drh. Chaidir, MM | Eyang Subur | DUKUN dan Penasihat spiritual ternyata hanya beda-beda tipis. Iyakah? Paling tidak  itu kesan setelah membaca komentar Abah Anom Kusumajati, tokoh spiritual dari Cirebon. Apa gerangan yang terjadi? Ada asap tentu karena ada api. Komantar itu terkait ngetopnya pemberitaan tentang Eyang Subur dalam se
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Eyang Subur

Oleh : drh.chaidir, MM

DUKUN dan Penasihat spiritual ternyata hanya beda-beda tipis. Iyakah? Paling tidak itu kesan setelah membaca komentar Abah Anom Kusumajati, tokoh spiritual dari Cirebon. Apa gerangan yang terjadi? Ada asap tentu karena ada api. Komantar itu terkait ngetopnya pemberitaan tentang Eyang Subur dalam sepekan terakhir ini.

Penasihat spiritual? Mendengar namanya, yang terbayang tentulah seorang tokoh agama yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat. Mereka memiliki karisma, dihormati, disegani, dijadikan panutan. Tempat orang bertanya dan minta nasihat. Ucapannya menimbulkan efek sugestif bagi yang meminta nasihat. Orang-orang yang tersesat dalam kehidupannya, di tangan seorang penasihat spiritual, kembali ke jalan yang benar. Orang-orang yang sedang galau segalau-galaunya, dengan siraman kata-kata lembut dari sang penasihat, kembali tenang dan kembali memperoleh motivasi.

Keteladanan yang ditunjukkan sang penasihat spiritual biasanya menimbulkan respek. Maka, tak hanya kalangan selebritis yang ingin terkenal, para pejabat pun sering minta nasihat kepada penasihat sipiritual. Sudah bukan rahasia lagi, selebritis atau tokoh terpandang sering disebut memiliki penasihat spiritual. Berbagai media misalnya menyebut, Anang Hermansyah, Krisdayanti, Syahrini, dan lain-lain, mereka memiliki penasihat spiritual. Bahkan Presiden Soeharto dan Presiden SBY pun disebut memiliki penasihat spiritual. Para kepala daerah jangan sebut, terlalu panjang untuk ditulis satu persatu, biasanya mereka menggunakan jasa penasihat sipiritual. Salahkah? Tentu saja tidak bila masih sebatas kewajaran akal budi.

Masalahnya menjadi runyam seperti dalam kasus perselisihan penasihat spiritual Eyang Subur Adi Bing Slamet. Kita tidak hendak mencampuri salah-benar guru-murid tersebut, itu urusan mereka. Namun kasus itu mencuatkan sebuah fenomena gunung es, Eyang Subur, sang penasihat spiritual yang berperawakan kecil, ternyata seorang pria pemberani, perkasa luar biasa karena mampu menyatukan delapan istrinya di bawah satu atap. Terhadap masalah ini, Abah Anom memberi komentar: "Kalau sudah melebihi 4 istri itu sudah sesat. Saya menduga Eyang Subur adalah dukun," tutur Abah Anom (Tempo.com 31/3/2013)

Eyang Subur tidak sendiri sebagai penyandang predikat penasihat spiritual. Hampir disetiap penjuru angin ada penasihat spiritiual. Justru disinilah letak anehnya. Di tengah masyarakat kita yang sedang bertransformasi, berikhtiar menempatkan diri menjadi bagian dari masyarakat maju, modern, dan mandiri, di tengah itu pula tumbuh strata masyarakat yang kehilangan kepercayaan diri dan kehilangan rasionalitas serta bergantung pada pertolongan penasihat sipiritual. Untuk membangun kepercayaan diri, seseorang perlu mandi di tujuh tengah malam buta, dengan air tujuh kembang dari tujuh taman di tujuh negeri. Kam se u pay...

kolom - Riau Pos 8 April 2013
Tulisan ini sudah di baca 786 kali
sejak tanggal 08-04-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat