drh. Chaidir, MM | Super Friday | SUPER Friday tak ada kaitannya sama sekali dengan istilah Jumat Keramat. Istilah Jumat Keramat muncul setelah KPK kerap menahan tersangka kasus korupsi sehabis pemeriksaan dilakukan pada hari Jumat. Beberapa tersangka kasus korupsi yang ditahan KPK seusai pemeriksaan di hari Jumat, di antaranya, ang
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Super Friday

Oleh : drh.chaidir, MM

SUPER Friday tak ada kaitannya sama sekali dengan istilah Jumat Keramat. Istilah Jumat Keramat muncul setelah KPK kerap menahan tersangka kasus korupsi sehabis pemeriksaan dilakukan pada hari Jumat. Beberapa tersangka kasus korupsi yang ditahan KPK seusai pemeriksaan di hari Jumat, di antaranya, anggota DPR, Angelina Sondakh, mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda S Goeltom, anggota DPR Zulkarnaen Djabar, dan lain-lain.

Super Friday (Jumat hebat) diadopsi dari kelatahan Amerika Serikat yang menggunakan istilah Super Tuesday. Super Tuesday (Selasa Hebat) secara umum mengacu pada hari Selasa dalam bulan Februari atau bulan Maret dalam proses pemilihan Presiden AS, ketika sebagian besar Negara bagian menyelenggarakan pemilihan pendahuluan untuk memilih delegasi Partai Demokrat atau Partai Republik yang akan mewakili masing-masing negara bagian dalam konvensi nasional. Umumnya bakal calon presiden AS tersugesti untuk memenangkan delegasi pada Super Tuesday. Biasanya Super Tuesday merupakan test pertama bagi seorang bakal calon Presiden AS untuk memperoleh elektabilitas. Mereka yang unggul dalam Super Tuesday, biasanya menang dalam pemilihan Presiden AS.

Super Friday juga tidak sama dengan Super Sunday (Ahad hebat) ala Inggris. Super Sunday di Inggris terjadi ketika dua tim raksasa papan atas beradu gengsi untuk memenangkan pertandingan dalam kompetisi sepakbola Liga Premier. Dalam satu dekade ini, pertandingan pada hari Minggu antara tim elit Manchester United, Chelsea, Liverpool, Arsenal, Manchester City, dianggap Super Sunday, apalagi bila pertandingan itu diadakan bersamaan pada hari Minggu. Pada hari ini masyarakat pecinta sepakbola di Inggris dibuat demam Liga Premier.

Super Friday ala Pekanbaru beda. Jumat yang hebat itu terjadi pada 8 Februari 2013 pekan lalu. Sesungguhnya, tak ada yang istimewa dalam acara seremonial peletakan batu pertama pembangunan sebuah masjid. Biasa saja, apalagi mesjid itu terletak di kampung. Tetapi peletakan batu pertama pembangunan masjid Alfajri, di Dusun Kayu Aro Desa Tanah Merah, Kabupaten Kampar, hari Jumat itu terasa istimewa. Beberapa petinggi Riau blusukan sekaligus. Tanpa diskenario, empat bakal calon Gubernur Riau yang dalam beberapa bulan terakhir ini gencar melakukan sosialisasi, yang balihonya terpampang dimana-mana, hadir bersama dalam acara tersebut. Padahal sebelumnya, antara mereka jarang bertemu dalam satu panggung.

Itulah hebatnya pada hari Jumat yang hebat itu. Ada Wagub Riau HR Mambang Mit, ada Bupati Kampar Jefry Noer, Bupati Rokan Hulu Achmad, dan ada pula mantan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah. Keempat tokoh tersebut akhir-akhir ini sedang seru-serunya berebut ruang publik. Di samping empat bakal calon Gubernur Riau tersebut ada pula Walikota Pekanbaru Firdaus MT, Prof Tengku Dahril, Anggota DPRD Riau Dr Koko Iskandar, mantan Sekda Pekanbaru Ir Yusman Amin dan Sekda Kab Kampar Azuwan.

Keempat bakal calon gubernur tersebut terlihat akrab bertegur sapa satu dengan lainnya, bahkan lengkap dengan cupika-cupiki saat bertemu dan berpisah. Tak bisa dipungkiri, tokoh yang mempertemukan bakal calon gubernur tersebut adalah budayawan Dr Tenas Effendy yang bertindak selaku tuan rumah. Masjid Alfajri yang rencananya akan diperbesar tersebut pada awalnya adalah sebuah surau kecil yang kemudian diubah menjadi sebuah masjid sederhana di atas tanah yang diwakafkan oleh keluarga besar Dr Tenas Effendy. Di depan masjid berdiri pula sebuah Madrasah Diniyah Amaliyah/MDA “Noer Hasanah” dengan 112 siswa pagi sore yang disediakan secara gratis.

Pembangunan fasilitas sosial tempat ibadah dan sekolah agama adalah satu sisi. Sisi lain yang tak kalah penting maknanya dari pertemuan tersebut, peran ketokohan tempat orang bersegan, masih diperlukan dalam masyarakat kita yang acapkali terperangkap dalam polarisasi kepentingan sempit. Kapan Super Friday lagi?

kolom - Harian Vokal 12 Februari 2013
Tulisan ini sudah di baca 849 kali
sejak tanggal 12-02-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat