drh. Chaidir, MM | Gembok Cinta | LUPAKAN sejenak agenda-agenda politik yang tak habis-habisnya, peristiwa-peristiwa tentang korupsi dan penegakan hukum, atau berita tentang epidemi penyakit-penyakit masyarakat yang tak kunjung reda. Kali ini kita bercerita tentang cinta, sebuah perasaan indah yang tumbuh dalam hati, makhluk sejuta
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Gembok Cinta

Oleh : drh.chaidir, MM

LUPAKAN sejenak agenda-agenda politik yang tak habis-habisnya, peristiwa-peristiwa tentang korupsi dan penegakan hukum, atau berita tentang epidemi penyakit-penyakit masyarakat yang tak kunjung reda. Kali ini kita bercerita tentang cinta, sebuah perasaan indah yang tumbuh dalam hati, makhluk sejuta rasa. Tapi kita tak pula bermaksud berkisah tentang film "AADC2" yang menarik hati itu.

Cinta yang kita bicarakan adalah sebagaimana dimaksud oleh psikolog Jerman Erich Fromm (1900-1980) dalam bukunya "The Art of Loving". Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Menurut Erich Fromm, ada lima syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yang kita maksudkan itu, yaitu, perasaan, pengenalan (knowledge), tanggung jawab (responsibility), perhatian (care), dan saling menghormati (respect)

Gejala itu muncul semua secara seimbang dalam pribadi yang mencintai. Omong kosong jika seseorang mengatakan mencintai anaknya tetapi tak pernah mengasuh dan tak ada tanggung jawab pada si anak. Sementara tanggung jawab dan pengasuhan tanpa rasa hormat sesungguhnya, dan tanpa rasa ingin mengenal lebih dalam, akan menjerumuskan para orang tua, guru, rohaniwan, dan individu lainnya pada sikap otoriter.

Penggunaan istilah cinta dalam masyarakat Indonesia dan Malaysia lebih dipengaruhi perkataan love dalam bahasa Inggris. Love digunakan dalam semua amalan dan arti, untuk eros, philia, agape dan storge. Cinta yang lebih cenderung kepada romantis, asmara dan hawa nafsu, disebut eros; sayang yang lebih cenderung kepada teman-teman dan keluarga, disebut philia; kasih yang lebih cenderung kepada keluarga dan Tuhan, disebut agape; dan semangat nusa yang lebih cenderung kepada patriotisme, nasionalisme dan narsisme, disebut storge.

Lalu ada apa dengan "gembok cinta"? Berjalan di atas jembatan Sungai Seine (Paris, bagi yang berkunjung ke kota yang disebut paling romantis di dunia itu), di jembatan Pont des Arts, kita akan menemukan pemandangan aneh yakni ratusan gembok bertuliskan nama pasangan. Mereka meyakini dengan memasang gembok yang telah ditulisi nama, lalu kunci gembok dibuang ke dasar sungai maka cinta mereka akan abadi. Begitu banyak cara orang untuk mengekspresikan cinta terhadap pasangannya. Tidak hanya pasangan sebenarnya, tapi juga cinta atau rasa sayang terhadap orang tua, saudara, keluarga atau teman.

Cerita tentang gembok cinta ini konon bermula ketika pada tahun 1900an, seorang tentara Serbia berpamitan pada kekasihnya untuk berangkat ke medan perang. Ketika itu mereka berpamitan dengan haru di sebuah jembatan di Serbia. Tentara Serbia tersebut bernama Reija dan sang perempuan bernama Nada. Setelah Reija pergi, Nada menunggu dirumah kesepian, apakah sang kekasih akan kembali pulang dengan utuh atau hanya tinggal nama? Reija dikirim ke Yunani dan berperang disana. Sayang, Reija ternyata malah jatuh cinta kepada gadis lokal di Yunani. Mengetahui Reija menghianati cintanya, Nada frustasi, depresi dan meninggal karena terlalu lama menderita. Cerita tersebut terkenal di Serbia, lalu tiba-tiba saja setiap wanita di Serbia menuliskan nama mereka dan pasangan mereka di sebuah gembok lalu menguncinya di jembatan tempat Reija dan Nada bertemu. Agar kejadian Reija yang berkhianat tidak terulang.

Maka kemudian fenomena gembok cinta itu mewabah kemana-mana, sampai ke Huangshan,Tiongkok, Pecs di Hongaria, Jembatan Luzhkov di Rusia, Enoshima (Jepang), Ponte Melvio, Roma (Italia), Montevideo (Uruguay), North Seoul Tower (Korea), ada pula gembok cinta di jembatan Brooklyn Amerika Serikat, di Kanada ada jembatan Wild Pacific, Humber Bay Arch dan Corktown Footbridge. Jakarta juga tak mau ketinggalan, ada gembok cinta di Dermaga Hati, di Ancol. Bahkan di Samarinda ada kawasan bagi para romansa yang ingin menggantungkan gembok cinta mereka yaitu di Jalan MT Haryono, tepatnya di sebelah Taman Sejati.

Riau tak mau ketinggalan. Bila di belahan bumi lain biasanya menggunakan jembatan sebagai tempat menggantungkan gembok cinta, maka di Mengkapan, Siak, Riau, gembok cinta itu digantungkan pada suatu tempat di kawasan ekowisata hutan bakau (mangrove). Semoga saja suatu saat kelak, sebagai Duta Bakau Dunia, Cristiano Ronaldo akan datang ke Siak menggantungkan gembok cintanya di Mengkapan, Siak.

kolom - Riau Pos Edisi 16 Mei 2016
Tulisan ini sudah di baca 1205 kali
sejak tanggal 16-05-2016

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat