drh. Chaidir, MM | Pilih Pemimpin Atau Penguasa | GENDERANG pemilihan Gubernur Riau telah ditabuh. Pendaftaran bakal calon telah dibuka. Beberapa pasang bakal calon telah pula mendaftar. Seperti pemilihan-pemilihan periode sebelumnya yang hirup pikuk, pemilihan Gubernur Riau 2013 ini pun memekakkan telinga. Tak banyak yang berubah dalam sikap dan p
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Pilih Pemimpin Atau Penguasa

Oleh : drh.chaidir, MM

GENDERANG pemilihan Gubernur Riau telah ditabuh. Pendaftaran bakal calon telah dibuka. Beberapa pasang bakal calon telah pula mendaftar. Seperti pemilihan-pemilihan periode sebelumnya yang hirup pikuk, pemilihan Gubernur Riau 2013 ini pun memekakkan telinga. Tak banyak yang berubah dalam sikap dan perilaku masyarakat kita. Kaya jargon miskin esensi.

Pemilihan gubernur pada dasarnya adalah memilih seorang pemimpin. Tidak hanya sekadar memilih salah satu calon kepala daerah diantara beberapa calon. Sebab, setelah terpilih, sang gubernur harus memimpin sebuah organisasi yang bernama provinsi dengan portofolio yang sangat besar. Ada daerah-daerah kabupaten/kota, ada penduduk, ada dinas-dinas, badan-badan, ada kelompok-kelompok masyarakat, ada pula sumber daya organisasi berupa karyawan, uang, peralatan dan perlengkapan, sarana mobilitas, ada pula standar operasi.

Seorang pemimpin melalui kepemimpinannya harus menggerakkan seluruh sumber daya daerah tersebut secara efektif dan efisien untuk memenuhi harapan masyarakat yang dipimpinnya sehingga secara bertahap memperoleh kehidupan yang lebih baik dan lebih baik. Bagaimana mengukur keberhasilan seorang pemimpin? Cukupkah dengan indikator-indikator makro seperti income perkapita, tingkat pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, usia harapan hidup, dan sebagainya, atau selesaikah dengan sejumlah piagam penghargaan dari pemerintah pusat untuk berbagai kategori, ini, itu dan seterusnya? Para pemimpin pasti menyadari, itu saja belum cukup. Untuk ukuran formalitas, jawabannya, barangkali, ya. Tetapi yang lebih mendasar sesungguhnya adalah, sejauh mana tingkat kepuasan seluruh lapisan masyarakat terhadap pengaturan, pembangunan, dan pelayanan yang diberikan oleh sang pemimpin melalui organisasi yang dipimpinnya. Semakin tinggi tingkat kepuasan masyarakat, semakin dinilai sukseslah seorang pemimpin. Para pemimpin dan calon pemimpin kita juga pasti tahu dengan istilah KPI (Key Performance Index), ukuran pencapaian kinerja pada sebuah organisasi modern.

Diskursus kepemimpinan adakalanya mempertanyakan apakah kepala daerah kita otomatis seorang pemimpin? Premis umum: penguasa belum tentu seorang pemimpin, seorang pemimpin juga tidak otomatis seorang penguasa. Artinya, ada beberapa kepala daerah adalah pemimpin, dan ada beberapa pemimpin adalah seorang kepala daerah. Misalnya seseorang, disamping sebagai Kepala Suku, dia juga memiliki jabatan formal sebagai kepala daerah.

Sayang sekali, tidak banyak kepala daerah kita yang memberikan inspirasi kepada bawahan dan masyarakatnya, menjadi teladan, menerima tanggung jawab, dan berupaya memperbaiki segala kesalahan atau kekeliruan. Yang jamak justru kepala daerah yang menekan bawahan, otoriter, menanamkan perasaan takut dengan ancaman, mengelak tanggung jawab, dan melimpahkan kesalahan kepeda orang lain. Seperti apa bakal calon gubernur kita, pemimpinkah atau penguasakah? Wait and see.

kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 437 kali
sejak tanggal 27-05-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat