drh. Chaidir, MM | Digoda Monster Pokemon | BANYAK monster perkara monster, monster pokemon tak ada duanya. Tak sama dengan monster yang umumnya berukuran jumbo dengan penampakan mengerikan, monster pokemon justru imut-imut dan menyenangkan. Maka jangan heran bila monster yang satu ini kini digila-gilai dan diburu di seluruh pelosok dunia ole
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Digoda Monster Pokemon

Oleh : drh.chaidir, MM

BANYAK monster perkara monster, monster pokemon tak ada duanya. Tak sama dengan monster yang umumnya berukuran jumbo dengan penampakan mengerikan, monster pokemon justru imut-imut dan menyenangkan. Maka jangan heran bila monster yang satu ini kini digila-gilai dan diburu di seluruh pelosok dunia oleh tua-muda laki-laki atau perempuan, lapisan bawah atau lapisan atas bahkan seorang menteri pun ikut penasaran ingin merasakan sensasi keberhasilan menangkap monster pokemon.

Monster pokemon ini menggemaskan, karena secara cerdik bersembunyi di tempat-tempat tak terduga. Mereka bersembunyi di taman-taman kota, di hutan-hutan, di semak-semak, di tepi pantai, di pinggiran sungai, di jalan-jalan raya, di tengah keramaian, di mall, di rumah-rumah, bahkan di instalasi-instalasi vital dan strategis yang sangat terlarang untuk dimasuki umum seperti markas tentara atau polisi, dan sebagainya. Jangan kaget encik-encik, tuan-tuan dan puan-puan, bila monster itu kini bersembunyi di kamar tidur anda.

Nasib malang menimpa seorang remaja pemburu monster pokemon di Guatemala, Amerika Tengah. Jerson Lopez Le Leon (18 tahun), remaja itu, tewas karena tergila-gila berburu pokemon. Seperti diberitakan, Jerson ditembak karena masuk ke sebuah rumah tanpa basa-basi untuk menangkap monster Pokemon. Di Amerika Serikat, seperti dikutip BBC, seorang ditemukan tewas di bawah sebuah jembatan di Sungai Big Win. Sinyalemen polisi, korban sepertinya terjatuh atau loncat untuk mendapatkan monster pokemon.

Tapi Anda jangan buru-buru khawatir, monster Pokemon sesungguhnya tidak berada di alam nyata, tapi di alam maya. Monster Pokemon ini hewan khayalan belaka. Pokemon merupakan akronim dari "Pocket Monster". Pokemon hanyalah sebuah permainan (game) digital yang bisa disimpan dalam smartphone di saku Anda (iOS dan Android). Pokemon adalah sebuah aplikasi game virtual. Bedanya dengan game Pokemon konvensional, game "Pokemon Go" yang bikin heboh sejagad raya ini berbasis "augmented reality".

Maknanya, aplikasi game ini mendorong orang pergi bermain di luar ruangan (di taman, di pasar, di perkantoran, di atas jembatan, di mana pun) untuk mencari dan menangkap Pokemon. Jadi pemain (gamer) tidak hanya melulu berada di kamar duduk bermain gadget atau laptop, mereka harus berpetualang ke luar menangkap pokemon. Bila gamer tidak mengembara kemana-mana, monster Pokemon tidak akan muncul di layar monitor gadget. Dengan pengembaraan ini para gamer berkesempatan untuk berinteraksi dengan gamer lain.

Pokemon yang sudah ditangkap kemudian disimpan atau dipelihara dalam gadget masing-masing. Namun, untuk daerah yang belum memiliki jaringan internet jangan harap bisa ikut bermain Pokemon Go. Game ini memerlukan koneksi 3G atau 4G yang stabil. Pokemon yang disimpan atau diternakkan bisa dikembang biakkan. Kita bisa melawan dan bertukaran dengan pemain lain, dan juga dapat bahu-membahu dalam penyerbuan.

Saya membutuhkan waktu lebih dari satu jam berdiskusi dengan seorang mahasiswa jurusan komputer President University, Jababeka (nama ada pada penulis) guna memahami serba sedikit tentang game Pokemon Go ini. Sang mahasiswa mengaku sangat menggandrungi Pokemon ketika masih kecil, bahkan mengenali hampir seluruh nama Pokemon yang jumlahnya sekitar 800-an. Dia mampu secara virtual mengawinkan Pokemon untuk mendapatkan Pokemon unggul yang siap bersaing.

Menurutnya, pemain Pokemon Go pemula akan menangkap semua Pokemon yang ditemui, tapi pemain senior hanya akan menangkap Pokemon yang berkualitas. Dengan alasan sudah sangat familiar dengan keluarga besar Pokemon dan terlalu banyak menyita waktu, dia memutuskan tidak akan ikut game Pokemon Go.

Permainan Pokemon Go memang menggoda. Kasihan remaja kita, dibombardir dengan berbagai macam game elektronik yang meninabobokkan, sementara mereka harus berpacu dalam prestasi guna merebut peluang di masa depan yang penuh persaingan.

kolom - Riau Pos 25 Juli 2016
Tulisan ini sudah di baca 491 kali
sejak tanggal 25-07-2016

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat