drh. Chaidir, MM | Ada Ubi Ada Talas | BIDAL pusaka
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Ada Ubi Ada Talas

Oleh : drh.chaidir, MM

BIDAL pusaka "Ada ubi ada talas" pasti tak dikenal oleh Glen James. Tapi tunawisma alias gelandangan warga Boston, Amerika Serikat ini, merasakan betapa dahsyatnya nasihat tersebut. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas. James kontan mendapat imbalan.

Seperti dimuat berbagai media cetak dan online (20/9/2013), seorang tunawisma bernama Glen James menemukan sebuah tas punggung yang berisi cek perjalanan senilai $42.000 (sekitar Rp475 juta). James menyerahkannya kepada polisi untuk mencari si pemilik tas. Kendati sangat membutuhkan uang, James tidak mengambil seperak pun harta yang bukan haknya.

Berita tentang kebaikan hati James menyebar melalui media, bendang ke langit, dan menyentuh perasaan Ethan Whittington, yang sama sekali tak mengenalnya. Whittington, yang tinggal di Negara Bagian Virginia, rupanya sangat terkesan oleh kejujuran James sehingga memutuskan mengumpulkan donasi lewat kampanye melalui situs sawer dana untuk James. "Fakta bahwa keadaannya seperti itu, jadi gelandangan, saya sangat kagum bagaimana ia bisa tetap bersikap jujur," kata Whittington seperti dikutip kantor berita Associated Press. Dalam tempo singkat terkumpullah uang sejumlah Rp 1,2 miliar untuk James secara spontan dari berbagai penjuru AS, yang juga sengat terkesan dengan kebaikan hati James.

Di negeri kita pun banyak orang-orang baik budi yang berakhlak mulia. Masih ingat Agus Chaerudin (35 tahun)? Office boy Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu, Kalimalang, Bekasi ini, seperti ramai diberitakan beberapa waktu lalu, menemukan uang Rp100 juta di tong sampah kantornya. Uang tersebut tidak diambilnya, justru dikembalikan ke pemiliknya.

Di suatu hari, keberanian anggota Kopassus TNI AD dari Sat-81 ini, menjadi buah bibir setelah dengan penuh rasa tanggungjawab menyelamatkan seorang karyawati yang hendak diperkosa di dalam angkot oleh lima orang gerombolan. Nicolas yang tidak sedang bertugas, dengan gagah berani mengejar angkot tersebut dengan sepeda motornya dan berhasil membekuk sang begundal.

Ada pula kebaikan hati seorang abang beca barang yang selalu terkenang. Kejadiannya di Pandau Permai, Siak Hulu, Kab Kampar, Riau, abang beca (yang tak kuingat namanya) menolak imbalan Rp 50.000,- yang diberikan oleh istriku atas bantuannya membuang sampah. Dia menyebut jumlah itu terlalu banyak, dan dia hanya ambil Rp 25.000,-

Sesungguhnya masih banyak orang seperti Glen James, Agus Chaerudin, Nicolas Sandi, dan si abang beca yang tanpa sadar memberi keteladanan. Orang kaya yang baik hati pun juga banyak. Majalah Forbes akhir Mei 2013 misalnya, merilis 48 orang kaya yang baik hati, empat diantaranya dari Indonesia, yakni Jusuf Kalla, Anne Avantie (desainer), Irwan Hidayat (Sido Muncul group) dan Tahir (Mayapada Group). Ada ubi ada talas.

kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 441 kali
sejak tanggal 23-09-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat