drh. Chaidir, MM | Politik Goyang Caesar | POLITIK itu seperti goyang Caesar. Sebanyak yang mencaci sebanyak itu pula yang memuji. Sebanyak yang memberi cibiran sebanyak itu pula yang penasaran. Benci tapi rindu. Malu-malu kucing. Acuh tapi butuh. Lihatlah, DPR dan DPRD selalu dihujat karena dicap lembaga politik korup, tapi ribuan caleg ber
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Politik Goyang Caesar

Oleh : drh.chaidir, MM

POLITIK itu seperti goyang Caesar. Sebanyak yang mencaci sebanyak itu pula yang memuji. Sebanyak yang memberi cibiran sebanyak itu pula yang penasaran. Benci tapi rindu. Malu-malu kucing. Acuh tapi butuh. Lihatlah, DPR dan DPRD selalu dihujat karena dicap lembaga politik korup, tapi ribuan caleg bertempur mati-matian memperebutkan kursi anggota dewan di lembaga yang sering dihujat itu. Kursi anggota dewan dibenci tapi dicintai.

Mengapa demikian? Jawabannya macam-macam, ada yang klise ingin memperjuangkan nasib rakyat yang diwakili, membangun kampung halaman, memperbaiki fasilitas pendidikan, dan sebagainya. Tapi ada juga yang tanpa tedeng aling-aling, dan tanpa perasaan bersalah ingin ikut bermain proyek, Persepsinya beraneka ragam tergantung latar belakang kehidupan dan keluarga masing-masing anggota dewan.

Namun pada umumnya terdorong oleh contoh pola hidup dan perilaku anggota dewan dan keluarganya yang berubah drastis. Kehidupan anggota dewan pada umumnya terlihat atraktif. Banyak yang menyimpulkan, jalur politik menjadi anggota dewan itu menjanjikan kehidupan dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik secara instan. Anggota dewan dapat fasilitas kendaraan dan bantuan perumahan, di samping jumlah honor yang menggiurkan dan kesempatan untuk melakukan perjalanan dinas kian kemari.

Jalur politik dipahami sebagai jalur cepat untuk membangun karir, cepat terkenal, cepat kaya, cepat jai boss. Semua serba instan. Seseorang mendadak terkenal, seseorang mendadak punya mobil, mendadak mentereng. Bahkan seseorang mendadak jadi gubernur, bupati, wakil bupati dan sebagainya. Kehidupan bagai mimpi yang jadi kenyataan. Inilah yang membius.

Sesungguhnya, panggung politik tak ubah juga seperti panggung hiburan. Seseorang bisa melejit from zero to hero. Lihatlah fenomena Goyang Caesar, dalam acara televisi Yuuk Keep Smile. Goyang Caesar langsung melejit dalam sekejap. Caesar sang koreografer mendadak menjadi milyarder dalam tempo singkat, dari semula bukan siapa-siapa.

Siklus itu jugalah yang terjadi pada panggung artis Inul Daratista. Inul dalam tempo singkat melejit dengan goyang "Nge Bor"nya. Segala kontroversi pro dan kontra goyang tersebut muncul di ranah publik. Rhoma Irama menyebut goyang "Nge Bor" haram dan Inul Daratista pun ditolak tampil di beberapa daerah di Indonesia. Tapi Inul tak kehilangan dukungan, semakin dicekal Inul semakin populer, padahal sebelumnya Inul hanyalah seorang biduanita antar kampung, bukan siapa-siapa.

Artis dengan goyang itik, Zaskia juga mendadak sangat populer setelah pertunangannya dengan Vicky Prasetya berantakan. Bahkan Vicky Prasetya dengan perilaku dan frasanya yang aneh berpekan-pekan menjadi bahan olok-olok di jejaring media sosial. Norman Kamaru (seorang brigadir polisi), juga salah seorang dari sedikit orang yang berubah total jalan hidupnya dengan goyang Bollywood caiya-caiya yang iseng diposting di Youtube. Norman menjadi artis secara instan dari semula bukan siapa-siapa.

Succes story itulah yang memabukkan. Padahal artis seperti Inul Daratista, Norman Kamaru, Zaskia Gotik, sang fenomenal Caesar, hanya segelintir saja dari seniman yang sukses instan bak meniup lampu aladin, selebihnya harus bertungkus lumus menapak tangga demi tangga menegakkan eksistensinya, sebagian terseok-seok, sebagian lainnya bahkan tenggelam dalam dunia hitam. Politisi juga demikian. Jadi jangan kecewa bila tak mendapat lampu aladin.


kolom - BETTER
Tulisan ini sudah di baca 423 kali
sejak tanggal 05-02-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat