drh. Chaidir, MM | Rapor Merah Instansi Pemerintah | MASYARAKAT Riau kembali harus mengurut dada. Pengadilan kasus korupsi belum jelas ujung pangkalnya, kini sebelas Satuan Kerja perangkat pemerintah Provinsi Riau dan duabelas Satker perangkat Pemerintah Kota Pekanbaru, dinyatakan masuk zona merah.  Maksudnya, satker tersebut dinilai buruk dalam membe
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Rapor Merah Instansi Pemerintah

Oleh : drh.chaidir, MM

MASYARAKAT Riau kembali harus mengurut dada. Pengadilan kasus korupsi belum jelas ujung pangkalnya, kini sebelas Satuan Kerja perangkat pemerintah Provinsi Riau dan duabelas Satker perangkat Pemerintah Kota Pekanbaru, dinyatakan masuk zona merah. Maksudnya, satker tersebut dinilai buruk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Zona merah dengan kata lain, rapornya merah. Kalau merahnya lebih banyak (mayoritas memang merah) berarti Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru tak naik kelas.

Penilaian itu bukan bohong-bohongan. Institusi yang memberikan penilaian adalah Ombudsman Perwakilan Riau setelah mereka melakukan survei. Ombudsman adalah institusi yang memiliki kapasitas dan legitimasi kuat untuk melindungi masyarakat dari praktik-praktik penyelenggaraan pemerintahan yang tidak menunjukkan kepedulian.

Para penyelenggara negara dan pemerintahan boleh berteriak lantang bahwa mereka tidak melakukan korupsi, tapi kalau mereka tidak memberikan pelayanan dengan baik, tidak menyusun progam dengan baik dan tidak melaksanakan program dengan baik juga, artinya, mereka tetap merugikan masyarakat. Sebab para penyelenggara negara dan para penyelenggara pemerintahan tersebut diberi mandat oleh rakyat untuk mengurus rakyat secara benar, dan mereka diberi gaji besar dan berbagai fasilitas untuk pelaksanaan tugasnya itu. Mereka juga diberi kewenangan untuk mengelola dan menggerakkan sumber daya dana dalam jumlah yang tidak sedikit. Korupsi atau salah urus, tetap sama-sama merugikan.

Pemberantasan korupsi sudah diurus oleh KPK, kejaksaan dan kepolisian. Kendati KPK sudah diakui sebagai lembaga superbodi dalam pemberantasan korupsi, namun pemberantasan korupsi itu sendiri masih dihadapkan pada berbagai rintangan. Jerat hukum kita seringkali tidak cukup mangkus untuk memberikan efek jera kepada koruptor. Negara yang sudah jelas-jelas dirugikan, dan akhirnya rakyat juga dirugikan karena mengurangi kapasitas negara dalam mensejahterakan rakyat, itu pun susah dalam pembuktiannya.
Maka praktik salah urus penyelenggaraan negara karena tidak menyangkut kerugian negara berupa uang secara langsung, sering dianggap masalah kecil dan sepele.

Di sinilah peran Ombudsman. Fakta menunjukkan, pelayanan publik yang baik seolah menjai barang mewah bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu karena masih maraknya fenomena bahwa pelayanan yang baik bisa didapatkan dengan membayar sejumlah uang. Dalam fenomena itu urusan yang mudah dibuat menjadi sulit, urusan yang sulit bisa diatur menjadi mudah. Praktik maladministrasi sering terjadi seperti misalnya, pelayanan yang buruk, berlaku tidak adil dalam memberikan pelayanan, berlaku diskriminatif, sok kuasa, dan sebagainya.

Ombudsman selama ini memang belum begitu akrab di telinga masyarakat. Padahal Ombudsman berfungsi sangat penting dalam melakukan pengawasan terhadap pelayanan yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan. Ombudsman juga berupaya mencegah dan menghapus praktik-praktik penyalahgunaan wewenang oleh aparatur penelenggara negara dan pemerintahan.

Harapan masyarakat kita sudah semakin tinggi untuk terwujudnya aparatur penyelenggara negara dan pemerintahan yang efektif dan efisien, jujur, bersih, terbuka serta terhindar dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Negara dan pemerintahan tak lagi bisa diurus dengan cara-cara lama. Ayolah berubah, masak setiap kali rapornya merah, nanti rakyat marah.

kolom - Harian Vokal
Tulisan ini sudah di baca 423 kali
sejak tanggal 10-12-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat