drh. Chaidir, MM | Maslow Geleng-geleng | ANDAI Abraham Maslow bisa ketawa di alam kubur sana, tentu dia akan ketawa terpingkal-pingkal sejadi-jadinya, atau mungkin akan geleng-geleng seperti orang sakau ketika menyadari, teorinya tentang
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Maslow Geleng-geleng

Oleh : drh.chaidir, MM

ANDAI Abraham Maslow bisa ketawa di alam kubur sana, tentu dia akan ketawa terpingkal-pingkal sejadi-jadinya, atau mungkin akan geleng-geleng seperti orang sakau ketika menyadari, teorinya tentang "Hirarki Kebutuhan" atau Hierarchy of Needs, yang sangat terkenal itu, diperolok-olok dan dijungkir balikkan di kemudian hari.

Abraham Maslow (1908 - 1970) teoritikus yang banyak memberi inspirasi dalam teori kepribadian dan seorang psikolog bangsa Amerika, terkenal dengan teorinya tentang hirarki kebutuhan manusia. Maslow menggunakan piramida sebagai peraga untuk memvisualisasi gagasannya. Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah, bersifat dasar atau kebutuhan dasar tubuh (fisiologis), sampai yang paling tinggi, yang disebutnya sebagai aktualisasi diri.

Hirarki kebutuhan manusia tersebut disusun hirarkinya oleh Maslow, pertama, yang paling dasar, adalah kebutuhan fisiologis; diatasnya, adalah kebutuhan akan rasa aman; di atasnya lagi kebutuhan untuk dicintai dan disayangi; lebih tinggi lagi adalah kebutuhan untuk dihargai (self esteem); dan paling atas di puncak piramida itu adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri, dalam bahasa gaulnya kebutuhan untuk eksis. Yang bernama piramida, besar di dasarnya dan mengerucut ke atas.

Orang yang memiliki kebutuhan fisiologis, seperti kebutuhan akan makanan, minuman dan sebagainya, jumlahnya paling banyak. Kebutuhan ini dinamakan juga kebutuhan dasar (basic needs) yang bila tidak terpenuhi secara ekstrim (misalnya kelaparan), bisa menyebabkan manusia yang bersangkutan kehilangan kendali atas perilakunya, misalnya mereka bisa gelap mata. Karena urusan perut sejengkal orang bisa saling bunuh. Jika kebutuhan dasar ini sudah tercukupi, muncullah kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan akan rasa aman (safety needs).

Kebutuhan terhadap rasa aman berhubungan dengan jaminan keamanan, perlindungan, keteraturan, bebas dari rasa takut dan cemas, dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan ini, manusia membuat aturan, undang-undang, jaminan kesehatan, asuransi, dana pensiun dan sebagainya. Kalau safety needs ini tak terpenuhi, perilaku seseorang akan cenderung negatif.

Setelah kebutuhan dasar tersebut terpenuhi, timbul kebutuhan untuk dicintai dan mencintai, rasa sayang, dan persahabatan. Setiap orang ingin menjadi bagian dalam sebuah keluarga atau sebuah kampung atau kelompok. Setiap orang yang tidak mempunyai keluarga akan merasa sebatang kara, sedangkan orang yang tidak sekolah dan tidak bekerja merasa dirinya pengangguran yang tidak berharga. Kondisi seperti ini akan menurunkan harga diri orang yang bersangkutan.

Bila kebutuhan tingkat tiga terpenuhi, timbul kebutuhan akan harga diri (esteem needs). Seperti kebutuhan akan kompetensi, kemandirian, status, ketenaran, dominasi, kebanggaan, dianggap penting. Ada apresiasi dari orang lain. Orang-orang yang terpenuhi kebutuhannya akan harga diri ini akan tampil sebagai orang yang percaya diri, mandiri dan selalu siap berkembang terus untuk meraih kebutuhan yang tertinggi di puncak piramida, yaitu aktualisasi diri (self actualization). Orang yang sampai pada tingkat tertinggi ini membutuhkan kedudukan terhormat sebagai jaminan eksistensinya. Normalnya demikian, tapi anomali agaknya sedang terjadi dalam masyarakat kita, Walau secara ekonomi miskin, pendidikan dan intelektualitas pas-pasan, jabatan pengangguran, tapi banyak yang menempatkan pencitraan menjadi harga mati. Seorang pengemis di Ujung Batu, kemarin siang, menolak segenggam koin yang saya berikan, katanya, dia tidak terima koin. Maka piramida Maslow itu menjadi terbalik, kecil di bawah besar di atas. Haiiyaa...

kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 496 kali
sejak tanggal 13-10-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat