drh. Chaidir, MM | Safari Ramadan | SAFARI Ramadan dan Harmoko, adalah dua hal yang tak terpisahkan pada era 80-an. Sebutlah safari Ramadan pasti terbayang wajah Harmoko. Sebab Harmokolah orang pertama yang mempopulerkan istilah safari Ramadan untuk menamakan kegiatan kunjungan kerja selama bulan puasa yang dilakukannya.  Harmoko keti
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Safari Ramadan

Oleh : drh.chaidir, MM

SAFARI Ramadan dan Harmoko, adalah dua hal yang tak terpisahkan pada era 80-an. Sebutlah safari Ramadan pasti terbayang wajah Harmoko. Sebab Harmokolah orang pertama yang mempopulerkan istilah safari Ramadan untuk menamakan kegiatan kunjungan kerja selama bulan puasa yang dilakukannya. Harmoko ketika itu menjabat sebagai Menteri Penerangan dalam kabinet Presiden Soeharto. Tidak tanggung-tanggung, demikian massifnya, selama puasa Ramadan Harmoko setiap hari berkeliling dari satu tempat ke tempat lain di seluruh penjuru nusantara dan disambut antusias ribuan massa.

Harmoko tampil sebagai tokoh yang amat populer pada masa itu, karena setiap hari tak ada berita tanpa kegiatan safari Ramadan Menteri Harmoko, sampai muncul sebuah anekdot, ketika seorang warga di desa terpencil nun di sana, ditanya oleh Harmoko, siapa presiden RI, warga menjawab spontan: Harmoko. Harmoko kaget tapi tak kehilangan akal, dengan gesit dia melanjutkan pertanyaan, lantas Soeharto itu siapa? Warga tersebut menjawab: Soeharto itu atasan Harmoko.

Kata Safari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti perjalanan atau petualangan jarak jauh dalam kegiatan ekspedisi, baik penelitian, penyelidikan dan wisata. Dari pemaknaan tersebut, maka safari dilakukan untuk menjangkau tempat-tempat yang jauh, atau tempat-tempat yang terdapat di pedalaman, di kaki-kaki gunung, atau di pulau-pulau terpencil.

Sedangkan safari Ramadan adalah perjalanan yang dilakukan di bulan puasa Ramadan, sebagai ajang silaturrahim. Tradisi silaturrahim ini sangat dianjurkan karena memiliki efek yang sangat konstruktif bagi kehidupan sosial kemasyarakatan. Dalam ajaran agama disebut, silaturrahim memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah memperpanjang usia dan memperbanyak rezeki bagi yang melakukannya. Sebab, komunikasi interpersonal yang terbangun baik melalui hubungan silaturrahim, akan menyebabkan tumbuhnya saling sambung rasa. Hubungan silaturrahim yang baik antara pejabat yang melakukan safari dengan masyarakat akan menyelesaikan banyak masalah.

Banyaknya permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat umumnya berawal dari miskomunikasi, seperti di bidang ideologi, politik, hukum, ekonomi, bahkan juga masalah kepemimpinan. Sebab inti komunikasi itu adalah persepsi. Salah persepsi salah pula komunikasi. Apabila terjadi mispersepsi, akan muncullah misinterpretasi (masing-masing pihak memberi makna yang berbeda). Misinterpretasi akan minimbulkan misunderstanding (salah pengertian). Dan bila terjadi salah pengertian, akan terjadi salah paham. Salah paham akan menimbulkan fitnah. Salah paham dan fitnah dapat meruntuhkan kepercayaan.

Oleh karena itu, bulan Ramadhan bisa menjadi momentum ajang perbaikan komunikasi antara pemerintah dengan rakyatnya, antara partai dengan anggotanya, anggota politisi dengan konstituennya. Safari Ramadhan bisa menjadi panggug dimana pejabat dan rakyat saling bertegur sapa secara langsung satu sama lain.

Pemerintah terutama, harus memanfaatkan dengan baik panggung safari Ramadan. Karena pemerintah diberi mandat oleh negara untuk mengatur kehidupan masyarakat. Tapi pemerintah adakalanya dianggap absen dalam kehidupan masyarakat saat dibutuhkan.

Tak ada yang salah dengan safari Ramadan, walau kadang ada kesan miring karena diganggu pesan-pesan politik. Tak masalah, masyarakat kita sudah semakin dewasa, setidak-tidaknya pandanglah safari Ramadan ini sebagai ikhtiar membangun hubungan silaturrahim yang lebih baik supaya kita panjang umur dan murah rezeki. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan.

kolom - Riau Pos 6 Juni 2016
Tulisan ini sudah di baca 664 kali
sejak tanggal 06-06-2016

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat