drh. Chaidir, MM | Rumus Debat 3V | KALAULAH tidak ada sorak-sorai masing-masing pendukung, maka penyampaian visi misi lima pasang Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Riau, Ahad (18/8/2013) pagi di depan Sidang Paripurna DPRD Riau akan terasa hambar. Sama seperti lima tahun lalu, agenda itu monolog. Jangankan adu argumentasi alias
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Rumus Debat 3V

Oleh : drh.chaidir, MM

KALAULAH tidak ada sorak-sorai masing-masing pendukung, maka penyampaian visi misi lima pasang Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Riau, Ahad (18/8/2013) pagi di depan Sidang Paripurna DPRD Riau akan terasa hambar. Sama seperti lima tahun lalu, agenda itu monolog. Jangankan adu argumentasi alias debat antar sesama pasangan calon, Para Anggota DPRD Riau pun tak punya kesempatan untuk menguji pasangan calon.

Dalam satu sisi, mekanisme monolog ini langkah mundur dibanding penyampaian visi misi Cagub pada era sebelum reformasi. Pemilihan gubernur sebelum reformasi memang dipilih oleh DPRD, tetapi tiga calon gubernur yang disetujui oleh Mendagri (dari lima nama yang diajukan oleh DPRD) harus terlebih dulu menyampaikan visi misi di depan sidang paripurna DPRD Provinsi, sebelum dipilih.

Penulis sendiri sebagai Anggota DPRD Riau 1997-1999 memiliki pengalaman langsung ketika mendapat tugas sebagai moderator dalam penyampaian visi visi Cagubri Ir Firdaus Malik. Dialog berlangsung lancar dan tertib. Tetapi memang harus diakui, audien jauh lebih tertib dibanding sekarang.

Sekarang debat kandidat biasanya diselenggarakan oleh stasiun televisi. Namun debat itu pun terkesan terlalu terbatas waktunya dan terlalu terikat dalam ketentuan-ketentuan mekanisme, sehingga seringkali tidak bisa berfungsi sebagai podium unjuk kebolehan bagi sang calon. Di samping itu, debat kandidat di televisi hanya diadakan satu kali putaran. Dengan demikian panggung debat televisi tersebut tak lebih dari proforma belaka karena tidak mempengaruhi opini masyarakat pemilih.

Acara debat kandidat calon gubernur di televisi memang beda dengan debat Calon Presiden RI yang dilakukan dalam beberapa sesi, mengadopsi debat Calon Presiden Amerika Serikat. Dalam semangat demokratisasi kita wajar saja meniru debat kandidat Presiden AS. Bahkan kita sebenarnya jauh lebih maju daripada AS. Dalam usia RI yang mamsih 60 tahun kita sudah menyelenggarakan debat kandidat Presiden (bahkan sampai pada pemilihan gubernur), sementara AS baru bisa mengadakannya setelah negaranya berumur 200 tahun lebih. Barangkali AS tidak perlu menunggu 200 tahun baru bisa menyelenggarakan debat kandidat seandainya media elektronik sudah cukup maju.

Debat kandidat Capres AS pada 26/9/1960 merupakan debat pertama di dunia. Debat itu disaksikan oleh 74 juta rakyat AS. Debat berlangsung antara calon incumbent Richard Nixon vs John F Kennedy.Pagi hari pada tanggal 26 September tersebut, John F. Kennedy senator muda dari Negara bagian Massachussetts, relatif belum terkenal, dan belum siapa-siapa dibanding Richard Nixon. Tapi sore harinya, Kennedy sudah menjadi bintang karena di mata ;publik dia unggul dalam debat tersebut.

Kayla Webley, menulis sebuah artikel menarik yang dimuat www.time.com (23/9/2010). Sejarah mencatat, berdasarkan pendengar radio, debat tersebut dimenangkan oleh Nixon. Tetapi sayangnya pendengar radio ketika itu hanya segelintir. Pada 1960, 88% rakyat Amerika memiliki televisi di rumahnya. Jumlah penonton televisi untuk acara debat tersebut diperkirakan mencapai 74 juta dan umumnya menyebut Kennedy menang mutlak.

Pelajaran dari debat legendaris tersebut menurut ahli psikologi komunikasi Prof Albert Mehrabian, Profesor Emeritus University of California Los Angeles (UCLA), perkataan (verval) hanya memainkan peranan 7%, suara (voice) sebesar 38% dan bahasa tubuh (visual) sebesar 55%. Komposisi tersebut kerap disingkat dengan 3V (Verbal, Voice and Visual) dan terkenal sebagai hukum 7-38-55 dalam komunikasi. Apa yang diucapkan dalam sebuah percakapan kurang penting dibandingkan dengan cara mengatakannya.

Maka, menghadapi debat televisi nanti, para cagub dan cawagub kita, cermatilah rumus 3V Mehrabian.

kolom - Harian Vokal
Tulisan ini sudah di baca 615 kali
sejak tanggal 20-08-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat