drh. Chaidir, MM | Hantu Palasik Modern | ULURAN tangan untuk berjabat dari pasangan Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina tak mungkin ditolak andai kita bersua secara pribadi dengan mereka, apalagi di hari baik bulan baik dalam suasana lebaran ini. Tapi secara pidana, oknum tersebut menjadi tersangka untuk sebuah perbuatan jahat yang ket
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Hantu Palasik Modern

Oleh : drh.chaidir, MM

ULURAN tangan untuk berjabat dari pasangan Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina tak mungkin ditolak andai kita bersua secara pribadi dengan mereka, apalagi di hari baik bulan baik dalam suasana lebaran ini. Tapi secara pidana, oknum tersebut menjadi tersangka untuk sebuah perbuatan jahat yang keterlaluan.

Koruptor misalnya, hanya memperkaya diri dan orang lain secara tidak sah; penerima dan pemberi pasti sama-sama sadar mereka salah. Bandar dan pengedar narkoba, menjual barang terlarang; penjual dan pembeli pasti sama-sama sadar barang itu barang haram, mereka salah. Kejahatan dalam bentuk lain, seperti aksi begal, para pembegal sadar perbuatan mereka salah dan korbannya sadar telah jadi korban kejahatan..

Tapi dalam kejahatan vaksin palsu, sang pembuat dengan penuh kesadaran memanfaatkan keahlian profesinya untuk melakukan penipuan jahat tingkat dewa. Pembeli dan pengguna, orang-orang tua dari bayi-bayi mungil dan anak-anak lucu kita, tidak sadar, bahkan tak jarang kegiatan vaksinisasi alias immunisasi dikemas dalam suatu acara seremoni pekan immunisasi dengan penuh riang gembira, dan dihadiri pula oleh petinggi negeri.

Masalahnya, tidak hanya kerugian material pemerintah yang membelanjakan anggaran dalam jumlah tidak sedikit untuk pengadaan vaksin, tetapi yang lebih mengerikan adalah berapa banyak korban (bayi, anak-anak) yang kehilangan hak hidup karena tidak memiliki kekebalan tubuh, tersebab imunisasi yang gagal. Dan ini secara sadar diketahui oleh pembuat vaksin palsu tersebut. Dan pemalsuan ini konon sudah berlangsung lama.

Vaksin adalah sediaan biologis yang berfungsi meningkatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai virus atau bakteri penyebab penyakit, dibuat dari kuman yang dilemahkan atau kuman mati atau toksin atau salah satu protein bakteri atau virus. Vaksin tersebut bila dimasukkan ke dalam tubuh seseorang dalam bentuk vaksinasi atau imunisasi, akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali bahan (vaksin) tersebut sebagai benda asing, kemudian vaksin tersebut dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh (antibodi). Tubuh yang divaksin tersebut antibodinya menjadi aktif. Maka kemudian, antibodi tersebut memiliki ingatan, dan dengan mudah mengenali serta menghancurkan virus atau bakteri sejenis yang masuk ke tubuh.

Bila vaksin yang dimasukkan ke tubuh seseorang palsu, maka vaksin tersebut tidak akan berfungsi dalam mengaktifkan sistem kekebalan tubuh (antibodi dalam tubuh). Secara sederhana dipahami, orang/individu yang tidak memiliki kekebalan dalam tubuhnya terhadap suatu penyakit yang disebabkan oleh visrus dan bakteri tertentu, dengan mudah akan terjangkit penyakit tersebut.

Wujud antibodi dalam tubuh tidak bisa dilihat secara kasatmata oleh masyarakat awam. Antibodi hanya bisa dideteksi melalui serangkaian uji serologis di laboratorium. Secara sederhana dipahami, dari pemeriksaan sample yang diambil dari tubuh seseorang (biasanya darah) baru akan diketahui apakah orang tersebut memiliki antibodi dalam tubuhnya terhadap suatu penyakit atau tidak.

Keberadaan antibodi sangat penting dalam sistem pertahanan tubuh manusia. Ibaratnya, antibodi itu adalah benteng pertahanan berupa artileri, rudal penangkis serangan udara, antibodi adalah sistem pertahanan rakyat semesta. Dalam taktik pertandingan sepakbola, antibodi lebih dari sekedar catenaccio, pertahanan grendel, atau parkir bus, karena antibodi memiliki kemampuan serangan balik kilat yang mematikan lawan.

Betapa tragisnya, kita sangka antibodi itu sudah terbentuk dalam tubuh bayi dan anak-anak balita kita, karena sudah mengikuti program vaksinasi atau imunisasi, tapi ternyata hanya pepesan kosong, betapa jahatnya. Maka, para pembuat vaksin palsu dan jaringannya layak dihukum seberat-beratnya. Mereka ini bukan manusia biasa tapi sejenis hantu palasik modern yang kerjanya menghisap darah bayi dan balita. Mereka tidak berakhlak dan bermoral. Tumpas!

kolom - Riau Pos 4 Juli 2016
Tulisan ini sudah di baca 714 kali
sejak tanggal 04-07-2016

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat