drh. Chaidir, MM | Batu Ujung Batu | HATI-HATI bila Anda berhenti di kedai nasi atau di kedai kopi di Ujung Batu, sebuah kota bisnis di Kabupaten Rokan Hulu.  Anda bisa ditegur oleh pengunjung lainnya karena menganggap Anda tidak sopan menaikkan kaki di atas meja. Padahal jelas-jelas Anda tidak sembrono seperti dituduhkan. Jangan burua
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Batu Ujung Batu

Oleh : drh.chaidir, MM

HATI-HATI bila Anda berhenti di kedai nasi atau di kedai kopi di Ujung Batu, sebuah kota bisnis di Kabupaten Rokan Hulu. Anda bisa ditegur oleh pengunjung lainnya karena menganggap Anda tidak sopan menaikkan kaki di atas meja. Padahal jelas-jelas Anda tidak sembrono seperti dituduhkan. Jangan buruan marah. Mereka hanya berkelakar untuk menyindir, jari tangan yang tidak memakai batu cincin sama saja dengan jari kaki.

Kelakar itu mengandung pesan, segeralah cari batu cincin Solar Rokan atau Blue Rokan, atau jenis lainnya, Anda akan terlihat bergengsi dengan batu cincin Solar Rokan melingkar di jari. Batu Jangek alias Solar Rokan alias Blue Rokan sama saja. Batu ini asli berasal dari Sungai Rokan. Setahun lalu batu ini belum terkenal bahkan tidak ada harganya. Di Ujungbatu, paling-paling hanya Rp 50 ribu perbuah, namun sejak tiga bulan terkahir ini harga batu Solar Rokan melejit, tembus ke angka Rp. 2 jutaan per cincin. Dan batu Solar Rokan itu kini jadi kebanggaan masyarakat Rokan Hulu. Masyarakatnya bilang, jangan ke Ujung Batu kalau tak pakai batu cincin.

Dalam beberapa bulan terakhir ini masyarakat kita sedang dilanda demam batu cincin, tak terkecuali di Riau. Di kedai-kedai kopi bahkan juga di perkantoran, batu cincin selalu hangat menjadi pembicaraan. Bahkan Ketua DPRD Riau, H Suparman, ikut membantu mempromosikan batu cincin yang berasal dari Rokan Hulu, daerah asalnya ini dengan memperlihatkan beberapa batu cincin sebagai contoh kepada tamu-tamunya. Melihat animo masyarakat yang semakin tinggi terhadap batu cincin, demam itu kelihatannya bukan semakin reda melainkan semakin menjadi-jadi. Ujung Batu yang semula hanya dikenal sebagai sebuah kota perkebunan tingkat kecamatan, kini mendadak tenar sebagai tempat pengrajin pengasah batu cincin. Ujung Batu Expo 2014 akhir Desember tahun lalu, sangat meriah karena puluhan stand pengasah batu cincin dan diselenggarakannya Ujung Batu Gamestone Contest 2015 (Kontes Batu Cincin 2015). Kontes ini mendapatkan apreasiasi dari para penggemar batu cincin dari berbagai daerah.

Tingginya minat masyarakat terhadap batu cincin ini membawa berkah bagi masyarakat Ujung Batu dan sekitarnya, terutama masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Rokan yang berbatu-batu. Beberapa warga menilai demam batu ini sebagai sebuah berkah di tengah rendahnya harga karet dan sawit. Beberapa warga yang rajin mengumpulkan batu-batu pilihan dari dasar Sungai Rokan untuk disuplai ke tukang asah batu di Ujung Batu mengaku bisa memperoleh pendapatan lebih kurang Rp 2 juta per pekan. Di Ujung Batu sendiri saat ini, sudah ada tidak kurang dari 30 usaha pengasahan batu cincin. Sungai Rokan yang berarus deras itu ternyata bebatuannya memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan.

Tak ada yang memperkirakan sebelumnya bahwa Ujung Batu akan menjadi terkenal karena batu. Padahal dalam kredo Kerajaan Rokan zaman dulu, Ujung Batu itu adalah "Tanah Berlebih". Ada Empat Koto Di Bukit, ada Empat Koto Di Bawah. Ujung Batu termasuk dalam kelompok Empat Koto Di Bawah. Empat Koto Di Bawah itu adalah Rokan, Pendalian, Sikebau, dan Lubuk Bendahara. Dimana letak Ujung Batu? Ujung Batu adalah Tanah Berlebih. Tapi di era kehidupan masyarakat yang sudah maju sekarang, "Tanah Berlebih" itu yang lebih dulu maju. Ujung Batu memang memiliki keunggulan komparatif, letaknya yang lebih strategis dibanding Empat Koto lainnya. Apalagi dengan semakin tergalinya potensi batu mulia di Sungai Rokan. Batu memang tempatnya di Ujung Batu. Salam Batu Cincin.

kolom - Riau Pos 2 Februari 2015
Tulisan ini sudah di baca 417 kali
sejak tanggal 02-02-2015

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat