drh. Chaidir, MM | Kasih Papa | WALIKOTA Pekanbaru Firdaus, MT hari Kamis (18/12) pekan lalu, jalan kaki dari kediamannya di jalan A Yani bawah menuju ke Kantor Walikota di Jalan Jenderal Sudirman.
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Kasih Papa

Oleh : drh.chaidir, MM

WALIKOTA Pekanbaru Firdaus, MT hari Kamis (18/12) pekan lalu, jalan kaki dari kediamannya di jalan A Yani bawah menuju ke Kantor Walikota di Jalan Jenderal Sudirman. "Long March" itu menandai dimulainya Gerakan Kamis Bersih Tanpa Polusi Asap, yang disingkat dengan Kasih Papa. Kasih Papa merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Bersihr/n/r/n/Hari itu, Walikota juga mencanangkan, setiap hari Kamis semua PNS yang bekerja di Kantor Walikota dilarang berangkat dan pulang kantor dengan menggunakan mobil atau sepeda motor (baik dinas maupun pribadi). Lantas bagaimana? Walikota menginstruksikan, semua harus berjalan kaki, atau bersepeda, atau menggunakan kendaraan umum.r/n/r/n/Gerakan Kasih Papa mengandung banyak pesan. Bila dilaksanakan secara konsekuen dan konsisten, gerakan itu pasti memberi banyak manfaat. Bayangkan, sekali dalam sepekan ada sekian ratus buah kendaraan bermotor roda empat dan roda dua, dinas atau pribadi, dikandangkan di rumah. Ada penghematan, itu jelas, walau pada sisi lain ada pengeluaran ongkos transportasi yang menjadi pemasukan bagi bus angkutan umum, oplet, dan ojek. Tapi secara kalkulatif, pengeluaran akan lebih kecil dibanding pengeluaran untuk BBM, apalagi bagi PNS yang tinggal tidak terlalu jauh, dan memilih jalan kaki atau naik sepeda.r/n/r/n/PNS menggunakan transportasi umum sesungguhnya sesuatu yang wajar, demikianlah seharusnya sebagai wujud dari kebersahajaan dan kesederhanaan hidup sang pegawai. Bahkan di negeri-negeri yang sudah maju para pegawai lebih suka ke kantor dengan berjalan kaki, bersepeda atau naik transportasi umum.r/n/r/n/Bila kebiasaan seperti itu berlangsung terus menerus, dan menjadi kebiasaan, PNS akan terhindar dari bergaya hidup eksklusif. Mereka pun setiap hari berkomunikasi dengan masyarakat dalam semangat egaliter. Masyarakat madani sebagai nilai akan terwujud dalam kehidupan sehari-hari.r/n/r/n/Para PNS ini secara tak sengaja akan dapat menjadi contoh bagaimana menegakkan disiplin dalam menggunakan transportasi umum dan sekaligus menjaga kebersihan sarana dan fasilitas yang ada. Sebaliknya, penyedia jasa transportasi umum dan pemerintah kota akan terpanggil untuk memperbaiki penyediaan jasa, termasuk memperbaiki halte-halte angkutan umum.r/n/r/n/Kasih Papa tidak hanya mengatur PNS agar begini-begitu dan sebagainya. Pada sisi lain pemerintah kota sekaligus juga berkewajiban memperhatikan kenyamanan warganya untuk berjalan kaki. Idealnya, prasarana jalan untuk pejalan kaki dari kawasan pemukiman ke halte terdekat tersedia dalam kualitas yang memadai, bersih dan nyaman. Kemudian halte-halte angkutan umumnya juga bersih dan tidak kumuh. Berikutnya, bus transportasi umumnya, kondisinya harus bagus dan bersih, dan datang/berangkat tepat waktu, dengan pengemudi yang sopan dan ramah.r/n/r/n/Barangkali kita tak usahlah bermimpi seperti pemerintah negara kota Singapura memanjakan pejalan kakinya, Singapura memang surga bagi pejalan kaki. Tapi sekurang-kurangnya di kota kita, pemerintah kota harus terus menerus, sedikit demi sedikit menciptakan kenyamanan bagi pejalan kaki, seperti trotoar yang rapi dan bersih, demikian pula dengan fasilitas parkir kendaraan umum.r/n/r/n/Dengan berjakan kaki, bersepeda atau naik transportasi umum ke kantor, para pejabat kita akan melihat secara nyata kondisi minimalis atau kerusakan prasarana jalan dan fasilitas transportasi umum yang ada dan bergegas memperbaikinya. Bila tidak, setiap hari pun Walikota jalan kaki hanya akan sia-sia.

kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 448 kali
sejak tanggal 22-12-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat