPRD belum mematuh jadwal tersebut, dampaknya bisa macam-macam, seperti daya serap anggaran yang rendah, tertundanya berbagai kegiatan, besarnya SILPA, saling salah-menyalahkan, dan sebagainya, yang pada akhirnya yang dirugikan adalah masyarakat.

Pelaksanaan pemerintahan daerah berbasis IT akan mengurangi kesalahpahaman dan perbedaan persepsi tersebut, dengan catatan, birokrasi (ASN) dan terutama anggota DPRD yang berlatar belakang orang-orang partai politik harus mau sungguh-sungguh membuka diri untuk memahami prinsip-prinsip manajemen pemerintahan berbasis IT tersebut. Sebab bila memaksakan diri memasukkan kegiatan-kegiatan di luar sistem yang tidak sesuai nomenklatur dan time-budget pasti ditolak oleh sistem.

Masyarakat sendiri juga harus memahami, dengan manajemen pemerintahan yang bebasis IT, maka pendekatannya lebih obyektif, tidak ada lagi pendekatan etnisitas, termasuk dalam proses penerimaan pegawai dan juga mutasi pejabat. Artinya persaingan akan lebih terbuka, siapa yang lebih memiliki kapasitas dia akan memenangkan persaingan. Jangan salahkan sesiapa, dan jangan berharap tuah dongeng Lampu Aladin, kita hidup di alam nyata, Bro. Dirgahayu Riau.

kolom - Koran Riau 9 Agustus 2016
Tulisan ini sudah di baca 481 kali
sejak tanggal 09-08-2016

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat