drh. Chaidir, MM | Monster Kepala Tiga | PENGGEMAR sepakbola di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia, tentu akrab dengan tridente maut alias trio penyerang maut klub sepakbola Barcelona, penguasa liga kasta tertinggi Spanyol dalam musim kompetisi 2015-2016 ini. Siapa lagi kalau bukan trio Messi-Neymar-Suarez. Barcelona (sering disingkat
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Monster Kepala Tiga

Oleh : drh.chaidir, MM

PENGGEMAR sepakbola di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia, tentu akrab dengan tridente maut alias trio penyerang maut klub sepakbola Barcelona, penguasa liga kasta tertinggi Spanyol dalam musim kompetisi 2015-2016 ini. Siapa lagi kalau bukan trio Messi-Neymar-Suarez. Barcelona (sering disingkat Barca), kini menjadi tim terbaik di dunia, mereka menjuarai banyak kompetisi dan mencetak banyak gol.

Tahun ini Barca telah mencetak 73 gol di semua kompetisi dan 47 gol di La Liga Spanyol, terbanyak di antara semua klub elit yang berkompetisi di berbagai liga tertinggi. Sebut saja Liga Primer Inggris, La Liga Spanyol, Serie A Italia, Bundesliga Jerman, dan Ligue 1 Prancis. Padahal ada klub-klub besar seperti Manchester United, Manchester City, Arsenal di Liga Primer, Bayern Muenchen (Bundesliga), Juventus (Serie A), PSG Paris (Ligue 1), dan Real Madrid dan Atletico Madrid di La Laga Spanyol. Klub-klub tersebut tidak kurang memiliki banyak superstar.

Lihatlah beberapa superstar yang bertebaran di klub-klub elit tersebut. Real Madrid memiliki trio Ronaldo-Benzema-Bale, Manchester United memiliki trio Rooney-Martial-Depay, Bayern Muenchen memiliki trio Lewandowsky-Robben-Muller, PSG Paris memiliki trio Ibrahimovic-Cavani-Di Maria, Manchester City pula memiliki tiga bintang tajam Sergio Aguero, Raheem Sterling dan Kevin De Bryune. Arsenal memiliki Oliver Giroud, Theo Walcott, dan Alexis Sanchez serta Mesut Ozil, pemain dengan akses terbanyak di Eropa.

Tapi tridente Barca beda. Mereka disebut tidak hanya mematikan, bahkan terlalu mematikan. Mereka saling berbagi banyak gol dan saling menyodor umpan. Oleh karena itu tidak heran bila coach Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid, menyebut Barca adalah monster kepala tiga. Monster Barca memiliki tiga kepala yang sama ganasnya, yakni Messi, Neymar dan Suarez. "Barca adalah tim terbaik dunia dan tiga orang itu memiliki kerja sama istimewa yang sulit disangsikan. Kedatangan Suarez memperkuat seluruh sistem dan yang luar biasa dari mereka bertiga adalah tiada rasa iri." Ujar Simeone sebagaimana dikutip berbagai media.

Diego Simeone agaknya benar. Superstar diperlukan untuk mengangkat popularitas tim, tapi superstar saja tidak cukup untuk memenangkan sebuah kompetisi. Kurang apa dengan Cristiano Ronaldo atau Gareth Bale sebagai pemain termahal dunia yang dimiliki oleh Real Madrid, atau superstar yang dimiliki klub elit lainnya. Tapi mereka tidak mampu menghadirkan semangat kerjasama sebagai sebuah tim. Mereka bersaing secara pribadi sehingga tidak jarang terlihat bagaimana Ronaldo menunjukkan kekesalannya ketika tidak mendapatkan umpan padahal dia merasa peluangnya untuk mencetak gol lebih besar. Hal yang sama sering kita lihat pada diri Gareth Bale, Rooney, Giroud, Diego Costa atau Ibrahimovic.

Semangat super team adalah semangat bahu-membahu, semangat bergandengan tangan, semangat saling isi-mengisi (komplementer), semangat berbagi, tidak egois. Ke bukit sama mendaki ke lurah sama menurun, berat sama dipikul ringan sama dijinjing.

Sepakbola ternyata tidak hanya sebuah olahraga rakyat yang paling digemari di seluruh dunia dan sekarang sudah menjadi industri, sepakbola sebagai permainan tim ternyata mengirim banyak pesan kepada kita. Diego Simeone memberi pelajaran berharga. Pertama, kerjasama tim menjadikan sebuah klub yang tidak memiliki bintang, bila motivasinya dipompa dengan benar, kekuatannya bisa menakutkan klub bertabur bintang; kedua (dan ini yang sangat penting), semangat kerja sama dalam paradigma super team juga memerlukan ketulusan, tiada rasa iri hati. Signor Diego Simeone, Tuan top markotop.

kolom - Riau Pos 1 Pebruari 2016
Tulisan ini sudah di baca 298 kali
sejak tanggal 01-02-2016

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat