drh. Chaidir, MM | Bangsa Kecil Tenaga Besar | SEMUT saja pasti menggigit bila diinjak. Itu pesan pertama dari bangsa semut. Maknanya, makhluk sekecil apapun bila disakiti pasti melawan, walau untuk itu ia harus mati. Barangkali perlawanan sampai mati itu hanyalah sebuah instink binatang, tapi barangkali juga itu adalah sebuah bentuk tebusan har
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Bangsa Kecil Tenaga Besar

Oleh : drh.chaidir, MM

SEMUT saja pasti menggigit bila diinjak. Itu pesan pertama dari bangsa semut. Maknanya, makhluk sekecil apapun bila disakiti pasti melawan, walau untuk itu ia harus mati. Barangkali perlawanan sampai mati itu hanyalah sebuah instink binatang, tapi barangkali juga itu adalah sebuah bentuk tebusan harga diri.

Pesan lain, kalau tak diganggu atau terdesak, semut tak akan menggigit. Sebisa-bisanya mereka pilih menghindar. Semut menyadari, mereka makhluk kecil. Namun bangsa semut adalah salah satu makhluk istimewa karena dibicarakan dalam kitab suci AlQuran. Dikisahkan dalam AlQuran, suatu kali pemimpin semut tiba-tiba berseru pada rakyatnya, "Wahai para semut, masuklah kalian ke dalam sarang-sarang kalian, agar kalian tidak diinjak oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya".

Pemimpin semut, tidak berburuk sangka kepada Nabi Sulaiman dan pasukannya. Pasukan itu tak menyadarinya karena mereka tak mengetahui ada makhluk kecil di tengah jalan yang mereka lalui. Nabi Sulaiman yang memperoleh mukjizat mampu berbicara dan mengerti bahasa hewan, mendengar instruksi pemimpin semut tersebut. Nabi tersenyum dan meminta pasukannya agar berjalan hati-hati, supaya tidak menginjak semut.

Semut adalah serangga kecil di dunia yang banyak memberi pesan organisasi dan kepemimpinan. Walaupun semut terdiri dari banyak species (sekitar 3.500 species), lebih dari 12.000 kelompok, dengan anggota per kelompok sekitar 100.000 ekor, tapi semut terkenal sebagai hewan yang memiliki organisasi teratur dan semangat sosial tinggi. Semut memiliki organisasi sosial berkasta-kasta, ada semut pekerja, ada semut penjaga, semut prajurit, semut ratu, semut jantan dan semut betina. Semut pekerja membuatkan sarang tempat ratu tinggal; ratu semut memang luar biasa, bisa berumur sampai 15 tahun, sementara semut biasa rata-rata hanya berumur 4-7 tahun. Semut bahkan memiliki manajemen, mengumpulkan makanan pada musim panas untuk persediaan makanan pada musim dingin.

Secara instinktif, semut adalah serangga yang bijaksana, mereka tahu kapan harus mencari makanan, kapan harus istirahat, pada musim panas, semut segera bergotong royong mencari makanan dan menggumpulkan makanan sebanyak mungkin, supaya ketika musim kemarau berlalu dan musim penghujan tiba atau musim dingin tiba, ketika mereka tidak bisa bekerja, mereka masih memiliki cadangan makanan yang banyak.

Seakan seperti makhluk yang memiliki akal, semut juga tahu bagaimana hidup bersama dalam komunitasnya. Mereka bergotong royong jika ada semut yang menemukan makanan, dan akan menggotong bersama-sama bila makanan itu berukuran besar. Semut adalah serangga yang kuat, mereka dapat mengangkat barang yang beratnya sepuluh kali lipat dari berat tubuhnya, bahkan gajahpun tidak sanggup melakukan hal demikian. Semut yang kelihatannya lemah sesungguhnya memiliki kekuatan besar. Semut adalah serangga yang tak mengenal putus asa. Hal ini telihat ketika ada makanan dengan bongkahan besar atau sulit terjangkau, mereka akan berusaha dengan sedaya upaya untuk mengambilnya; semut tidak akan pernah mau meninggalkan makanan tersebut sebelum memperolehnya.

Semut juga akan saling mengingatkan bila ada bahaya, dan saling menolong jika diserang. Semut hidupnya sangat teratur, mereka tahu tugas dan kewajiban masing-masing. Dengan kesadaran penuh dan integritas tinggi, semut tidak memerlukan pengawasan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Koloni semut tidak memiliki sistem pengawasan internal. Tidak ada semut yang mengawasi semut lainnya.

Di luar perkiraan kita, semut ternyata adalah serangga yang memiliki semangat rela berkorban. Secara individu mereka tidak memikirkan dirinya sendiri, mereka selalu mengutamakan kepentingan komunitas dan terkadang semut harus mengorban dirinya. Semut memiliki semangat setia kawan, amatilah bila ada semut yang bekerja dan mati, mayat semut korban oleh teman-temannya akan dievakuasi dibawa kembali ke sarang. Demikian juga ketika ada semut yang terluka, semut-semut lain akan menolong bersama-sama dan membawanya pergi menjauh. Dan itu semua dilakukannya dengan tulus ikhlas, tak pernah bertanya wani piro.

Alam memberi banyak inspirasi dan mengilhami kita semua, bagaimana berorganisasi dengan baik. Kita sering diberi nasihat untuk belajar dari semut bagaimana bekerjasama, bergotong royong, saling tolong menolong, membangun solidaritas, bekerja penuh tanggung jawab, menjadi pemimpin yang melindungi, dan seterusnya. Tapi manusia sebagai zoon politicon memiliki ego yang tak dimiliki semut.


kolom - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 651 kali
sejak tanggal 21-07-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat