drh. Chaidir, MM | Segudang PR Aman | GUBERNUR dan Wakil Gubernur Riau, pasangan
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Segudang PR Aman

Oleh : drh.chaidir, MM

GUBERNUR dan Wakil Gubernur Riau, pasangan "AMAN" yang baru dilantik pekan lalu, dihadapkan pada segudang Pekerjaan Rumah, yang mau tak mau suka atau tak suka harus diselesaikan. Oleh karena itu Gubernur Anas benar ketika mengatakan, tak perlu ada istilah program 100 hari pertama, dia akan kangsung saja tancap gas kerja dan kerja.

Beberapa persoalan warisan yang harus segera dituntaskan tersebut, antara lain adalah masalah Menara Bank RiauKepri di Jalan Sudirman Pekanbaru, pemeliharaan Stadion Utama Riau dan beberapa arena PON Riau 2012, sengketa perbatasan lima desa antara Rokan Hulu dan Kampar, persoalan RAL, pembangunan jalan TOL Pekanbaru-Dumai, dan lain-lain. Permasalahan tersebut telah menjadi isu aktual pemerintahan daerah di Negeri Lancang Kuning ini sejak beberapa tahun terakhir dan belum diketahui publik solusinyabyang mangkus.

Di samping itu secara manajemen pemerintahan, pada sisi manajer (di samping sisi gubernur dan wakil gubernur sebagai pemimpin), gubri-wagubri harus mengefektifkan organisasi kapal induk besar yang sedang dilayarkannya. Sumber daya organisasi misalnya, SOTK baru harus diisi. Sementara sumber daya berupa uang, gubri-wagubri tentu harus segera juga melakukan perubahan terhadap APBD 2014.

Menara Bank RiauKepri
Tahun ini Menara Bank RiauKepri genap dua tahun jadi "gedung hantu". Gedung mewah tersebut terlihat belum digunakan sama sekali. Padahal biaya pembangunannya mencapai Rp240-an milyar lebih. Kita memahami, bila gedung lama tak digunakan, akan banyak bagian-bagian yang rusak, dan tentu memerlukan biaya renovasi sebelum gedung tersebut digunakan. Ada apa dan mengapa gedung tersebut belum digunakan? Betulkah karena ada masalah dalam anggaran pembangunannya? Konon sudah dibicarakan oleh lembaga arbitrase, tapi publik belum tahu perkembangan terkini. Kabur.

Stadion Utama Riau
Stadion yang jadi kebanggaan masyarakat Riau ini, terakhir mendapat imej yang kurang bagus menjadi sarang gang motor setelah berakhirnya PON VIII tahun 2012 di Riau. Stadion yang dibangun dengan anggaran Rp1 T lebih ini, kini merana tak terawat. Pada saat pembangunan stadion tersebut banyak pihak yang mengingatkan agar kasus stadion utama pembukaan PON XVII di Kaltim tak terulang. Seperti diberitakan berbagai media, stadion utama di Kaltim tersebut terabaikan tak tepelihara. Sekarang, apa yang dikhawatirkan tersebut terulang di Riau. Kita seakan tak pernah mau belajar. Atau kita memang belum mampu belajar. Stadion Utama Riau ini mendesak untuk segera dipelihara dan difungsikan. Sesungguhnya tidak hanya Stadion Utama, arena PON lainnya juga tak tepelihara temasuk wisma atlit. Padahal keseluruhan sarana tersebut menghabis anggaran daerah triliunan rupiah.

Sengketa Perbatasan Lima Desa
Bentrok fisik antara satpol PP Rokan Hulu dan Kampar di lima desa yang dipersengetakan menjadi berita hangat nasional beberapa waktu belum lama ini. Kejadian tersebut tentu saja memalukan. Permasalahannya, ada perbedaan interpretasi terhadap putusan Mahkamah Agung tentang perbatasan dua Kabupaten, yakni Rokan Hulu dan Kampar yang lokasinya meliputi lima desa tersebut. Desa-desa tersebut adalah desa Jaya, Intan Makmur, Tanah Datar (Kecamatan Kunto Darussalam), dan dua desa (Rimba Jaya dan Rimba Makmur) di Kecamatan Pagarantapah Darussalam. Sangat mengherankan di era tatakelola pemerintahan yang baik seperti dewasa ini, masih ada sengketa perbatasan antar kabupaten. Sesungguhnya, batas kabupaten tersebut hanya batas administrasi belaka, bukan batas teritorial layaknya perbataan negara. Entah apa yang ada dalam pikiran dua bupati di kedua kabupaten tersebut. Padahal kedua bupati sama-sama kader partai bekuasa.

Jalan TOL Pekanbaru-Dumai
Lima belas tahun berlalu, satu periode Gubernur Saleh Djasit dan dua periode Gubernur Rusli Zainal, dan entah berapa orang pula pejabat Kepala BAPPEDA Provinsi, tapi cerita tentang Jalan TOL Pekanbau- Dumai tak pernah selesai. Posisinya masih tar-sok tar-sok (sebentar besok sebentar besok). Saya masih memiliki kliping berita pernyataan para petinggi daerah tentang pembangunan jalan TOL ini yang seakan-akan sudah segera akan dibangun, tetapi kenyataannya hampa belaka. Kalau jalan TOL ini terwujud akan akan sangat besar dampaknya bagi perkembangan perekonomian daerah. Jalan TOL ini akan jadi lokomotif perekonomian (engine of growth) Riau bahkan juga Sumatera.

Pengisian SOTK dan Perubahan APBD 2014
Organisasi dan anggaran adalah dua sumber daya penting dalam manajemen pemerintahan. Semakin efektif sumber daya tersebut dikelola, semakin efektif manajemen pemerintahan. Permasalahan selama ini, SOTK tidak diiisi berdasarkan pendekatan merit system (keahlian) tetapi lebih dominan pada kepentingan, kedekatan-kedekatan sempit primordialisme, perkoncoan, sehingga yang terbentuk bukan birokrasi yang profesional, tetapi pemerintahan oligarki. Dalam situasi manajemen pemerintahan demikian maka APBD sarat dengan daftar keinginan, bukan daftar kebutuhan. Dengan demikian wajar bila Gubernur Annas ingin melakukan reposisi dan penghematan anggaran. Gubernur dengan tegas menyebut akan memangkas biaya perjalanan dinas.

Masih banyak PR lain dari gubri-wagubri kita. Kita percaya, mereka akan mampu membuat terobosan, tak hanya sekedar pencitraan dan retorika belaka. Sepanjang niatnya baik dan untuk kepentingan rakyat banyak, langkah-langkah pemimpin Riau yang baru ini perlu kita dukung bersama. Maju terus.


kolom - Harian Vokal
Tulisan ini sudah di baca 414 kali
sejak tanggal 25-02-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat