Û Kolom drh. Chaidir, MM


Satu Bukit Satu Harimau
Mitos di pedalaman Sumatera, tiap bukit, tiap gunung, ada penunggunya. Sang penunggu dimaksud adalah seekor harimau jantan besar, gagah dan kharismatis. Dia tidak hanya mengawal gunung, bukit, hutan dalam daerah taklukannya, tetapi juga desa-desa di sekitarnya. Siapa pun yang intervensi ke kawasannya dengan niat tidak baik, atau orang-orang

Mitos di pedalaman Sumatera, tiap bukit, tiap gunung, ada penunggunya. Sang penunggu dimaksud adalah seekor harimau jantan besar, gagah dan kharismatis. Dia tidak hanya mengawal gunung, bukit, hutan dalam daerah taklukannya, tetapi juga desa-desa di sekitarnya. Siapa pun yang intervensi ke kawasannya dengan niat tidak baik, atau orang-orang....selengkapnya


Golput : Ancamankah?
Makalah saya dalam seminar "Golput: Ancamankah? di Perpustakaan Soeman Hs, Jum'at (13/3) beberapa hari lalu, sengaja tidak menyinggung prediksi jumlah Golput dalam Pemilu legislatif di Riau pada 9 April 2009. Fokusnya adalah mengapa Golput cenderung meningkat dan bagaimana sebaiknya? Saya pun tidak memasuki domain pro-kontra Golput haram. Itu hal

Makalah saya dalam seminar "Golput: Ancamankah? di Perpustakaan Soeman Hs, Jum'at (13/3) beberapa hari lalu, sengaja tidak menyinggung prediksi jumlah Golput dalam Pemilu legislatif di Riau pada 9 April 2009. Fokusnya adalah mengapa Golput cenderung meningkat dan bagaimana sebaiknya? Saya pun tidak memasuki domain pro-kontra Golput haram. Itu hal....selengkapnya


Caleg dan Burung Merpati
Dibuka pelan-pelan, dielus, kemudian coblos. Salah satu kontestan pemilu di masa Orde Baru menambahkan, toleh kiri toleh kanan, coblos di tengah. Ungkapan asosiatif esek-esek seperti itu sering digunakan saat kampanye pemilu-pemilu sebelumnya. Sekarang tidak lagi. Coblos diganti contreng. Saya yakin, kalau diadakan angket misalnya, pilih cara

Dibuka pelan-pelan, dielus, kemudian coblos. Salah satu kontestan pemilu di masa Orde Baru menambahkan, toleh kiri toleh kanan, coblos di tengah. Ungkapan asosiatif esek-esek seperti itu sering digunakan saat kampanye pemilu-pemilu sebelumnya. Sekarang tidak lagi. Coblos diganti contreng. Saya yakin, kalau diadakan angket misalnya, pilih cara....selengkapnya


<< Pertama | < Sebelumnya | ... 65 66 67 Berikutnya > | Terakhir >>
Jumlah Tulisan Dalam Kategori ini : 663