drh. Chaidir, MM | Musim Semi Arab | LAZIMNYA musim semi adalah sebuah musim yang indah di belahan bumi yang mengalami empat musim, seperti di Eropa, Amerika bagian Utara, Kanada, China, Korea, Jepang dan Australia, ketika kuncup-kuncup bunga mulai mekar indah mewangi dan tunas-tunas mulai mengeluarkan daun-daun hijau muda. Suasananya
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Musim Semi Arab

Oleh : drh.chaidir, MM

LAZIMNYA musim semi adalah sebuah musim yang indah di belahan bumi yang mengalami empat musim, seperti di Eropa, Amerika bagian Utara, Kanada, China, Korea, Jepang dan Australia, ketika kuncup-kuncup bunga mulai mekar indah mewangi dan tunas-tunas mulai mengeluarkan daun-daun hijau muda. Suasananya membuat hati ikut berbunga-bunga. Tapi Musim Semi Arab beda. Yang terjadi justru demonstrasi anarkis besar-besaran, pemberontakan sipil, perang saudara, dan berbagai bentuk kerusuhan. Kemarahan berserakan dimana-mana. Nyawa dan harta seakan tak lagi ada artinya.

Musim semi Arab adalah julukan yang diberikan terhadap gelombang kebangkitan yang terjadi di negeri-negeri Arab dan negeri-negeri yang berbasis Islam di Afrika Utara. Perubahan hebat itu tak hanya sekedar restorasi atau reformasi, tapi revolusi. Rakyat bergerak bangkit serentak memberontak menggulingkan penguasa yang sudah terlena berkuasa berpuluh-puluh tahun. Sang penguasa dianggap korup dan tidak adil. Pada Desember 2010 bermula revolusi di Tunisia dan Mesir. Menyusul perang saudara di Libya dan pemberontakan sipil di Bahrain dan Yaman. Demonstrasi besar-besaran terjadi di Aljazair, Maroko, Irak, Yordania dan Oman. Protes juga terjadi di Kuwait, Lebanon, dan bahkan di Arab Saudi.

Perang saudara yang sudah merenggut lebih dari seratus ribu korban jiwa dan masih bergolak sampai sekarang berlangsung di Suriah. Musim Semi Arab telah menewaskan Presiden Libya Moamar Khadafi, dan telah pula berhasil menggulingkan Presiden Tunisia Ben Ali dan Presiden Mesir Hosni Mubarak yang telah berkuasa puluhan tahun. Hosni Mubarak digantikan oleh Muhammad Mursi melalui pemilu yang berlangsung demokratis, tetapi Musim Semi Arab jilid II, mendorong militer melakukan kudeta. Kamis (4/7/2013), Presiden Muhammad Mursi dikudeta. Panglima Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah Al Sissi menyatakan, untuk menjaga persatuan dan kedaulatan Mesir, pihak militer menunjuk Ketua Mahkamah Konstitusi Adli Mansour sebagai pemimpin sementara, yang akan menjalankan tugas kepresidenan. Mursi diturunkan karena dianggap menyimpang dari garis revolusi Mesir sehingga menimbulkan ketidakpuasan yang meluas.

Musim Semi Arab menggunakan konsep people power. Massa digerakkan dengan memanfaatkan komunikasi melalui media sosial seperti facebook, twitter, sms, youtube, skype, dan sebagainya. Melalui jejaring sosial tersebut opini dibentuk, provokasi dilakukan, dukungan digalang, dan kemarahan disulut.

Indonesia dan Malaysia adalah dua negeri serantau yang wajar risau terhadap virus Musim Semi Arab. Sebab, semua gerak-gerik pemerintah dan ketidakpuasan yang terjadi dalam interaksi masyarakat, berpotensi menjadi konflik. Untungnya, mayoritas masyarakat di dua negeri ini menyadari, kerusuhan apalagi pemberontakan akan menyebabkan rakyat lebih menderita. Lagi pula, mana pernah musim semi di negeri tropis, paling-paling hanya kebanjiran di musim penghujan dan asap di musim kering. Selebihnya kita saling memaafkan. Selamat memasuki Ramadhan.

kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 477 kali
sejak tanggal 07-07-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat