drh. Chaidir, MM | Darah Siluman | ALIEN dan siluman beda. Kisah alien, makhluk planet lain, banyak diangkat dalam cerita fiksi, tapi tidak demikian halnya dengan makhluk siluman. Siluman sungguh-sungguh nyata di muka bumi. Tidak menakutkan seperti alien, tapi daya rusaknya merisaukan. Siluman adakalanya digambarkan sebagai makhluk h
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Darah Siluman

Oleh : drh.chaidir, MM

ALIEN dan siluman beda. Kisah alien, makhluk planet lain, banyak diangkat dalam cerita fiksi, tapi tidak demikian halnya dengan makhluk siluman. Siluman sungguh-sungguh nyata di muka bumi. Tidak menakutkan seperti alien, tapi daya rusaknya merisaukan. Siluman adakalanya digambarkan sebagai makhluk halus, tapi dalam kehidupan sehari-hari lebih sering digunakan untuk jastifikasi sesuatu yang tersembunyi dalam konotasi ilegal.

Dalam pileg 9 April lalu misalnya, disebut ada pemilih siluman. Pemilih siluman terdaftar dalam DPT, tapi alamatnya palsu (dicari kemana-mana pun oleh Ayu Tingting tak akan pernah ketemu..he he he). Ada pemilih yang sebetulnya sudah lama meninggal dunia tapi namanya masih tercantum dalam DPT dan hebatnya, yang bersangkutan tetap nyoblos. Ada pula pemilih yang tak terdaftar, tak nyoblos, bahkan tak pernah kelihatan batang hidungnya, tapi bisa menambah suara. Ada pemilih siluman ada pula tim sukses siluman. Timses siluman ini tak pernah tampak melakukan sosialisasi atau kampanye untuk jagonya tapi senantiasa gentayangan membawa "kemenyan" dalam sandi operasi serangan fajar.

Dalam pengangkatan puluhan ribu CPNS yang berasal dari tenaga honorer Kategori 1 (K1) dan Kategori 2 (K2), rupanya juga disusupi siluman. Sejatinya, tenaga honorer K1 merupakan tenaga honorer yang honornya dibiayai langsung oleh APBD atau APBN. Sesuai Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 5/2010, tenaga honor K1 adalah tenaga honorer yang bekerja di instansi pemerintahan terhitung mulai 1 Januari 2005, secara terus menerus. Adapun Tenaga Honorer K2 adalah tenaga honorer yang juga diangkat per 1 Januari 2005 tapi tidak mendapat upah dari APBD/APBN. Honorer K1 dan K2 ini mendapat prioritas untuk diangkat sebagai CPNS sesuai prosedur. Anehnya, tiba-tiba saja dalam daftar tenaga honorer tersebut muncul nama-nama bodong atau nama-nama asli tapi palsu alias nama-nama siluman.

Bencana asap yang melanda Riau Februari 2014 lalu, juga ternyata menyisakan banyak cerita tentang nama-nama siluman yang melakukan perambahan hutan (temasuk hutan lindung cagar alam Giam Siak Kecil). Seperti terungkap ke berbagai media, ada kepala desa yang menerbitkan surat izin pembukaan lahan kebun kepada sejumlah nama, ternyata nama-nama tersebut fiktif alias bodong alias siluman.

Dalam kehidupan sehari-hari praktik siluman berada di sekitar kita. Di eksekutif, legislatif dan yudikatif, bahkan juga di bisnis media sebagai pilar keempat, praktik siluman tak jarang ditemukan. Di sektor swasta apalagi. Krisis likuiditas beberapa bank swasta pada era 2000an temasuk krisis Bank Century misalnya, berawal dari banyaknya praktik-praktik siluman. Data kesehatan keuangan bank yang dipublikasi berbeda dengan kondisi keropos yang sesungguhnya.

Praktik siluman dan uang hampir tak dapat dipisahkan, praktik siluman dan uang ibarat ayam dan telur. Darah siluman itu adalah uang. Banyak uang siluman merajalela, krisis uang siluman gentayangan.


kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 428 kali
sejak tanggal 05-05-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat