drh. Chaidir, MM | Menyongsong Putaran Kedua | HIRUK pikuk pemilihan Gubernur Riau 2013 belum lagi usai. Harapan sebagian masyarakat kita untuk bisa menepi setelah letih terseret gelombang kian kemari,  nampaknya belum kesampaian. Sebab hasil Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau yang digelar pada hari Minggu (15/9/2013) di Pekan
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Menyongsong Putaran Kedua

Oleh : drh.chaidir, MM

HIRUK pikuk pemilihan Gubernur Riau 2013 belum lagi usai. Harapan sebagian masyarakat kita untuk bisa menepi setelah letih terseret gelombang kian kemari, nampaknya belum kesampaian. Sebab hasil Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau yang digelar pada hari Minggu (15/9/2013) di Pekanbaru dua hari lalu, pilgubri 2013 harus memasuki putaran kedua setelah tidak ada satupun dari lima pasangan kandidat yang mencapai perolehan suara 30 persen lebih.

Dari rapat pleno tersebut, sebagaimana diberitakan berbagai media, diketahui bahwa pasangan nomor urut 2, Annas Maamun-Arsyadjuliandi Rachman, meraih suara terbanyak dengan mengumpulkan 685.291 suara (28,83 persen), sedangkan pasangan nomor urut 1, Herman Abdullah-Agus Widayat, berada di posisi kedua dengan perolehan 546.714 suara atau 23,00 persen. Dengan demikian kedua pasangan ini melaju ke putaran kedua. Selengkapnya rekapitulasi suara Pilkada Gubernur Riau adalah sebagai berikut:

1. Herman Abdullah-Agus Hidayat mendapat 546.714 suara (23,00 persen)
2. Annas Maamun-Arsyadjuliandi Rachman 685.291 suara (28,83 persen)
3. Lukman Edy-Suryadi Khusaini 333.621 suara (14,04 persen)
4. Achmad-Masrul Kasmy 492.665 suara (20,73 persen)
5. Jon Erizal-Mambang Mit 318.548 suara (13,40 persen)

Dengan hasil rapat pleno KPU tersebut setidak-tidaknya dua hal terobati. Pertama, dahaga masyarakat Riau untuk memperoleh informasi yang resmi dan akurat tentang hasil pencoblosan yang mereka lakukan tanggal 4 September lalu. Berakhir pula spekulasi pernyataan saling klaim diantara masing-masing tim suskes melalui berbagai media sosial yang membuat masyarakat bertambah bingung. Kedua,"sakit kepala" KPU tersebab sering dihujat bisa berkurang. KPU jadi terhindar dari berbagai macam isu miring karena dianggap sebagai lembaga independen penyelenggara pemilihan umum yang tidak independen dan tidak transparan. Banyak pihak yang khawatir akan terjadi manipulasi suara. Tapi dengan hasil pleno KPU yang telah diumumkan secara luas, isu miring tersebut terbantahkan.

Pemilukada langsung kita memang masih menonjol sebagai demokrasi prosedural. Dalam hal prosedur dan aspek seremoni, pemilukada langsung kita gegap gempita. Tetapi demokrasi kita masih miskin nilai. Nilai kebebasan, nilai kesetaraan, nilai persaudaraan, nilai sportivitas dalam demokrasi kita masih belum memadai. Dalam kondisi seperti inilah metoda quick count bisa mendongkrak kualitas pemilukada. Sebab quick count tidak melulu berkutat dengan angka-angka. Quick count bukan prediksi asal-asalan, bukan opini, tetapi berbasis fakta perolehan suara di TPS. Fungsi utamanya yang lebih penting sebenarnya adalah sebagai alat kontrol terhadap penyelenggara pemilu untuk menghasilkan pemilu yang jujur dan adil, sebagai ikhtiar kita mewujudkan demokrasi yang lebih berkualitas. Quick count juga sebagai alat kontrol untuk mendeteksi penyimpangan dan kecurangan. Quick count yang diselenggarakan oleh lembaga yang terpercaya dan teruji independensi dan profesionalitasnya dapat membangun kepercayaan terhadap kinerja penyelenggara pemilukada itu sendiri dan memberikan legitimasi terhadap proses pemilukada.

Putaran kedua sudah positif akan diselenggarakan tanggal 30 Oktober 2013 yang akan datang. Kontestannya sudah ada dan sudah berpengalaman, masyarakatnya juga sudah berpengalaman berkali-kali mengikuti pemilukada langsung. Dalam babak grand final ini kita tidak hanya mempertaruhkan nama Riau di pentas nasional. Lebih dari itu kita ingin mewujudkan demokrasi yang lebih baik. Kita berharap pada putaran kedua ini KPU Riau dapat menggandeng lembaga survey yang kredibel dan independen untuk melakukan quick count sehingga memenuhi harapan masyarakat terselenggaranya pemilukada yang berkualitas.

kolom - Harian Vokal
Tulisan ini sudah di baca 401 kali
sejak tanggal 17-09-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat