drh. Chaidir, MM | Bulan Bintang Jadi Saksi | PEMILU legislatif 2014 mulai menunjukkan tanda-tanda dramatis. Dan itu dipertontonkan secara atraktif oleh Partai Bulan Bintang. Ibarat pertandingan tinju, Partai Bulan Bintang (PBB) yang sudah rubuh ke kanvas, diselamatkan oleh gong (saved by the bell), sehingga tidak jadi KO, bahkan dapat melanjut
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Bulan Bintang Jadi Saksi

Oleh : drh.chaidir, MM

PEMILU legislatif 2014 mulai menunjukkan tanda-tanda dramatis. Dan itu dipertontonkan secara atraktif oleh Partai Bulan Bintang. Ibarat pertandingan tinju, Partai Bulan Bintang (PBB) yang sudah rubuh ke kanvas, diselamatkan oleh gong (saved by the bell), sehingga tidak jadi KO, bahkan dapat melanjutkan pertandingan untuk ronde-ronde berikutnya. Sebenarnya PBB sudah bertekuk lutut ketika dalam Pemilu 2009 hanya memperoleh total suara nasional 1.864.752 (1,79 persen). Sarat ambang minimal untuk bisa memperoleh kursi di parlemen, yang dikenal dengan istilah Parliamentary Threshold, pada Pemilu 2009, adalah 2,50 persen. Apa boleh buat, PBB pun absen di parlemen.

Seperti diketahui, hanya sembilan partai politik yang berhak mendapatkan kursi di parlemen (DPR) dalam Pemilu legislatif 2009, yaitu Partai Demokrat (20,85 persen), Partai Golkar (14,45 persen), PDIP (14,03 persen), PKS (7,88 persen), PAN (6,01 persen), PPP (5,32 persen), PKB (4,94 persen), Partai Gerindra (4,46 persen) dan Partai Hanura (3,77 persen). Sisanya, 35 parpol lainnya tak berhak memperoleh kursi karena perolehan suaranya kurang dari 2,50 persen. Masih untung, parliamentary threshold tersebut hanya berlaku untuk DPR, sedangkan untuk daerah tidak diberlakukan. Dengan demikian, keanggotaan parpol di DPRD provinsi dan kabupaten/kota sangat berwarna-warni.

Kali kedua PBB terpukul rubuh ke kanvas adalah ketika KPU menyatakan PBB bersama beberapa parpol lainnya dinyatakan tidak lulus verifikasi faktual. Syarat verifikasi yang ditentukan KPU diberlakukan secara nasional tanpa pandang bulu. Partai besar atau partai gurem tak dibedakan. Seluruh partai politik tanpa kecuali harus mematuhi adanya putusan uji materi pasal 8 ayat (1) dan (2) UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu yang dikabulkan Mahkamah Konstitusi(MK). Artinya, semua parpol besar kecil harus diverifikasi, baik verifikasi administrasi di tingkat pusat maupun verifikasi faktual di lapangan. Parpol yang enggan diverifikasi, menurut hukum tidak memiliki kualifikasi sebagai peserta pemilu legislatif 2014.

Untuk bisa mengikuti Pemilu 2014, partai politik harus memiliki kepengurusan 100 persen di provinsi, 75 persen di kabupaten kota, 50 persen di kecamatan, dan mutlak sekurang-kurangnya 30 persen keterwakilan perempuan. Berdasarkan persyaratan tersebut, semula KPU hanya memperoleh 10 parpol yang memenuhi syarat dan dinyatakan lolos. Parpol tersebut terdiri atas sembilan parpol yang memenuhi parliamentary threshold dalam pemilu 2009 dan satu parpol baru yakni Partai Nasdem, selebihnya KO. Namun PBB belum patah arang. Masih ada secercah kecil cahaya di ujung lorong, dan cahaya itu berhasil mereka capai. KPU akhirnya bersikap atas keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara soal keikutsertaan PBB dalam Pemilu 2014. Sebagaimana diumumkan kemaren siang, KPU meloloskan PBB sebagai peserta pemilu Pemilu 2014 dan memberikan nomor urut 14.

"Keputusan KPU nomor 143 tahun 2013 menetapkan nomor urut PBB yaitu nomor urut 14," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam jumpa pers di KPU, jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2013) sebagaimana diberitakan secara luas oleh media massa. Nomor Urut 14 diberikan karena KPU telah menetapkan nomor urut 1 sampai 10 untuk parpol nasional, dan 11-13 untuk partai politik lokal Aceh.

Kita mengucapkan selamat kepada PBB yang telah berikhtiar maksimal menuntut haknya sebagai peserta Pemilu 2014. Partai Bulan Bintang menjadi saksi penegakan supremasi hukum sebagai salah satu agenda reformasi. Kecurigaan terhadap KPU yang dianggap berlaku tidak independen terbukti tidak beralasan. Selama fakta hukum dapat dihidangkan secara obyektif di meja hijau, keadilan pasti datang menghampiri. Semoga bangsa kita bisa mewujudkan pemilu yang makin berkualitas.

kolom - Harian Vokal 19 Maret 2013
Tulisan ini sudah di baca 803 kali
sejak tanggal 19-03-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat