drh. Chaidir, MM | Simbiose Mutualisme | AIR dicincang putus tiada. Begitulah ibaratnya orang bersaudara, tak akan bercerai karena perselisihan. Kenyataannya, persaudaraan itu tak seindah ucapan. Godaan demi godaan ternyata luar biasa hebatnya. Sejarah mencatat sisi kelam persaudaraan ketika Qabil, anak Nabi Adam AS dengan Siti Hawa, membu
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Simbiose Mutualisme

Oleh : drh.chaidir, MM

AIR dicincang putus tiada. Begitulah ibaratnya orang bersaudara, tak akan bercerai karena perselisihan. Kenyataannya, persaudaraan itu tak seindah ucapan. Godaan demi godaan ternyata luar biasa hebatnya. Sejarah mencatat sisi kelam persaudaraan ketika Qabil, anak Nabi Adam AS dengan Siti Hawa, membunuh adik kandungnya, Habil. Qabil tak rela adik kembarnya, Iqlima, dijodohkan dengan Habil, dan Qabil dijodohkan dengan adik kembar Habil, Lubuda. Sebab, Iqlima lebih cantik daripada Lubuda.

Dalam sebuah versi sejarah Yunani kuno, Eteocles dan Polineikes yang bersaudara kandung juga saling bunuh karena memperebutkan tahta. Kerajaan yang semua disepakati diperintah secara bergantian oleh Polineikes dengan saudara kandungnya Eteocles, dalam perjalanannya masuk angin. Polineikes tidak bersedia menyerahkan tahta, bahkan saudara kandungnya tersebut dibunuhnya demi tahta.

Hikayat Hang Tuah berputar pada kesetiaan Hang Tuah pada sang Sultan. Bahkan ketika Hang Tuah dikhianati, lalu oleh Sultan dibuang, teman karibnya, Hang Jebat memberontak kepada Sultan demi membela martabat Hang Tuah. Tapi akhirnya Hang Jebat malah dibunuh oleh Hang Tuah. Bagi kalangan Bangsa Melayu masih menjadi kontroversial. Siapakah yang benar: Hang Tuah atau Hang Jebat?

Persaudaraan dalam arti luas tidak hanya ikatan hubungan darah. Konsep fraternity (persaudaraan- ukhuwah) adalah semangat hubungan baik antara satu dengan lainnya dalam suatu masyarakat. Fraternity kadang-kadang diartikan secara sempit sebagai organisasi khusus atau formal, dan kadang-kadang asosiasi rahasia. Persaudaraan menyiratkan adanya ikatan batin yang kuat antar sesama anggota, yakni apa yang kita kenal sebagai cohesiveness. Cohesiveness adalah sejumlah energi yang menyebabkan anggotanya betah tinggal dalam suatu kelompok, bisa juga sebagai penolakan terhadap kekuatan yang akan mengganggu suatu kelompok. Ada sesuatu yang mengikat kuat sebagai pemersatu. Sesuatu yang mengikat itu, bisa karena kepentingan bersama yang sangat penting, atau dalam bentuk lain, ada musuh bersama yang harus dihadapi secara bersama-sama.

Sejarah manusia mencatat, ancaman bagi cohesiveness adalah adanya keinginan yang luar biasa terhadap 3 Ta (tahta, harta dan wanita). Dan malangnya, godaan tersebut sampai sekarang belum terlihat tanda-tanda jeda. Justru dalam masyarakat kita yang terlihat anomi, seperti kecenderungan yang terjadi dalam satu dekade ini, kegilaan tersebut seakan tampil tanpa malu-malu.

Sesungguhnya semangat persaudaraan kolektif, dalam bentuk simbiose mutualisme (saling menguntungkan dan tolong menolong), yang sudah kita latih selama bulan Ramadhan dan kemudian disambut dengan Hari Raya Idul Fitri, membuat sebagian masalah bangsa akan terungkai. Tak perlu lagi ada catatan kelam tentang persaudaraan. Dua species makhluk yang tak sejenis saja bisa saling menguntungkan, seperti bunga dan lebah. Kenapa kita yang sejenis tidak bisa membangun hubungan yang saling menguntungkan? Maaf lahir batin.

kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 402 kali
sejak tanggal 12-08-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat