drh. Chaidir, MM | Duta Bakau | SIAPA tak kenal Cristiano Ronaldo? Bintang Real Madrid, punggawa timnas Portugal dan sangat piawai menggoreng bola. Pemain termahal dunia, ganteng, dan gocekan bolanya sangat mengagumkan. Dalam hal gelar pemain terbaik dunia, Ronaldo memang masih kalah dari Leonel Messi, tetapi banyak pengamat sepak
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Duta Bakau

Oleh : drh.chaidir, MM

SIAPA tak kenal Cristiano Ronaldo? Bintang Real Madrid, punggawa timnas Portugal dan sangat piawai menggoreng bola. Pemain termahal dunia, ganteng, dan gocekan bolanya sangat mengagumkan. Dalam hal gelar pemain terbaik dunia, Ronaldo memang masih kalah dari Leonel Messi, tetapi banyak pengamat sepakbola percaya, Cristiano Ronaldo yang sangat populer dengan julukan CR7 itu, memiliki beberapa keunggulan dibanding Messi.

Keunggulan itu misalnya, Ronaldo teruji menjadi bintang di dua liga, yakni La Liga Spanyol dan Liga Premier Inggeris, sementara Messi hanya bermain di La Liga Spanyol. Messi belum pernah merasakan kerasnya Liga Premier Inggeris. Ronaldo juga disebut memiliki kecepatan berlari yang lebih kencang dari Messi, tendangan bebas jarak jauh yang keras dan akurat, unggul dalam duel udara dan lebih bertenaga. Itu semua tak terlepas dari keunggulan posturnya yang lebih jangkung dan berotot ketimbang Messi.

Tapi siapa sangka, CR7 ternyata memiliki sesuatu yang lain, dia memiliki jiwa sosial yang tinggi. Rasa-rasanya tidak semua super star sepakbola yang memiliki kepedulian seperti CR7. Dalam kasus berbeda, David Beckham juga menyerahkan seluruh gajinya di PSG untuk disumbangkan bagi pendidikan. Tapi CR7 agak lain. Sebagai seorang pemain sepakbola professional, CR7 berhak tidak peduli terhadap masyarakat lingkungannya. Sebab, kinerjanya diukur sejauh mana dia menunjukkan prestasi di lapangan hijau. Untuk itu setiap hari sang pemain professional harus berlatih, berlatih dan berlatih. Hanya dengan berlatih Spartan dan disiplin tinggi, seorang pemain sepakbola professional bisa menunjukkan penampilan terbaik secara konsisten.

Jiwa sosial CR7 tentulah berawal dari bangunan perasaan halus yang tersembunyi dalam jiwanya. CR7 tidak hanya robot industri sepakbola, yang kerjanya hanya memikirkan gol, gol dan gol. Dia juga manusia, punya hati punya rasa. Lihatlah betapa CR7 sangat tersentuh melihat nasib malang yang menimpa Martunis, seorang bocah di negeri nun jauh di sana yang harus kehilangan ibu, seorang adik perempuan dan seorang kakak dalam tragedi tsunami Aceh 26 Desember 2004, silam. Martunis kebetulan memang sedang mengenakan jersey timnas Portugal ketika terombang-ambing di laut selama 19 hari, tapi itu masalah lain. CR7 kelihatannya membiarkan imajinasinya melanglangbuana. Kalau bukan karena pohon mangrove alias bakau yang tumbuh sporadis di pantai Aceh, entah bagaimana jadinya nasib bocah Martunis. Maka common sense-nya membisikkan, pohon bakau penting bagi kehidupan. Pohon bakau tidak hanya menjadi habitat ikan laut dan udang yang menjadi makanan kegemarannya, pohon bakau bermanfaat bagi manusia dan planet bumi.

Maka ketika pengusaha Tomy Winata mengajukan tawaran kepada CR7 untuk menjadi Duta Mangrove Indonesia, dia menerimanya dengan senang hati tanpa meminta bayaran sepeser pun. Kepedulian penyelamatan hutan bakau adalah kampanye yang bernilai tinggi dengan membawa nama besar CR7. Ketika uang tak berseri bagi CR7, maka puncak kebutuhannya adalah aktualisasi diri, penghargaan, pengakuan. Persis model Piramida Maslow. Sekali merangkuh dayung dua tiga pulau terlampau.

kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 432 kali
sejak tanggal 01-07-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat