drh. Chaidir, MM | Negeri Sinetron | NEGERI ini menjadi ladang subur bagi sinetron kehidupan, entah itu drama satu babak atau drama berbabak-babak, bisa dengan bintang beda, bisa yang itu-itu juga. Setiap lakon mendapat tempat istimewa di media karena langsung menaikkan rating siaran atau meningkatkan tiras.

Media dan pemirsa keliha
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Negeri Sinetron

Oleh : drh.chaidir, MM

NEGERI ini menjadi ladang subur bagi sinetron kehidupan, entah itu drama satu babak atau drama berbabak-babak, bisa dengan bintang beda, bisa yang itu-itu juga. Setiap lakon mendapat tempat istimewa di media karena langsung menaikkan rating siaran atau meningkatkan tiras.

Media dan pemirsa kelihatannya berada dalam satu kontinum: karena digemari oleh masyarakat yang penasarankah sehingga media tergila-gila menyiarkannya, atau karena media menyiarkannya secara hebat berlebihan sehingga masyarakat tergila-gilla menyaksikannya. Yang pasti, sebuah kasus misalnya, semakin banyak disiarkan atau diberitakan akan semakin ditunggu kelanjutannya. Prinsip bad news good news masih belum berubah. Semakin buruk dan kontroversi beritanya semakin bagus untuk diberitakan.

Lihatlah drama eksekusi mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji, Rabu (24/4/2013) pagi hingga Kamis (25/4/2013) dini hari. Kejaksaan dibuat tak berkutik dalam melaksanakan tugasnya. Eksekusi yang gagal ini telah mempertontonkan buruknya wajah penegakan hukum kita. Banyak yang memberi komentar, serunya proses eksekusi tersebut, tak ubahnya seperti adegan dalam sebuah sinetron. Entah pembelajaran apa yang bisa dipetik oleh generasi penerus dari sinetron ini.

Atau lihat pula bagaimana kasus Eyang Subur yang menyita demikian besar perhatian media dan masyarakat. Barisan artis yang pernah menjadikan Eyang Subur sebagai penasihat spiritual ramai-ramai merasa dikelabui dan melaporkan Eyang Subur ke polisi. Sementara Eyang Subur sendiri, sang pensihat spiritual, terungkap memiliki delapan orang istri- hebatnya- tinggal di bawah satu atap. MUI pun terpaksa turun tangan. Sebuah keputusan akhirnya difatwakan. Ketua Bidang Fatwa MUI KH Dr Ma'ruf Amin menyebut, Eyang Subur diyakini telah melakukan penyimpangan terhadap akidah dan syariat Islam. Agama mana sih yang memperbolehkan poligami lebih dari empat? Ada-ada saja Eyang ini. Tapi begitupun, tetap saja ada pihak yang berusaha mencarikan pembenarannya.

Kasus artis mengkonsumsi narkoba di rumah presenter Rafi Ahmad yang juga melibatkan anggota DPRD DKI Wanda Hamidah (yang disebut terakhir ini kemudian dinyatakan bersih), masih saja menjadi bahan pergosipan di media. Narkoba dimusuhi dan diberantas, tetapi pada saat yang sama Badan Narkotika Nasional menghadapi berbagai macam tantangan.

Drama berlatar politik juga tak kurang. Kasus Hambalang, Lapindo, impor daging, pengadaan Al Quran, penggunaan dana bansos, adalah sinetron politik yang selalu diikuti dengan geleng-geleng kepala oleh pemirsa. Drama PON Riau 2012 yang memakan korban pejabat dan politisi jadi TSK, bisa terulang kembali dalam rencana pergelaran Islamic Solidarity Games bila tidak hati-hati. Masih di bidang olahraga, sinetron PSSI yang sudah berlangsung lama, untung akhirnya end di tangan Menpora Roy Suryo.

Sekali-sekali kita disuguhi pula sinetron kolosal berupa bentrokan antar kampung, bentrokan berbau SARA, bentrokan antar pendukung calon kepala daerah, lengkap dengan adegan bakar-bakaran kantor dan kendaraan-kendaraan yang dibeli dengan uang Negara, dan sebagainya.

Ada sinetron yang sudah usai ada yang sedang jam tayang. Media kita tak pernah kehabisan sajian-sajian menarik, sinetron kehidupan yang sebenarnya mencerminkan wajah kita. Entah sampai kapan episode ini berakhir, atau adakah episode seperti ini memang harus kita lalui? Tidakkah ada rute lain yang lebih nyaman?


kolom - Riau Pos
Tulisan ini sudah di baca 443 kali
sejak tanggal 29-04-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat