drh. Chaidir, MM | Pak Tenas Dikenang Sepanjang Masa | FRASA bijak Latin,
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Pak Tenas Dikenang Sepanjang Masa

Oleh : drh.chaidir, MM

FRASA bijak Latin, "Verba Volant scripta manent" agaknya benar. Ungkapan berupa lisan, seindah apa pun untaian katanya, akan menguap bila-bila masa, tapi pemikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan akan selalu dikenang. Pak Tenas Effendi, budayawan Melayu dan pujangga Melayu serantau, seorang tokoh yang dikagumi di negeri serantau Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Malaysia, Singapura, Brunei, penulis, tentu paham betul frasa itu.

Pak Tenas tak mungkin lagi kita jumpai untuk didengar tunjuk ajarnya yang selalu disampaikan dengan sejuk dan santun. Kapal sudah berlayar. Tujuh samudra terbakar api pun tak akan bisa menghambat kapalnya berlayar meninggalkan dermaga. Pak Tenas sudah pergi selamanya. Kita kini dipisahkan oleh ruang dan waktu. Tapi Pak Tenas sejatinya hanya pergi secara raga, sedangkan semangat dan pemikiran-pemikirannya tetap hidup mengharungi samudra, menunggang ombak, dan menerabas benua.

Sebab, Pak Tenas adalah seorang pujangga dan penulis yang sangat produktif. Dalam catatan saya, dua buku budaya Melayu, yakni "Kesantunan Melayu" dan "Semangat Melayu", yang diluncurkan di Gedung Daerah Riau, pada 28/11/2010 adalah hasil karya tulisnya yang ke 147. Buku ini ditulis Pak Tenas selama satu tahun sejak bergabung menjadi dosen tamu (Fellow), di Akademi Pengajian Melayu, Universitas Malaya.

Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2/7/2013 di Hotel Pangeran Pekanbaru, Pak Tenas kembali meluncurkan tiga buah buku sekaligus (berarti sudah 150 buku). Buku-buku itu berjudul "Tunjuk Ajar Melayu Pantun, Gurindam, Seloka, Syair, dan Ungkapan", "Kearifan Pemikiran Melayu", dan "Syair Nasib melayu". Dalam peluncuran di Hotel Pangeran ini Pak Tenas menghadirkan tiga pembicara professor budayawan Malaysia, yakni Prof Madya Nuwaeri Khasai, Prof Madya Dato' Zainal Borhan, dan Prof Madya Othman Bin Mhd Yatim. Diberi pengantar apik oleh Al Azhar, Ketua Umum LAM Riau, ketiga guru besar menampilkan pemikiran-pemikiran cemerlang peta budaya Melayu dalam budaya dunia yang sedang berubah sekarang.

Tenas Effendy telah menulis banyak buku, yang tidak hanya diterbitkan di Riau, tetapi juga diterbitkan di Malaysia, Singapura, Brunei, bahkan juga di Thailand. Sebagian dari karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris dan bahasa Thailand. Dan sebagai samudra ilmu khususnya tentang sastra dan kebudayaan Melayu, tulisan Tenas Effendy yang terserak itu telah menjadi kajian sebagai bahan tesis dan disertasi di berbagai perguruan tinggi di mancanegara khususnya di semenanjung. Buku-buku Pak Tenas Juga tersebar di berbagai perpustakaan terkenal di mancanegara seperti di Britis Library London, New York Public Library, National Library of Cina, Perpustakaan Universitas Leiden, Perpustakaan Nasional Australia, dan sebagainya.

Atas pengabdiannya yang tunak dalam bidang kebudayaan dan kesusasteraan, Tenas Effendy berhasil meraih berbagai penghargaan, antara lain dinobatkan sebagai Budayawan Terbaik yang dianugerahkan oleh Yayasan Sagang (1997). Penghargaan akademis tertinggi adalah menerima Doktor Honoris Causa dalam bidang persuratan dan kesusasteraan dari Universiti Kebangsaan Malaysia (17/9/2005).

"Kepada anak cucu, tidak harta yang saya tinggalkan. Tetapi buku inilah yang diharapkan bisa mempertahankan kemelayuan kita," tuturnya suatu ketika dalam sambutan peluncuran bukunya. Jasad Pak Tenas boleh dikubur tetapi ilmu pengetahuan yang ditinggalkan tetap hidup melintasi zaman.

kolom - Riau Pos 2 Maret 2015
Tulisan ini sudah di baca 378 kali
sejak tanggal 02-03-2015

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat