drh. Chaidir, MM | Menunggu Panggilan Telepon | BEBERAPA sahabat dalam pekan ini mengirim sms lawak.
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Menunggu Panggilan Telepon

Oleh : drh.chaidir, MM

BEBERAPA sahabat dalam pekan ini mengirim sms lawak. " Sudah terima panggilan telepon dari SBY?" "Buka HP Anda 24 jam, jangan tidur, mana tahu Anda akan dihubungi." Atau, (yang ini agak kejam), "jaringan di sekitar rumah Anda di Pandau bermasalah, susah dihubungi." "Tingga yolah di Pandau tu, uyang Pokanbaru sajo ndak dipanggil apolai uyang Pandau?" (Maksudnya, siapa suruh tinggal di Pandau, orang Pekanbaru saja tidak dipanggil apalagi orang Pandau)

Ada-ada saja. Sahabat-sahabat ini jelas orang-orang yang memiliki rasa humor, mereka mampu menertawakan keadaan dan juga diri sendiri. Mereka tentulah orang-orang yang sudah matang. Tapi, ada ubi ada talas. Sms humor diberi sms humor dibalas. Saya tuliskan, "lain telepon yang ditunggu lain yang masuk; yang masuk malah dari Manohara dan Miyabi, mereka menagih janji Anda...ha..ha..." "Kalau kail panjang sejengkal jangan laut hendak diduga."

Wacana yang paling menarik di kedai kopi "Kimteng" pekan ini adalah prediksi siapa gerangan tokoh yang akan duduk sebagai Menteri dalam kabinet SBY- Boediono. Presiden SBY direncanakan akan mengumumkan susunan kabinetnya sehari setelah pengucapan sumpahnya sebagai Presiden RI, pekan ini.

Proses rekrutmen calon menteri kabinet SBY memang mendapat liputan luas media massa, apalagi presiden terpilih dengan penuh percaya diri membeberkan kebijakannya secara terbuka, menjelaskan secara panjang lebar seluk-beluk, lika-liku proses rekrutmen itu. Hal ini agaknya sengaja dilakukan untuk menjawab dahaga keingin-tahuan publik, apa yang dilakukan SBY di kediaman pribadi presiden di Puri Cikeas Indah, Bogor.pada detik-detik menjelang berakhirnya duet SBY-JK dan bermulanya duet baru SBY-Boediono. Salah satu bentuk akuntabilitaslah.

Satu demi satu kandidat menteri diundang audiensi di Cikeas. Konon, para kandidat ini ditanya apakah siap dengan target-target program kementerian yang sudah ditetapkan, termasuk program 100 hari pertama yang akan diusung pemerintahan SBY-Boediono. "Calon menteri akan diberi kesempatan untuk menyatakan siap atau tidak. Jika tidak siap maka tidak akan dipilih untuk menjadi anggota kabinet. Kalau siap, harus menandatangani kontrak kinerja dan juga pakta integritas," kata Andi Malarangeng sebagaimana dikutip berbagai media.

Bisa dipastikan, ditengah rising expectation atau meningkatnya harapan masyarakat, tidak mudah bagi SBY memilih para kandidat tersebut. SBY tentu harus memikirkan komposisi yang ideal. Sebisa-bisanya semacam "zaken kabinet" - sebuah kabinet yang diisi oleh orang-orang yang ahli pada bidangnya. Tapi SBY tentu juga harus mempertimbangkan faktor partai pemenang, koalisi, representasi daerah dan simbol atributif lainnya. Kita bersimpati terhadap dilema-dilema yang dihadapi SBY.

Yang menggembirakan,gubernur provinsi tetangga kita, Gamawan Fauzi, diberitakan akan menempati posisi strategis. Kita ikut senang. Gamawan Fauzi adalah figur yang rendah hati dan berpengalaman mengurus daerah secara benar. Kita bisa menumpang tuah, juga daerah-daerah lainnya di Indonesia. Syabas!!

kolom - Riau Pos 19 Oktober 2009
Tulisan ini sudah di baca 1441 kali
sejak tanggal 19-10-2009

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat