drh. Chaidir, MM | Makhluk Quick Count | SAMPAI pagi ini, lima hari berlalu pasca pencoblosan pilgub Riau 4 September 2013, masyarakat Riau belum memperoleh informasi akurat tentang hasil pemungutan suara tersebut. Tidak ada sumber informasi terpercaya seperti lazimnya pemilukada di daerah lain. Tidak ada quick count (hitung cepat) dan  ti
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Makhluk Quick Count

Oleh : drh.chaidir, MM

SAMPAI pagi ini, lima hari berlalu pasca pencoblosan pilgub Riau 4 September 2013, masyarakat Riau belum memperoleh informasi akurat tentang hasil pemungutan suara tersebut. Tidak ada sumber informasi terpercaya seperti lazimnya pemilukada di daerah lain. Tidak ada quick count (hitung cepat) dan tidak juga ada jurnal melalui saluran televisi nasional.

Badan Kesbangpolinmas Provinsi Riau sebenarnya memiliki data. Mereka punya perangkat struktural untuk pegumpulan data secara sistematis. Tapi Rizka Utama, Kepala Badan Kesbangpolinmas, sebagaimana dikutip beberapa media, secara tegas mengatakan mereka tidak bertanggungjawab jika ada pihak yang mengaku merujuk data dari Kesbangpolinmas, sebab data tersebut hanya untuk keperluan gubernur dan kemendagri. Senada dengan itu, POLDA yang biasanya juga memiliki data akurat, menyebut data mereka hanya untuk keperluan internal institusi kepolisian, bukan untuk publikasi.

Maka, kelam, simpang siur, centang perenang. Apa boleh buat, aroma ketidakpuasan pun merebak. Kabar angin, kabar miring, rumor, desas-desus, obrolan kedai kopi, debat kusir, tak terhindarkan. Tak terkecuali juga cemoohan kepada Riau, negeri kaya tapi miskin, tak cerdas, jadul, ketinggalan zaman, dan sebagainya.

Sebenarnya, (kasih tau nggak yaa..he..he..). Quick count tidak melulu berkutat dengan angka-angka, seperti pelajaran mencongak. Quick count bukan prediksi asal-asalan, bukan opini, tetapi berbasis fakta perolehan suara di TPS. Fungsi utamanya yang lebih penting sebenarnya adalah sebagai alat kontrol terhadap penyelenggara pemilu untuk menghasilkan pemilu yang jujur dan adil, sebagai ikhtiar kita mewujudkan demokrasi yang lebih berkualitas. Quick count juga sebagai alat kontrol untuk mendeteksi penyimpangan dan kecurangan. Quick count yang diselenggarakan oleh lembaga yang terpercaya dan teruji independensi dan profesionalitasnya dapat membangun kepercayaan terhadap kinerja penyelenggara pemilukada itu sendiri dan memberikan legitimasi terhadap proses pemilukada.

Jangan khawatir, KPU tetaplah sebagai lembaga resmi yang bisa menyatakan sah atau tidaknya penghitungan suara. Metoda quick count hanyalah sekedar instrumen untuk membuat masyarakat cepat mengetahui hasil pemungutan suara. Quick count ini biasanya dilakukan oleh lembaga yang kredibel, lembaga yang terpercaya karena memiliki kompetensi dan menguasai teknologi informasi serta memiliki rekam jejak yang bagus. Dengan metodologi yang teruji dan penarikan sampel yang ketat mereka mampu membuat prediksi dengan tingkat presisi yang tinggi, sehingga margin errornya sangat kecil. Artinya, tingkat kesalahan prediksinya sangat kecil. Oleh karenanya tak perlulah paranoid, quick count bukan makhluk yang menakutkan.

Sebenarnya sederhanya saja. Masyarakat kita dewasa ini sudah berkembang menjadi masyarakat yang sadar informasi, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi secara transparan. Sadar informasi itu telah terbangun semakin utuh di era pemilukada langsung dalam beberapa tahun terakhir ini. Maka sebaiknya, jangan jadi orang aneh, sebab orang aneh tak layak diajak berunding. Haiiyaaa….

kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 370 kali
sejak tanggal 09-09-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat