drh. Chaidir, MM | Akhirnya AMAN | BILA tak ada aral melintang, Annas Maamun dan Arsyajuliandi Rahman yang populer dengan nickname AMAN, dilantik sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2014-2019 pada hari Rabu 19 Februari lusa. Pasangan ini mengungguli empat pasangan lainnya pada putaran pertama pilgub Riau pada 4
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Akhirnya AMAN

Oleh : drh.chaidir, MM

BILA tak ada aral melintang, Annas Maamun dan Arsyajuliandi Rahman yang populer dengan nickname AMAN, dilantik sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2014-2019 pada hari Rabu 19 Februari lusa. Pasangan ini mengungguli empat pasangan lainnya pada putaran pertama pilgub Riau pada 4 September 2013 dan kemudian unggul pula dari pasangan Herman Abdullah - Agus Widayat dalam putaran kedua, 27 November 2013.

Pelantikan tersebut mengakhiri gonjang-ganjing pesta demokrasi pilgub Riau 2013. Tak ada pesta yang tak berakhir. Yang namanya kompetisi, pasti ada kalah-menang. Itu lumrah, biasa saja. Satu dari lima pasang calon pasti tampil sebagai pemenang. Tak mungkin kelima pasang menang semua atau kelima pasang kalah semua. Dalam perspektif agama, bagi yang kalah pasti ada hikmahnya. Apa hikmahnya? Tak ada seorang pun kita yang bisa memberikan jawaban eksak seperti jawaban soal aljabar. Bagi yang menang, jelas, jabatan itu adalah sebuah amanah yang harus dipertanggung jawabkan dunia akhirat.

Riau kini memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur baru. Pemimpin baru pasti membawa suasana baru, semangat baru dan harapan baru, serta juga kebijakan baru. Siapapun yang memiliki kepedulian terhadap daerah ini, sedikit banyak pasti menyadari, bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini Riau menghadapi banyak persoalan yang harus dihadapi dan diselesaikan secara bijak. Riau adalah daerah yang boleh dikata memiliki sumber daya pembangunan besar, tetapi hasilnya masih jauh dari harapan. Penyebabnya, sumber daya pembangunan tersebut belum digerakkan secara efektif untuk mencapai tujuan bersama sebagaimana diharapkan oleh para pendiri daerah ini ketika memekarkan diri dari Provinsi Sumatera Tengah beberapa puluh tahun yang lalu. Riau memang terlihat hebat di wilayah perkotaan, tetapi relatif tercecer di wilayah pedalaman (kecamatan dan desa), terutama dari pembangunan infrastruktur dasar. Apalagi bila dibandingkan dengan provinsi tetangga.

Kalau mau diungkai satu persatu, sebagian besar dari permasalahan itu sebenarnya berkaitan dengan masalah internal. Dan bila ditilik lebih jauh dengan kaca pembesar dari perspektif manajemen pemerintahan daerah, permasalahan itu berpunca dari kepemimpinan daerah. Kepemimpinan daerah terlalu sibuk bekicau seperti burung murai batu, tapi lupa bikin sarang. Harusnya seperti burung tempua, tak pandai berkicau tetapi piawai membuat sarang yang bagus dan indah. Mengutip Peter Drucker, ketertinggalan suatu negeri itu banyak disebabkan oleh faktor salah urus.

Berbekal pengalaman berpuluh-puluh tahun di pemerintahan, keberanian dan ketegasan dalam bersikap seperti yang ditunjukkan Annas Maamun, sang Gubernur dan kekuatan jaringan Arsyajuliandi Rahman sang Wakil Gubernur, serta kerendahan hati pasangan ini untuk berempati kepada masyarakat, kita percaya rasanya AMAN akan mampu membuat terobosan guna mempercepat kemajuan daerah.

Daerah ini memerlukan pemimpin sekaligus penguasa yang mampu mendiagnosa secara akurat penyakit menahun yang ada, dengan demikian akan ditemukan sitawar sidingin yang tepat untuk penyembuhannya. Selamat bertugas, AMAN. Syabas.


kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 411 kali
sejak tanggal 17-02-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat