drh. Chaidir, MM | Pesan Tiga Pendekar | TABIR mega kasus Bank Century kelihatannya pelan-pelan mulai tersingkap. Pekan lalu, tiga saksi kunci tampil memberi keterangan dalam sidang TIPIKOR terhadap mantan Deputi Senior Bank Indonesia, Budi Mulya. Tiga pendekar ekonomi yang menjadi saksi tersebut adalah Sri Mulyani, mantan Menteri Keuangan
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Pesan Tiga Pendekar

Oleh : drh.chaidir, MM

TABIR mega kasus Bank Century kelihatannya pelan-pelan mulai tersingkap. Pekan lalu, tiga saksi kunci tampil memberi keterangan dalam sidang TIPIKOR terhadap mantan Deputi Senior Bank Indonesia, Budi Mulya. Tiga pendekar ekonomi yang menjadi saksi tersebut adalah Sri Mulyani, mantan Menteri Keuangan, sekarang Managing Director Bank Dunia, yang berkedudukan di Washington, Jusuf Kalla mantan Wakil Presiden, dan Pof Boediono Wakil Presiden RI yang sedang menjabat.

Kesaksian ketiga tokoh tersebut tentu saja memiliki daya tarik yang luar biasa. Kasus Bank Century mendadak sontak kembali menjadi isu aktual, setelah sekian lama beritanya hanya muncul secara sporadis. Seperti diketahui, setelah menggunakan hak interpelasi dan hak angket beberapa waktu lalu, DPR menyimpulkan, terdapat pelanggaran dalam proses pengucuran dana talangan (bailout) senilai Rp 6,7 triliun untuk Bank Century, dan meminta KPK mengusut sejumlah pejabat yang dianggap bertanggung jawab. DPR mengatakan otoritas moneter dan fiskal salah dalam pengucuran dana talangan tersebut. Bank Century hanyalah sebuah bank kecil, kebangkrutannya tak akan menimbulkan krisis sistemik, tapi kenapa mendapat perlakuan istimewa? Oleh karenanya perlu dilakukan penyelidikan pidana terhadap Mantan Gubernur Bank Indonesia yang sekarang menjadi Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Kehadiran tiga pendekar tersebut membawa pesan penting bahwa semua orang sama kedudukannya di depan hukum, tak ada pembesar tak ada orang sakti tak ada orang kaya tak ada rakyat jelata, semua sama. Tangan mencincang bahu memikul. Bila pengadilan menghendaki seseorang dihadirkan di pengadilan, siapapun, maka orang tersebut harus hadir. Saksi adalah orang yang dianggap mengetahui sebuah peristiwa sehingga kesaksiannya diharapkan dapat memperjelas duduk perkara. Saksi belum tentu bersalah.

Pesan moral yang tak kalah pentingnya, siapapun harus memiliki komitmen menjunjung tinggi supremasi hukum. Jangan mentang-mentang orang penting dan penguasa, misalnya, merasa tak perlu hadir di pengadilan. Tidak boleh ada jurus akal-akalan untuk menghindari proses peradilan.

Pesan selanjutnya, bangsa kita tidak main-main dalam penegakan hukum. Pesan ini bisa tertuju secara internal kepada masyarakat kita sendiri, tapi bisa juga tertuju kepada masyarakat internasional. Peradilan kita tidak bisa diintervensi oleh kekuasaan atau kekuatan-kekuatan konglomerasi manapun.

Pesan lain, negara harus melindungi rakyat dari praktik akal-akalan keuangan dan perbankan, baik yang dilakukan oleh pelaku-pelaku bisnis nakal maupun oleh pejabat pemerintah dan perbankan yang menyalahgunakan wewenang. Siapapun pejabat perbankan dan pemerintahan, sungguh-sungguh harus menjunjung tinggi asas fiduciary duty.

Kesaksian ketiga pendekar ini seperti kita dengar, secara substansial sama-sama berargumentasi untuk menyelamatkan ekonomi bangsa Indonesia. Semoga ketiganya benar. Tapi Tuhan tidak tidur, dan pasti menitipkan putusannya pada hakim.


kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 404 kali
sejak tanggal 12-05-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat