drh. Chaidir, MM | Diferensial Integral Pilgubri | PILGUBRI 2013 seperti persamaan diferensial integral dalam ilmu Aljabar. Rumit. Perhatikan uraian ini. Untuk menulis diferensial dari sebuah rumus atau fungsi, Anda harus memberi huruf d di depan yang dicari dan memberi tanda aksen pada lambang fungsinya, terus, akhir dari lambang tersebut diberi ta
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Diferensial Integral Pilgubri

Oleh : drh.chaidir, MM

PILGUBRI 2013 seperti persamaan diferensial integral dalam ilmu Aljabar. Rumit. Perhatikan uraian ini. Untuk menulis diferensial dari sebuah rumus atau fungsi, Anda harus memberi huruf d di depan yang dicari dan memberi tanda aksen pada lambang fungsinya, terus, akhir dari lambang tersebut diberi tambahan dx. Maka persamaannya seperti ini: dy = f '(x)dx.

Persamaan tersebut dapat kita ubah dengan memindahkan ruas dx, sehingga persamaannya menjadi: dy/dx = f'(x). Lihat ruas kirinya, di depan tanda sama dengan. Ruas kirinya adalah sebuah pecahan, karena ada tanda bagi. Pecahan itu adalah dy/dx. Selanjutnya, untuk operasi diferensial sendiri, kita cukup mengalikan pangkat variabel dengan koefisien variabel, kemudian pangkat variabel tersebut dikurangi satu. Sebelumnya, pastikan Anda tahu yang mana koefisien dan mana variabel. Lihat ini: 8x2. Angka 8 adalah koefisien, x adalah variabel dan 2 adalah pangkat. Mudah kan?

Ha..ha..ha..ha.....bagi yang tidak suka matematika pasti itu rumit sekali. Lupakan saja. Saya hanya sedang membuat sebuah perumpamaan, seperti rumus persamaan itulah rumitnya pemilihan Gubernur Riau 2013. Mari kita pelototi satu-satu persatu bakal calon yang muncul, dan problematikanya. Yang paling sederhanya soalnya adalah pasangan Annas Makmun-Andi Rahman (AM-AR) yang didukung oleh Partai Golkar. Yang perlu dicermati oleh PG hanya pada usia Annas Makmun. Tetapi pasangan ini hampir tak ada masalah.

Herman Abdulah (HA) berpasangan dengan Wakil Walikota Dumai, Agus Widayat. Achmad (ACH) berpasangan dengan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Masrul Kasmy. Tanda tanya naf pertama adalah, kenapa tidak mengajak Walikota Dumai (Chairul) atau Bupati Kep Meranti (Irwan Nasir) saja sebagai pasangan? Bukankah Chairul dan Irwan memiliki pendukung yang solid sehingga bisa memenangkan pemilukada di daerahnya masing-masing?

Pasangan HA-AW didukung oleh gabungan 10 partai-partai kecil. Pada lintasan lain, pasangan Indra Muchlis (IM)-Aziz Zainal (AZ) didukung oleh PPP dan beberapa partai kecil yang sebagian diantaranya adalah juga pendukung HA-AW. Gawat. HA-AW kemudian pamer kekuatan dengan mengumpulkan partai-partai pendukungnya, tetapi pasangan IM-AZ menyebut, mereka juga mendapatkan dukungan resmi dari partai yang bersangkutan. Kami tak mungkin beli kucing dalam karung, tegas IM.

Kontestasi MM dan ACH dalam memperebutkan rekomendasi DPP Partai Demokrat/Ketua Majelis Tinggi PD telah menjadi perhatian public di Riau. Masalahnya, di pemerintahan MM (sebagai Wagubri) adalah atasan ACH (Bupati Rohul). Dan di Partai yang memiliki garis komando tegas, MM (selaku Ketua DPD PD) adalah atasan ACH (selaku Ketua DPC PD). Lazimnya, bawahan harus tunduk kepada atasan. Tetapi ACH dengan memanfaatkan celah semangat demokrasi, menggalang dukungan dengan gigih. Dan DPP PD ternyata memberikan rekomendasi kepada pasangan ACH-MK dengan alasan, hasil survey ACH lebih baik daripada MM. Ketegangan muncul, bersediakah MM selaku Ketua DPD mendaftarkan kompetitornya, pasangan ACH-MK, ke KPU. Sebab sesuai dengan ketentuan hanya pengurus resmi tingkat provinsilah yang bisa mendaftarkan pasangan calon. Ketegangan dilatarbelakangi dengan pengalaman masa lalu Partai Demokrat dalam Pilbup Rokan Hulu 2011 ketika Sukiman (Ketua DPC Rohul ketika itu) ngotot mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten, kendati tidak mendapatkan rekomendasi dari DPP PD. Pada hari yang sama Sukiman dicopot dari Ketua DPC, tetapi pendaftarannya dianggap sah. Seperti sama-sama kita ikuti, MM dengan lapang dada mendaftarkan ACH-MK.

Sesaat kemudian, kejutan terjadi ketika MM setelah mengantar ACH mendaftarkan diri di KPU, langsung meletakkan jabatan, mundur dari Ketua DPD PD dan Anggota PD. Alasannya, DPP PD yang merupakan atasan MM di jajaran partai tidak menghormati struktur partai, bahkan pemberitahuan rekomendasi DPP PD untuk ACH hanya disampaikan oleh Ketua Harian DPP PD, Syarief Hasan melalui SMS. Etika PD, Bersih Cerdas Santun, yang selalu didengung-dengungkan SBY dianggap hanya lip service.

Selesai? Belum. MM ternyata kemudian merapat ke Jon Erizal. Dan menurut informasi berbagai media, pada hari terakhir pendaftaran (29/5), pasangan JE-MM akan mendaftarkan diri di KPU. Terjawab sudah kenapa selama ini JE enggan menentukan pasangannya. JE menunggu Ikan Besar. Dengan demikian maka pasangan MM-Aziz Zainal yang sudah sejak lama digadang-gadang, layu sebelum berkembang.

Masih ada pasangan Lukman Edy-Suryadi Khusaini (LE-SK) yang kabarnya juga akan mendaftar pada last minute. Tetapi kabar lain menyebut, bukan LE-SK, tetapi Syamsurizal-SK yang akan didaftar. Mana yang benar? Kita tunggu saja. Sampai persamaan rumit ini ditulis, belum ada kabar pasti. Berita yang kurang sedap muncul dari pasangan independen Wan Abubakar-Isjoni. Konon persyaratan dukungan untuk pasangan ini masih belum final. Que sera sera..

kolom - Harian Vokal
Tulisan ini sudah di baca 494 kali
sejak tanggal 30-05-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat