drh. Chaidir, MM | Taman Kebutuhan Jiwa | LUPAKAN saja gonjang-ganjing politik di Tahun Politik 2014. Sebab politik (di negeri kita) semakin menunjukkan perangai tak berbentuk. Seharusnya, sebagaimana disebut filsuf Plato dan sang murid Aristoteles, politik adalah segala ikhtiar untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih baik dan sejahter
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Taman Kebutuhan Jiwa

Oleh : drh.chaidir, MM

LUPAKAN saja gonjang-ganjing politik di Tahun Politik 2014. Sebab politik (di negeri kita) semakin menunjukkan perangai tak berbentuk. Seharusnya, sebagaimana disebut filsuf Plato dan sang murid Aristoteles, politik adalah segala ikhtiar untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih baik dan sejahtera (better life), alias mewujudkan masyarakat gemah ripah loh jinawi atau masyarakat yang baldatun toyyibatun warobbun gafur.r/n/r/n/Dalam realitas, jauh panggang dari api. Antara kehidupan politik yang terbentuk dan kehidupan politik ideal yang diharapkan, ada jurang yang menganga dengan kedalaman tak terduga. Atau barangkali memang demikianlah perangai politik. Tapi biarlah, tak mengapa, tak perlu pula galaw.com berlebihan. Di pergantian tahun ini ayo kita arahkan teropong hati kita sejenak ke salah satu sudut upaya penciptaan better life itu, dengan titik pandang pada pemenuhan kebutuhan jiwa. Biarlah politik mencari bentuknya sendiri.r/n/r/n/Bagi masyarakat maju sebenarnya sudah lama dipahami, dalam tubuh dan jiwa yang sehat butuh ruang kehidupan yang sehat pula. Dan ruang kehidupan yang sehat inilah yang seringkali terabaikan di tengah masyarakat kita, terdesak oleh kebutuhan ekonomi.
Namun demikian secara naluriah terlihat adanya kecenderungan, masyarakat sebenarnya membutuhkan rekreasi, untuk mengatasi keletihan dan kejemuan himpitan berbagai persoalan hidup yang dihadapi sehari-hari. Setiap liburan atau akhir pekan, masyarakat berbondong-bondong ke tempat rekreasi, tidak hanya ke luar kota, tetapi juga tempat-tempat rekreasi alam terbuka di tengah kota. Namun di Pekanbaru tidak banyak pilihan, hanya ada Alam Mayang dan Danau Buatan, serta beberapa cuil taman kota seperti di barat Perpustakaan Soeman Hs, hutan kota di belakang Balai Adat, arena purna MTQ, dan beberapa lapangan terbuka yang disulap menjadi tempat permainan odong-odong. Sebelum air mancur di depan Kantor Walikota pekanbaru diberi pagar, tempat itu setiap hari ramai dikunjungi warga.r/n/r/n/Kebutuhan arena rekreasi masyarakat semakin tinggi, bahkan juga di kota-kota kabupaten. Anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang sangat berbahaya bila waktunya habis di kamar asyik bermain game, internet, serta berbagai gadget yang sangat mudah untuk berselancar di dunia maya. Bila hal ini terjadi secara terus menerus, perlahan akan menuntun mental anak-anak kita menjadi jiwa-jiwa yang kering, ekslusif serta individualistis.r/n/r/n/Di sinilah peran taman kota atau ruang terbuka hijau kota dalam membentuk kota sehat. Keberadaan taman kota yang dilengkapi dengan pepohonan, bunga-bunga yang indah dan fasilitas olahraga dapat meningkatkan kesehatan warga kota, jasmani dan rohani. Di kota manapun di dunia, taman kota menjadi identitas penting bagi kota yang sehat dan ramah. Seberapa spartan pun kita anggap kehidupan di Tiongkok misalnya, tetap saja kota-kotanya memiliki banyak taman kota yang sangat nyaman. Singapura jangan sebut, kota ini telah menahbiskan dirinya menjadi Kota Taman Tropis di Timur.r/n/r/n/Gagasan Gubri Atuk Annas Maamun, semasa masih aktif untuk membuat taman kota di tepi Sungai Siak agaknya perlu direalisasikan. Asal Pemprov Riau, Pemko Pekanbaru dan masyarakat bahu membahu, banyak taman kota yang bisa diwujudkan untuk membuat ibukota Provinsi Riau ini menjadi kota taman yang indah dan ramah. Kecuali tepi Sungai Siak itu, ada lahan tidur di belakang kediaman Gubri Jl Diponegoro, lahan kosong bekas Kanwil Pertanian Jl Sudirman (berseberangan dengan BNI), ada lokasi bekas kantor PU Riau, dan tentu tak ketinggalan bekas arena Purna MTQ. Atau bebaskan areal lain di tengah kota untuk jadi ruang terbuka hijau taman kota.

kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 433 kali
sejak tanggal 29-12-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat