drh. Chaidir, MM | Wakil Rakyat Jelita | RAKYAT Jelita dan rakyat jelata, dalam struktur kata, hanya beda satu huruf. Tapi jangan tanya tentang beda status sosial, keduanya seakan berjarak seratus tahun cahaya. Keduanya ibarat bumi dan langit. Rakyat jelata adalah rakyat biasa, bukan bangsawan dan bukan pula hartawan. Rakyat jelata bahkan
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Wakil Rakyat Jelita

Oleh : drh.chaidir, MM

RAKYAT Jelita dan rakyat jelata, dalam struktur kata, hanya beda satu huruf. Tapi jangan tanya tentang beda status sosial, keduanya seakan berjarak seratus tahun cahaya. Keduanya ibarat bumi dan langit. Rakyat jelata adalah rakyat biasa, bukan bangsawan dan bukan pula hartawan. Rakyat jelata bahkan berkonotasi miskin, melarat, kaum pinggiran.

Rakyat jelita beda. Julukan ini mencuat dalam diskusi bedah kasus korupsi seperti diberitakan beberapa media. Rakyat jelita disandangkan pada artis-artis cantik yang kehidupannya glamour dan bergelimang kemewahan harta benda. Sebenarnya biasa saja, apa salahnya? Yang namanya dunia artis tentulah seperti itu, sah-sah saja. Talenta plus cetakan bagus dan kemasan mewah, memungkinkan mereka merebut peluang dan mewujudkan impiannya. Lihatlah kehidupan artis-artis Hollywood dan artis-artis Bollywood. Begitulah. Namun, frasa rakyat jelita di negeri kita, akhir-akhir ini agak kocar-kacir akibat ulah beberapa jelitawati . Rupanya, banyak rakyat jelita ini yang tersangkut dalam pusaran kasus korupsi kalangan atas, sebut saja kasus Djoko Susilo, Ahmad Fathanah, Akil Mochtar dan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Seperti diberitakan di media massa, ada sejumlah artis jelita yang kecipratan harta Djoko Susilo dan Ahmad Fathanah berupa aliran uang, rumah, apartemen dan mobil mewah; ada pula sederetan nama artis cantik yang kecipratan harta Akil Mochtar; dan ada pula sejumlah artis sembohai yang ‘beruntung’ dapat transfer uang dan mobil super mewah dari Wawan. Namun harta yang dianggap pemberian tersangka koruptor yang ‘baik hati’ tersebut, kini telah diamankan oleh penyidik KPK sebagai barang bukti. Rakyat jelita yang terbawa-bawa kasus dugaan korupsi kalangan atas tersebut cukup banyak bila disebut satu persatu, umumnya artis-artis terkenal di panggung hiburan.

Tapi cerita tentang rakyat jelita, tak berhenti sampai lembaran kisah kasus korupsi kalangan atas tersebut. Ibarat kisah 1001 malam, ada lembaran kisah malam-malam berikutnya. Di tahun politik 2014 ini misalnya, sederetan artis panggung hiburan hijrah ke panggung politik sebagai caleg dari beberapa partai politik peserta pemilu legislatif 2014. Mereka jeli melihat syahwat partai politik yang sangat pragmatis dalam strategi pemenangan pemilu. Ketenaran artis diharapkan dapat mendongkrak perolehan suara. Beberapa di antaranya, memang sudah lebih dulu berkiprah di panggung politik dan duduk di parlemen. Sebut saja misalnya Tantowi Yahya, Nurul Arifin, Dedi "Miing" Gumelar, Rieke Dyah Pitaloka, Venna Melinda, Eko Patrio, dan lain-lain. Untuk Pemilu Legislatif 2014 ini, lebih banyak lagi artis yang terjun ke panggung politik, jadi caleg. Di samping nama-nama tersebut, ada nama-nama lain, sebut saja misalnya, Iyet Bustami, Angel Lelga, Doni Damara, Jane Shalimar, Primus Yustisio, Desy Ratnasari, Anang Hermansyah, Ayu Azhari, Ridho Rhoma, Inggrid Kansil, Bella Saphira, Krisdayanti, Gusti Randa dan lain-lain.

Pertanyaan kita, seandai nanti terpilih, mampukah rakyat jelita ini menjadi corong dalam menyampaikan aspirasi rakyat, berempati terhadap rakyat jelata yang mereka wakili, atau justru hanya sekedar pindah bersinetron dari panggung hiburan ke panggung politik di gedung parlemen? Ontahlah..


kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 471 kali
sejak tanggal 24-03-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat