drh. Chaidir, MM | Buaya dan Burung Plover | ALAM terkembang jadi guru. Begitulah. Tak satu pun makhluk hidup yang dapat hidup sendirian. Setiap organisme selalu membutuhkan organisme lain. Ketergantungan dan saling membutuhkan antara organisme satu dengan organisme lainnya, menimbulkan interaksi.

Interaksi antara dua organisme yang hidup b
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Buaya dan Burung Plover

Oleh : drh.chaidir, MM

ALAM terkembang jadi guru. Begitulah. Tak satu pun makhluk hidup yang dapat hidup sendirian. Setiap organisme selalu membutuhkan organisme lain. Ketergantungan dan saling membutuhkan antara organisme satu dengan organisme lainnya, menimbulkan interaksi.

Interaksi antara dua organisme yang hidup berdampingan itulah yang disebut dengan simbiosis. Simbiosis merupakan pola interaksi yang sangat erat dan khusus antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis. Simbiosis dikenal dalam tiga bentuk, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme. Simbiosis mutualisme adalah interaksi antara dua makhluk hidup yang berbeda jenis. Interaksi tersebut saling menguntungkan. Contohnya lebah dan bunga. Lebah memerlukan madu yang diisapnya dari bunga, dan bunga memerlukan lebah untuk membantu proses reproduksi. Kerbau memerlukan burung jalak untuk membersihkan punggungnya dari lalat dan serangga lainnya, sementara burung jalak memerlukan kerbau karena di punggung kerbau tersedia banyak makanan baginya. Dan masih banyak contoh lain termasuk buaya dan burung plover. Buaya tertolong oleh burung plover yang berani masuk ke mulutnya yang dingangakan untuk membersihkan kotoran giginya, sementara burung plover mendapatkan makanan dari sisa-sisa makanan yang ada di sela-sela gigi buaya. Buaya tidak pernah menyantap burung plover kendati itu dengan mudah bisa dilakukannya.

Simbiosis bentuk lain, adalah simbiosis komensalisme. Simbiosis ini adalah interaksi antara dua jenis makhluk hidup yang berbeda, individu yang satu mendapat keuntungan, dan individu lainnya tidak diuntungkan maupun dirugikan. Contohnya, tanaman anggrek dengan pohon mangga atau pohon pohon durian sebagai inangnya. Anggrek biasanya menempel pada bagian atas batang pohon agar mendapat cahaya matahari yang cukup untuk melakukan fotosintesis. Sedangkan sang pohon sama sekali tak merasa terganggu atau dirugikan. Contoh lain adalah ikan hiu dan ikan remora (ikan kecil). Ikan hiu tidak diuntungkan dan tidak dirugikan dengan keberadaan ikan remora disekitarnya. Sedangkan ikan remora mendapat keuntungan dari sisa makanan ikan hiu.

Simbiosis yang bermasalah adalah simbiosis parasitisme. Interaksi dalam simbiosis ini, yang satu diuntungkan yang lain dirugikan. Organisme yang mendapat keuntungan disebut parasit dan organisme yang menjadi tempat hidup parasit disebut inang alias host alias tuan rumah. Contohnya, benalu dengan inangnya. Benalu mengambil makanan dari pohon inangnya, sementara inangnya tak dapat mengambil makanan dari benalu. Contoh lain adalah cacing tambang yang hidup di dalam usus manusia. Cacing menghisap makanan yang ada dalam usus tuan rumahnya sehingga menyebabkan sang tuan rumah kekurangan gizi.

Sesungguhnya koalisi di panggung politik adalah bentuk dari simbiosis yang terdapat dalam dunia binatang. Seperti halnya makhluk hidup yang tak bisa hidup sendiri, dalam negeri yang berpaham demokrasi pun tak ada partai politik yang bisa berdiri sendirian, walaupun menang pemilu dengan mayoritas tunggal. Setiap partai memerlukan partai lain entah sebagai teman koalisi atau sebagai mitra oposisi. Simbiosis seperti apakah yang akan terjadi dalam koalisi 2014 ini? Kita berharap seperti buaya dan burung plover. Di sana senang di sini senang.


kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 783 kali
sejak tanggal 14-04-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat