drh. Chaidir, MM | Menduga Partai Berkuasa | DALAM dua atau tiga hari ini, kita tentu sudah punya bayangan Partai Berkuasa (The ruling party)  untuk lima tahun ke depan. Kendati perhitungan hasil pencoblosan belum final, tapi hasil hitung cepat pasti sudah diumumkan berbagai lembaga dan media.

Pemilu multipartai pasca reformasi selalu menam
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Menduga Partai Berkuasa

Oleh : drh.chaidir, MM

DALAM dua atau tiga hari ini, kita tentu sudah punya bayangan Partai Berkuasa (The ruling party) untuk lima tahun ke depan. Kendati perhitungan hasil pencoblosan belum final, tapi hasil hitung cepat pasti sudah diumumkan berbagai lembaga dan media.

Pemilu multipartai pasca reformasi selalu menampilkan Partai Berkuasa yang berbeda. Pada 1999, PDIP menyingkirkan Partai Golkar yang telah berkuasa selama 32 tahun. Tapi Partai Golkar membalas kontan lima tahun kemudian dengan memenangkan pemilu 2004. Pada pemilu 2009 Partai Demokrat tampil perkasa dengan menggusur Partai Golkar (peringkat II) dan PDIP (peringkat III).

Pasca reformasi, panggung politik kita menampilkan adegan-adegan menarik. PDIP kendanti tampil sebagai pemenang pemilu 1999 dengan memperoleh kursi terbanyak, 33% di parlemen (DPR), tetapi gagal menjadi mayoritas di DPR dan MPR sehingga capres andalannya Megawati Soekarnoputri dikalahkan oleh KH Abdurrahman Wahid, jago Partai Kebangkitan Bangsa. Untungnya, dalam pemilihan Wapres yang terpisah, Megawati mengalahkan Hamzah Haz, sehingga terpilih sebagai Wakil Presiden mendampingi Abdurrahman Wahid. Pada 23 Juli 2001, karena mengeluarkan dekrit pembubaran DPR dan Golkar, yang dianggap melanggar konstitusi, mandat Abdurrahman Wahid sebagai Presiden dicabut oleh MPR dan MPR mengangkat Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden ke-5 RI sampai 2004.

PDIP baru boleh disebut debagai the ruling party atau Partai Berkuasa, setelah Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri dipilih oleh MPR menjadi Presiden pada tanggal 23 Juli 2001 sampai dengan Oktober 2004.

Pemilu 2004 menampilkan Partai Golkar sebagai pemenang 21,58 persen mengalahkan PDIP (18,53 persen). Tetapi Partai juga tidak meraih mayoritas di parlemen. Bahkan jago Partai Golkar Wiranto yang dipilih melalui konvensi, dikalahkan oleh unggulan Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Padahal Partai Demokrat hanya menempati rangking ke-5 dalam pemilu leislatif (7,45 persen). Dengan demikian Partai Golkar pemenang pemilu, tapi tak bisa disebut the ruling party.

Pemilu 2009 dimenangkan oleh Partai Demokrat (20,85 persen), mengalahkan Partai Golkar (14,45 persen), PDIP (14,03 persen) dan beberapa partai lainnya. Walaupun tidak mayoritas, tapi pendiri Partai Demokrat, Presiden SBY kembali tepilih sebagai Presiden RI untuk periode kedua. Maka, Partai Demokrat bolehlah disebut sebagai Partai Bekuasa.

Pada hakekatnya istilah partai berkuasa lebih cocok digunakan untuk negara yang menganut sistem Parlementer. Pada sistem parlementer, pemilu dilaksanakan untuk memilih perwakilan di majelis rendah dan majelis tinggi (sistem ini berlaku mislanya di Malaysia, Thaliand, Jepang, India, dan pelaksanaanya dilakukan pada waktu berbeda). Partai yang berkuasa biasanya memegang kekuasaan di majelis rendah, atau yang lebih dikenal sebagai parlemen, baik sebagai mayoritas tunggal (single majority) maupun berkoalisi dengan partai lain. Kekuasaan di legislatif akan berlanjut pada kekuasan di pemerintahaan, hal ini disebabkan perdana menteri sebagai kepala pemerintahaan akan dipilih biasanya dari anggota partai yang berkuasa di parlemen. Dengan demikian partai yang memenangkan pemilu parlemen akan menjadi Partai Berkuasa.

Sistem politik Indonesia modern pasca reformasi menorehkan banyak catatan menarik. Sistem politik multipartai sebagaimana dimaksud Maurice Duverger dan Giovannie Sartori tak serta merta menjawab kebutuhan masyarakat. Tetapi yang menarik kita tunggu adalah hasil pencoblosan 9 April 2014 ini. Partai politik manakah yang akan tampil sebagai pemenang dan sekaligus memenangkan capres partainya sebagai Presiden RI? Bila ada partai yang mendapatkan double winner, merekalah sebagai Partai Berkuasa lima tahun ke depan. Ayo coblos.


kolom - Harian Vokal
Tulisan ini sudah di baca 442 kali
sejak tanggal 07-04-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat