drh. Chaidir, MM | Jalan Wajib Senyum | MONALISA dengan senyumannya yang legendaris karya pelukis Leonardo da Vinci, pada awal abad keenam, masih terpaku diam di dinding Museum Louvre, Perancis. Leonardo da Vinci tak akan pernah tahu berabad-abad kemudian dalam jarak ribuan mil, masyarakat memberi apresiasi terhadap makna sebuah senyum. S
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Jalan Wajib Senyum

Oleh : drh.chaidir, MM

MONALISA dengan senyumannya yang legendaris karya pelukis Leonardo da Vinci, pada awal abad keenam, masih terpaku diam di dinding Museum Louvre, Perancis. Leonardo da Vinci tak akan pernah tahu berabad-abad kemudian dalam jarak ribuan mil, masyarakat memberi apresiasi terhadap makna sebuah senyum. Senyum yang sama, yang ada dalam imajinasi Da Vinci.

Siapa pun yang melewati Jalan Wajib Senyum dan sempat melihat plang nama jalan, pasti tersenyum kecuali yang sedang sakit gigi atau kena sariawan berat. Jalan itu memang bernama Jalan Wajib Senyum. Kosa katanya sama-sama senyum, tapi tentu tak ada kaitannya dengan senyum Monalisa.

Jalan Wajib Senyum ternyata tak hanya ada di Desa Petani, Mandau, Bengkalis Riau. Di Kabupaten lain, juga di Riau, di ibukota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci, juga ada Jalan Wajib Senyum. Dan, ternyata Jalan Wajib Senyum juga ada di Kampung Cimongkor, Desa Curugbarang, Jawa Barat. Yang lebih hebat lagi di Takengon, Aceh, ada sebuah kelurahan yang bernama Kelurahan Wajib Senyum.

Lain Indonesia, lain pula Amerika dan Eropa. Lain lubuk lain ikannya. Di negeri bule tersebut, belum ditemukan Jalan Wajib Senyum (Compulsory Smile Road), tapi mereka punya cara untuk membuat warganya tersenyum dengan memberi nama yang aneh-aneh untuk beberapa jalannya. Di Michigan AS misalnya, ada Psycho Path Street alias Jalan Orang Gila (waspadalah kalau melewati jalan ini). Di Pennsylvania, ada Jalan Perceraian (Divorce Street). Bagi yang cari duda keren atau janda kembang, mungkin ada di Divorce Street.

Masih di Amerika Serikat, ada Dumb Woman Lane (Jalan Perempuan Bebal) dan Penis Road (Jalan Kemaluan Laki-laki). Kurang kerjaan. Juga ada No Name Street (Jalan Tanpa Nama) dan Camel Toe Road (Jalan Jari Kaki Onta). Mungkin mereka sedang tak punya gagasan, jadi asal-asalan saja memberi nama jalan, yang penting warga tersenyum. Yang otaknya kotor, agaknya adalah mereka yang memberi nama jalan Show Your Tits Avenue (maaf penulis Sigai tidak bisa menerjemahkan nama jalan ini…hehe….). Di Prancis ada Jalan Du Ha-Ha (tak jelas maksudnya). Di Yorkshire Selatan Inggris, ada jalan yang diberi nama Butt Hole Road (maaf, maaf dan maaf, tak berani menerjemahkannya).

Tidak ada catatan terinci asbabun nuzul, asal muasal sebab musabab munculnya nama Jalan Wajib Senyum atau nama-nama jalan yang gokil seperti di Amerika dan Eropa tersebut. Namun agaknya, penamaan tersebut tentulah berawal dari semangat bersenyum ria. Semangat ingin membuat orang lain tersenyum. Mereka ingin mencairkan kebekuan suasana.

Di Aceh sudah ada Kelurahan Wajib Senyum. Barangkali akan menyusul Kecamatan Wajib Senyum, Kota Wajib Senyum, Korem Wajib Senyum, Polda Wajib Senyum, Rumah Sakit Wajib Senyum, Bandara Wajib Senyum, dan sebagainya. Dengan senyum banyak masalah akan selesai. Yang perlu dijaga, jangan sampai terus menerus senyum sendiri. Ahaiiii….

kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 450 kali
sejak tanggal 04-11-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat