drh. Chaidir, MM | 
Rusak Susu Sebelanga | ULAH nila setitik rusaklah susu sebelanga. Hanya karena  ulah segelintir remaja  yang terperangkap hura-hura  geng motor, dan ulah sebagian remaja rupawan yang membiarkan dirinya hanyut dalam praktik haram pencucian uang akibat tergoda bujuk rayu koruptor, remaja dicurigai sebagai kelompok yang suka
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Rusak Susu Sebelanga

Oleh : drh.chaidir, MM

ULAH nila setitik rusaklah susu sebelanga. Hanya karena ulah segelintir remaja yang terperangkap hura-hura geng motor, dan ulah sebagian remaja rupawan yang membiarkan dirinya hanyut dalam praktik haram pencucian uang akibat tergoda bujuk rayu koruptor, remaja dicurigai sebagai kelompok yang suka bikin ulah. Mereka dianggap tidak bertanggungjawab.

Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Remaja yang suka bikin ulah itu hanya sekelompok kecil saja. Buktinya, rahim planet kita ini tak pernah sepi melahirkan pemimpin-pemimpin hebat, ilmuwan-ilmuwan berbobot, teknolog-teknolog brilian, remaja-remaja yang cemerlang dan baik bak malaikat.

Terlalu banyak contoh remaja-remaja yang membanggakan. Bashaer Othman (16 tahun) misalnya, sudah menjadi seorang walikota di Allar, kota kecil di Tepi Barat utara, Palestina. Gadis remaja ini menjadi walikota termuda di dunia. Basher dilantik menjadi walikota Allar pada 2 Juli 2012 dan menjabat sampai 21 September 2012. Selama 2 bulan Basher di supervisi oleh walikota definitif, Sufian Shadid. Sang remaja tampil percaya diri dan tampak sangat nyaman sebagai walikota Allar yang berpenduduk 8.000 orang. Keberadannya di posisi itu merupakan bagian sebuah proyek parlemen pemuda nasional. Proyek tersebut bertujuan untuk melibatkan anak-anak muda pada kerja sehari-hari pemerintah daerah Palestina. Bashaer terpilih melalui sebuah proses seleksi.

November 2005, Michael Sessions (18), remaja kelas 10 (setara kelas 1 SMA), mengucapkan sumpah jabatannya sebagai Walikota Hillsdale, Michigan, AS. Anak Baru Gede (ABG) ini mengalahkan incumbent Walikota Doug Ingles (51), dengan hanya menang tipis dua suara pada Pemilukada, 8 November 2005. Tapi itu sudah cukup baginya untuk tercatat dalam daftar Walikota termuda di Amerika. Maka upacara pengucapan sumpahnya menarik perhatian masyarakat kota yang berpenduduk 8.200 jiwa itu dan diliput oleh ramai wartawan serta lusinan kamera televisi yang datang dari pelbagai belahan dunia. Menariknya, Sessions hanya menghabiskan dana sebesar 700 dolar AS (sekitar Rp 7 juta saja) untuk kampanye pemilihannya. Dana itu merupakan hasil kerja paruh waktu selama musim panas (Mei-Agustus) 2005. Michael Sessions tidak sendiri mencatatkan tinta emas, ada beberapa ABG lain yang tidak mau kalah. Ada John Tyler Hammons (21), pada 2008 menjabat sebagai Walikota Muskogee di Negara Bagian Oklahoma. Hammons adalah mahasiswa di Universitas Oklahoma. Ada pula Kyle Corbin (18), Walikota di Union; Justin Nickels (22) Walikota di Manitowoc; Jenny Lynn (20) menjadi Walikota Sligo; dan Trey A Joy (19) menjadi Walikota di Smith Center, Kansas. Dan masih banyak yang lain.

Seorang remaja Indonesia, Ibrahim Handoko (15) mencuri perhatian media-media di Jerman. Remaja santun dan alim ini mengundang decak kagum dari para pengajarnya di Jerman. Dia terpilih menjadi matematikawan terbaik. Sejatinya, Indonesia telah menelorkan banyak fisikawan dan matematikawan remaja. Muhammad Kautsar, Dian Sartika Sari, Dhicha Putri Maharani, dan Hidayu Permata Hadi (SMAN 6 Yogyakarta) misalnya, meraih medali emas dalam kompetisi sains di International Conference of Young Scientist. Nama-nama yang disebut itu hanya sebagian saja dari remaja-remaja Indonesia yang berprestasi. Daftarnya sangat panjang.

Di sudut lain, Tasripin (13) dari Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, adalah bocah yang menjadi pahlawan dengan menghidupi tiga adiknya, Dandi (7 tahun), Riyanti (6 tahun) dan Daryo (4 tahun), yang ditinggal orangtuanya. Sementara di pelosok nun jauh di sana, remaja anak rimba, Beteguh (14), sebagaimana ditulis Chaidir Anwar Tanjung (detikNews) menjadi guru yang mengajarkan tulis baca pada anak-anak rimba lain di tengah hutan belantara Taman Nasional Bukit Dua Belas, Sorolangun, Provinsi Jambi. Remaja Tasripin dan Beteguh tak memerlukan intan berlian untuk menunjukkan tanggungjawabnya. Sekecil apapun, kehidupannya telah memberikan manfaat bagi orang lain. Percaya, rasanya masih banyak remaja kita yang berhati emas seperti itu.


kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 413 kali
sejak tanggal 13-05-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat