drh. Chaidir, MM | Tahun Kuda | KASIHAN kucing. Gara-gara penidur, maka namanya tak tercatat dalam siklus tahun kalender Tionghoa yang disimbolkan dengan 12 nama binatang. Setiap siklus Tahun Tionghoa ditandai dengan nama binatang atau
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Tahun Kuda

Oleh : drh.chaidir, MM

KASIHAN kucing. Gara-gara penidur, maka namanya tak tercatat dalam siklus tahun kalender Tionghoa yang disimbolkan dengan 12 nama binatang. Setiap siklus Tahun Tionghoa ditandai dengan nama binatang atau "shio" sesuai dengan siklus yang berputar : Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi. Setiap dua belas tahun, nama binatang atau shio yang sama akan muncul.

Tikus adalah binatang yang patut dicap sebagai kambing hitam alias pihak yang paling patut dipersalahkan dalam kasus tereliminasinya nama kucing dari daftar shio. Padahal tikus sebenarnya adalah sohib kucing pada awalnya. Tikus menelikung pada saat injury time (ibarat pertandingan sepakbola...he..he..) sehingga namanya tercatat dalam daftar shio, nama kucing yang mengajaknya justru hilang. Akhirnya mereka pecah kongsi sampai akhir masa.

Menurut legenda tradisional Tionghoa, dua belas binatang dikumpulkan pada suatu hari untuk menentukan siapa yang menjadi pemimpin, yang namanya akan ditempatkan pada urutan pertama dalam siklus kalender tahun Tionghoa. Kontes diadakan secara demokratis: aturan mainnya, siapa yang mampu menyeberang sungai dan sampai pertama di tepian seberang, maka namanya akan dicatat pada urutan pertama, dan sisanya akan mengikuti urutan sesuai dengan kedatangan mereka di seberang.

Pada awalnya dua belas binatang berkumpul termasuk kucing. Kucing menyampaikan berita ini kepada teman baiknya si Tikus, dan mengajak Tikus untuk mengikuti kontes. Tikus setuju. Maka berdua mereka pergi bersama keesokan harinya. Namun, ketika kontes dimulai, Tikus tidak membangunkan Kucing, yang senang sekali tidur bermalas-malasan sepanjang hari. Maka kucing tidak mengikuti lomba, terkena diskualifikasi dan namanya tentu saja tidak masuk dalam shio.

Pada saat kompetesi, tikus yang penuh akal menumpang di punggung Kerbau yang kuat dan gagah untuk menyeberangi sungai. Ketika kerbau sudah mau sampai ke tepian seberang sungai, si Tikus meloncat dari punggung kerbau, dan menjadikan dirinya lebih dulu sampai di tepian seberang dan sekaligus tampil sebagai pemenang kontes, menyusul kerbau di urutan kedua. Binatang terakhir adalah binatang pemalas yaitu Babi. Oleh karena itulah Tikus menjadi tahun pertama dari siklus shio, dan diakhiri oleh babi tanpa adanya shio Kucing dalam dua belas nama binatang simbol shio tersebut. Dan oleh karena itu juga, menurut legenda, permusuhan antara kucing dengan tikus dimulai, dan masih berlanjut sampai sekarang.

Kuda berada pada urutan ketujuh. Dan Imlek Tahun 2565 ini adalah Tahun Kuda. Dalam kebudayaan Tionghoa, kuda dilambangkan sebagai simbol kehebatan, kekuatan, ketekunan dan kebangsawanan. Mereka yang dilahirkan di tahun kuda, konon, dianugerahi dengan kepintaran, pribadi yang penuh daya tarik, menyenangkan, dan bersemangat.

Kuda dilambangkan sebagai makhluk yang rajin dan tekun dan selalu optimistis, tak pernah takut ketika diajak berperang oleh majikannya. Namun kuda perang juga bisa seperti sebuah jembatan yang ketika telah dilalui, terkadang jembatan dirusak. Sama juga serti kisah Kuda Troya dalam sejarah Perang Troya di zaman Yunani kuno lebih dari duaribu tahun silam.

Di era modern ini, tradisi turun-temurun, perayaan Imlek Tionghoa selalu dimaknai sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan rasa kekeluargaan. Juga untuk menyegarkan ingatan tentang kearifan ilmu hoki China kuno, alam selalu berlaku adil pada manusia, dan kebaikan membawa keberuntungan kepada umat manusia. Gong Xi Fa Cai.


kolom - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 407 kali
sejak tanggal 04-02-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat